Ramadan Segera Tiba, Kondisi Palestina Masih Sama
Oleh: Rina Herlina
(Kontributor SSCQMedia.Com)
SSCQMedia.Com—Ramadan tinggal menghitung hari. Umat Islam di seluruh dunia bersukacita menyambut bulan mulia, bulan penuh ampunan dan keberkahan. Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci tersebut. Namun, bagaimana kabar penduduk Gaza menjelang Ramadan?
Kenyataannya, mereka masih harus berjibaku menghadapi serangan militer Israel. Serangan terus berlangsung dan kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata. Jalur Gaza digempur pada Rabu, 4 Februari 2026, yang mengakibatkan 23 orang tewas, termasuk anak-anak (CNNIndonesia.com, 05/02/2026).
Sampai kapan penduduk Gaza hidup dalam ketidakpastian? Mengapa pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata terus terjadi? Mengapa dunia internasional seolah membiarkan tindakan tersebut tanpa langkah tegas? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak hanya muncul secara pribadi, tetapi juga menjadi kegelisahan banyak orang.
Sejumlah pihak menilai bahwa situasi ini berkaitan dengan ambisi politik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, beserta sekutunya untuk memperluas pengaruh dan mempertahankan pendudukan di Gaza. Gerakan Hamas mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya menciptakan kenyataan baru di lapangan yang dapat merusak proses perdamaian. Namun demikian, kondisi di Gaza tetap memprihatinkan dan warganya terus menghadapi dampak konflik.
Beberapa faktor yang kerap disebut berkontribusi terhadap berulangnya pelanggaran gencatan senjata antara lain sebagai berikut:
Kebijakan ekspansionis. Ambisi perluasan wilayah dinilai berdampak pada meningkatnya ketegangan dan ancaman terhadap stabilitas kawasan.
Pembatasan bantuan kemanusiaan. Akses masuk bantuan, bahan bakar, dan kebutuhan penting lainnya ke Gaza sering kali dibatasi sehingga memperburuk kondisi kemanusiaan.
Minimnya tekanan efektif internasional. Meskipun terdapat kecaman dari sejumlah negara dan organisasi internasional, pelanggaran tetap terjadi tanpa konsekuensi yang dinilai signifikan.
Situasi ini memunculkan seruan agar umat Islam memperkuat persatuan dan kepedulian terhadap sesama. Konflik yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada Gaza, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak.
Al-Qur’an menegaskan, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara” (QS. Al-Hujurat: 10). Nilai persaudaraan ini mengajarkan pentingnya saling mendukung, menghormati, dan peduli satu sama lain, terutama dalam menghadapi ketidakadilan dan penderitaan.
Dalam literatur fikih klasik, Palestina pernah dibahas sebagai wilayah kharajiyah, yakni wilayah yang berada di bawah pengelolaan negara Islam dengan kewajiban pembayaran kharaj atau pajak tanah. Konsep ini menunjukkan adanya tanggung jawab kolektif umat terhadap pengelolaan dan penjagaan wilayah tersebut menurut perspektif sejarah Islam.
Menjelang Ramadan, doa dan kepedulian untuk keselamatan serta kedamaian bagi masyarakat Gaza menjadi harapan banyak pihak. Semoga konflik segera berakhir dan masyarakat sipil dapat menjalani kehidupan dengan aman dan bermartabat. [My/HEM]
Baca juga:
0 Comments: