Oleh: Yanti Fariidah
(Founder Rumah Pintar ZR Magelang)
SSCQMedia.Com—Halo, sobat muda! Pernah nggak kalian merasa ada yang "nggak beres" atau risi dalam sebuah hubungan? Belakangan ini, media sosial lagi ramai banget membahas satu buku yang benar-benar membuka mata. Buku itu adalah memoar jujur dari aktris Aurelie Moeremans yang judulnya "Broken Strings". Kisahnya mendadak viral karena Aurelie berani speak up soal masa lalunya yang kelam. Ternyata, ceritanya erat banget dengan fenomena yang lagi jadi momok buat kita: child grooming.
Mengutip berita dari Metro TV News (14/1/2026), buku Broken Strings ini dirilis dalam versi bahasa Indonesia dan Inggris. Isinya merangkum perjalanan hidup Aurelie yang penuh trauma tapi tetap inspiratif. Selain itu, Rambay.id (13/1/2026) juga menyoroti bagaimana buku ini jadi perhatian tajam publik. Aurelie mengungkap sisi lain hidupnya yang selama ini tersimpan rapat. Ia menceritakan pengalaman pahit terjebak dalam hubungan toxic sejak usianya masih sangat belia. Viralnya buku ini jadi pengingat keras buat kita semua bahwa ada luka yang harus disuarakan supaya nggak terulang lagi.
Netizen: Ngeri dan Geram!
Reaksi netizen di X (Twitter) sampai TikTok benar-benar satu suara: ngeri sekaligus geram. Banyak netizen mulai sadar kalau pola "kakak-adik-an" atau "om-om baik" itu bisa jadi jebakan. Perhatian berlebih dari orang dewasa ke kita yang masih di bawah umur seringnya bukan cinta. Netizen sepakat menyebutnya sebagai ciri khas child grooming.
Pendapat netizen rata-rata menyayangkan taktik "cuci otak" yang dipakai pelaku. Pelaku sering banget berkedok jadi sosok pelindung atau pendengar yang paling asyik. Padahal, tujuan utamanya cuma eksploitasi. Netizen juga menyoroti susahnya korban buat lepas karena adanya ketimpangan kuasa. Kondisi ini bikin korban merasa bersalah atau malah ketergantungan secara emosional. "Ini bukan cinta, ini manipulasi psikis!" begitulah kira-kira rangkuman komentar paling pedas dari warga internet.
Grooming Menurut Islam
Terus, gimana sih Islam melihat masalah ini? Dalam Islam, melindungi anak-anak itu hukumnya fardu alias wajib banget. Islam sangat menghargai kesucian dan tumbuh kembang alami seorang anak. Prinsip ini dikenal sebagai Hifdzun Nafs (menjaga jiwa) dan Hifdzul ‘Aql (menjaga akal).
Tindakan child grooming buat tujuan eksploitasi jelas dilarang keras karena bertentangan dengan prinsip Maqashid Syariah. Islam melarang pendekatan yang nggak sehat, apalagi yang isinya cuma kebohongan. Menyakiti mental anak sama saja dengan merusak masa depan umat. Dalam Islam, sebuah hubungan itu harus jujur dan penuh tanggung jawab, bukan dengan cara sembunyi-sembunyi atau memanfaatkan kepolosan kita yang masih muda.
Meluruskan Sejarah Rasulullah
Nah, bagian ini sering banget dipelintir di medsos. Beberapa orang mencoba menyamakan grooming dengan pernikahan Rasulullah saw. dan Ibunda Aisyah r.a.. Tapi, perbandingan ini sebenarnya salah total kalau kita lihat sejarahnya secara benaran.
Pertama, pernikahan Rasulullah dengan Sayyidah Aisyah itu berdasarkan wahyu dan ada persetujuan keluarga besar. Ini bukan hasil manipulasi rahasia di belakang orang tua kayak yang dilakukan para groomer zaman sekarang.
Kedua, Aisyah r.a. itu sosok yang sangat cerdas, mandiri, dan tumbuh jadi ulama perempuan besar. Hubungan mereka justru penuh kasih sayang dan saling menghargai, bukan hubungan yang bikin mental hancur.
Kisah teladan Rasulullah saw. justru menunjukkan kalau beliau itu pelindung anak-anak. Beliau sering mengajak anak-anak main dan melarang siapa pun berlaku kasar pada mereka. Rasulullah adalah sosok yang memberikan rasa aman, bukan rasa takut. Jadi, pakai nama beliau buat melegalkan perilaku predator itu jelas kesalahan sejarah yang fatal banget.
Stop Manipulasi, Speak Up!
Belajar dari Broken Strings, kita harus sadar kalau grooming itu kejahatan serius, bukan "cerita cinta" yang romantis. Jangan kasih celah buat siapa pun memanipulasi masa depanmu lewat kedok perhatian. Kamu punya hak penuh buat bilang "NGGAK" atas tubuh dan perasaanmu. Kalau ada orang dewasa yang minta kamu merahasiakan hubungan kalian dari orang tua, itu sudah FIX tanda bahaya (Red Flag)!
Jangan diam dan jangan merasa bersalah. Keberanianmu buat bicara adalah cara paling ampuh buat menghancurkan rencana jahat mereka. Yuk, kita jaga diri dan saling peduli sama teman-teman kita. Masa depan kita terlalu berharga buat dirusak sama "senar-senar" manipulasi pelaku grooming. Ingat ya, kamu nggak sendirian, dan speak up itu adalah tindakan yang paling keren! [Ni/PR]
Baca juga:
0 Comments: