Headlines
Loading...
Board of Peace, Skema Baru Penjajah

Board of Peace, Skema Baru Penjajah


Oleh: Ni’mah Fadeli
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.ComBoard of Peace (BoP) menjadi pusat perhatian dunia saat ini. Seperti namanya, organisasi bentukan Presiden Amerika Donald Trump tersebut mengklaim akan membawa perdamaian bagi dunia. Misinya adalah melakukan rekonstruksi di Gaza akibat pertempuran Palestina dan Isr4el.

Trump pun mengundang sejumlah negara untuk bergabung, termasuk Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menerima undangan ini dengan senang hati bahkan telah menandatangani persetujuan untuk bergabung dalam BoP. Menurut Prabowo, BoP memberi peluang bahwa perdamaian di Gaza akan segera terwujud.

Undangan yang diterima tentu tidak gratis. Kursi permanen untuk direksi BoP adalah US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun. Iuran tersebut harus dibayar secara tunai pada tahun pertama. Angka yang sangat fantastis, apalagi bagi negara dengan banyak PR seperti Indonesia.

Dosen Kebijakan Luar Negeri Universitas Katolik Parahyangan, Adrianus Harsawaskita justru menilai BoP ini murni untuk kepentingan Trump. Apa yang disampaikan menantu Trump, Jared Kushner, pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss telah jelas menunjukkan hal tersebut. Jared menyebut bahwa dalam waktu tiga tahun Gaza akan memiliki gedung-gedung tinggi. Gaza hanya akan menjadi real estate bagi Trump, tanpa ada unsur kepentingan kemanusiaan sama sekali bagi Palestina (abc.net.au, 30/1/2026).

Keputusan Gegabah

Trump sebagai pemimpin negara adidaya yang menjadi pusat kapitalisme dunia memiliki track record yang sangat berseberangan dengan Islam. Sebagai negara dengan mayoritas muslim, semestinya presiden tidak gegabah dalam mengambil langkah yang berhubungan dengan Trump.

Apalagi kondisi negara sedang tidak baik-baik saja. Bencana alam di mana-mana dengan alokasi dana untuk pemulihan sangat minim. Hampir setiap hari ada berita keracunan MBG di berbagai daerah, tetapi tidak pernah mendapat perhatian yang serius dari pemerintah.

Dengan berbagai persoalan negara, presiden justru memilih untuk mendatangi dan menandatangani organisasi bentukan Trump. Bahkan iuran keanggotaannya yang luar biasa besar itu akan memakai dana APBN. Sungguh keputusan gegabah yang tidak dapat diterima akal, bahkan sangat melukai rakyat muslim.

Bagaimana bisa menciptakan perdamaian, jika Palestina saja tidak diikutsertakan? Justru BoP adalah alat Trump  untuk melenyapkan Palestina. Sebuah pengkhianatan besar bagi muslim jika ikut terlibat di dalamnya. Astagfirullah.

Islam Melawan Penjajahan

وَقٰتِلُوْهُمْ حَتّٰى لَا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ لِلّٰهِ ۗ فَاِ نِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَا نَ اِلَّا عَلَى الظّٰلِمِيْنَ

"Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan kecuali terhadap orang-orang zalim." (QS Al-Baqarah: 193)

Allah memerintahkan muslim untuk memerangi musuh. Tidak layak seorang muslim tunduk pada penjajah yang telah memerangi Islam. Barat menggunakan segala cara agar muslim tunduk. Namun, pemikiran sekuler yang telah mengakar tak ayal menjadikan muslim pun dengan suka cita mengikuti kemauan para musuh.

Muslim harus paham bahwa tidak akan tercipta perdamaian dengan BoP atau sejenisnya. Apa pun organisasi bentukan Barat dengan narasi perdamaian dunia sesungguhnya hanya skema yang dibuat bagi kepentingannya menguasai dunia. Palestina tetap akan mengalami genosida selama zi0nis dan sekutunya masih berkuasa.

Islam tidak mengajarkan kekerasan. Ketika terjadi  perang, Rasul melarang melukai wanita dan anak-anak, bahkan pohon pun dilarang untuk ditebang. Namun, perintah melawan jelas bagi kaum kafir yang memerangi muslim. Kaum kafir yang selalu mengatakan muslim sebagai teroris, merampas tanah, membunuh, melakukan genosida adalah golongan kafir yang harus diperangi dan tidak boleh muslim tunduk kepadanya.

Khatimah

Muslim harus bersatu di bawah satu komando untuk melawan para musuh. Kekuatan musuh sangat besar sehingga tak bisa dilawan jika  muslim mengedepankan ego dan tidak bersatu. Jihad dan Khilafah harus diperjuangkan agar penderitaan saudara muslim di seluruh penjuru bumi dapat berakhir. Bangga dengan Islam, selalu belajar, memahami, mengamalkan, berdakwah, dan memperjuangkan Islam kembali tegak harus selalu berkobar dalam diri setiap muslim. Wallahualam bissawab. [Ni/En]

Baca juga:

0 Comments: