Headlines
Loading...

Oleh: Aqila F
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.Com—Situasi Gaza kembali menjadi sorotan dunia setelah muncul rencana pembangunan “New Gaza” yang digagas oleh Amerika Serikat dengan dukungan penuh Israel. Sejumlah pejabat Israel secara terang-terangan menyerukan penghancuran seluruh Gaza dan pengusiran paksa warganya. Di sisi lain, Amerika Serikat telah menyiapkan proyek pembangunan New Gaza yang diklaim sebagai solusi pascaperang.

Tidak berhenti di sana, Amerika Serikat juga membentuk Dewan Perdamaian Gaza untuk mengendalikan wilayah tersebut secara total dengan melibatkan sejumlah negara Muslim sebagai legitimasi politik internasional, sebagaimana diberitakan oleh CNN Indonesia pada 30 Januari 2026 dan Kompas.com pada 6 Februari 2026.

Analisis atas langkah ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel dinilai berambisi menguasai Gaza sekaligus menghapus jejak genosida dengan membangun wajah baru yang dipenuhi gedung pencakar langit, kawasan wisata pantai, pelabuhan, bandara, dan menara apartemen. Seluruh proyek tersebut dipandang bukan untuk kepentingan rakyat Palestina, melainkan untuk kepentingan geopolitik dan ekonomi Amerika.

Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza dengan merangkul negeri-negeri Muslim dinilai sebagai siasat untuk memperkuat kendali politik internasional Amerika Serikat sekaligus menutupi agenda besar penguasaan Gaza secara menyeluruh. Dengan demikian, keterlibatan negara-negara Muslim dalam dewan tersebut dipandang sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan rakyat Palestina karena dijadikan pelengkap legitimasi proyek besar yang dinilai merugikan umat Islam.

Dalam perspektif Islam, Gaza dan Palestina dipahami sebagai tanah milik umat Islam yang dirampas oleh Israel. Umat Islam diyakini tidak boleh tunduk dan memberikan loyalitas kepada negara yang secara nyata memerangi kaum Muslim.

Umat dan para penguasa di dunia Islam dinilai wajib menolak berbagai upaya Amerika Serikat dan Israel untuk menguasai Gaza. Perdamaian hakiki bagi Palestina dipandang hanya dapat terwujud apabila penjajahan Israel berakhir dan wilayah Palestina terbebas sepenuhnya.

Dengan demikian, proyek New Gaza dan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza dinilai bukan sebagai solusi, melainkan sebagai strategi untuk menghapus jejak kejahatan perang serta memperkuat kendali Amerika Serikat dan Israel atas wilayah tersebut.

Sebagian kalangan berpandangan bahwa kepemimpinan politik Islam yang kuat dan independen diperlukan agar perjuangan pembebasan Palestina dapat dilakukan secara terarah dan tidak terseret dalam kepentingan geopolitik asing. [My/HEM]

Baca juga:

0 Comments: