Oleh: Ermawati
(Kontributor SSCQMedia.Com)
SSCQMedia.Com—Konflik berkepanjangan antara Palestina dan Isr4el tidak kunjung usai, sebab di balik konflik tersebut ada Amerika Serikat (AS) yang memiliki ambisi besar dengan Isr4el untuk menguasai wilayah Gaza dan menghapus jejak genosida mereka.
Menteri Isr4el, Smotrich, menyerukan untuk mengusir paksa penduduk Gaza dan menghancurkan seluruh Gaza, dalam pernyataan provokatif yang mengungkapkan niat genosida dan kebijakan agresi yang berkelanjutan. Fakta ini menunjukkan bahwa Isr4el dan AS punya rencana besar untuk wilayah Gaza.
Dilansir oleh bbc.com bahwa pemerintah Amerika Serikat mengumumkan rencana mereka untuk "membangun Gaza Baru". Proyek pembangunan ini dari nol wilayah Palestina yang hancur. Merujuk salindia presentasi resmi, AS akan membangun puluhan gedung pencakar langit, yang membentang di sepanjang pantai dan bekas perumahan di kawasan Rafah yang telah luluh lantak. Inilah rencana AS untuk “Gaza Baru” yang dipresentasikan di Forum Ekonomi Dunia di Davos (26/1/2026).
Proyek yang seolah menjadikan Gaza menjadi kota yang modern serta makmur, namun di balik ini ada niat tersembunyi AS dalam rangka menguasai Gaza serta menghapus identitas Palestina yang sebenarnya, maka AS membentuk Dewan Perdamaian Gaza (DPG) dalam rangka mengendalikan Gaza secara total. Sehingga ini salah satu cara AS untuk memperkuat posisi mereka dalam dunia politik internasional.
DPG sejatinya bukanlah lembaga netral, melainkan hanya sebuah alat bagi AS dalam mengimplementasikan seluruh agendanya di wilayah Gaza. Seperti yang dilansir oleh Kompas.com bahwa Perdana Menteri Isr4el Benjamin Netanyahu menyatakan kesiapannya untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan konflik khususnya di Gaza (21/1/2026).
Ini menunjukkan AS dan Isr4el sangat berambisi untuk menguasai Gaza dan menghilangkan jejak genosida dengan membangun Gaza Baru. Mengubah Gaza menjadi wilayah yang aman dan stabil, menurut mereka bisa mengokohkan proyek ekonomi serta politik tanpa ada halangan apa pun, tapi ini bukan solusi bagi seluruh rakyat Palestina.
Dalam pembentukan DPG, AS merangkul negara-negara muslim untuk memperkuat misinya, ada delapan negara muslim yang bergabung, di antaranya Indonesia. Semua AS lakukan dalam rangka membentuk siasat menguasai dan mengendalikan Gaza secara menyeluruh.
Kaum muslim harus sadar bahwa Gaza dan Palestina merupakan tanah milik umat Islam yang dirampas Isr4el secara paksa. Jangan terlena dengan sebutan Gaza Baru yang sejatinya tidak membawa pada perdamaian sejati. Allah Swt. telah melarang umat Islam tunduk patuh dan memberikan loyalitas kepada negara kafir apa pun alasannya, sebab hal ini merupakan ketundukan yang termasuk melanggar hukum Islam. Karenanya seluruh kaum muslim dan penguasa dunia Islam wajib melawan makar-makar AS serta Isr4el dalam menguasai seluruh Gaza.
Solusi satu-satunya sekaligus solusi fundamental adalah tegaknya Khilafah dan jihad untuk membebaskan Palestina. Umat Islam harus bersatu di bawah institusi Khilafah, tidak terkecoh oleh skema perdamaian yang diimingi Barat. Wajib pula memprioritaskan perjuangan bersama partai politik Islam yang ideologis demi mengembalikan tanah kaum Muslim di Gaza dan Palestina.
Jangan biarkan Israel dan AS merampas serta menghapus identitas Muslim. Partai politik Islam harus terus menyuarakan kebenaran dan melawan segala bentuk penjajahan dan penindasan. Meski perjuangan ini tidak mudah, kaum Muslim harus yakin bahwa Allah Swt. senantiasa bersama hamba-hamba-Nya. Wallahualam bissawab. [Ni/UF]
Baca juga:
0 Comments: