Headlines
Loading...
Tiga kunci Generasi Muslim Pelopor Perubahan

Tiga kunci Generasi Muslim Pelopor Perubahan

Oleh: Naila Dhofarina Noor
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.Com – Generasi muslim saat ini hidup dalam realitas yang serba digital. Pada dasarnya, digitalisasi merupakan penunjang kehidupan. Ia dapat dimanfaatkan untuk kebaikan, tetapi juga dapat digunakan untuk keburukan, bergantung pada pola pikir individu. Namun, derasnya arus informasi dan hiburan digital kerap menggeser orientasi seseorang, dari yang semula hanya untuk kebutuhan penting, menjadi larut dalam aktivitas menggulir konten yang sejatinya tidak bernilai.

Apa yang ramai di dunia digital mampu menggiring pola pikir masyarakat agar sejalan dengan apa yang sedang viral. Algoritma bekerja secara intens, sehingga masyarakat berulang kali mengonsumsi informasi yang belum tentu benar atau selaras dengan sudut pandang Islam.

Generasi Muslim Pelopor Perubahan

Dalam sistem kapitalisme saat ini, digitalisasi berada di bawah kendali sistem politik kapitalisme. Hegemoni digital kapitalis menggerakkan kehidupan generasi muslim. Pasar dibuka selebar-lebarnya untuk menawarkan berbagai pemikiran, dan yang mendominasi adalah mereka yang memiliki modal terbesar. Tidak mengherankan jika dunia digital hari ini sarat dengan nuansa materialisme dan hedonisme.

Sebagai generasi muslim yang mengemban amanah sebagaimana generasi terdahulu, yakni sebagai pelopor perubahan, digitalisasi menjadi tantangan yang membutuhkan sikap yang benar. Dengan sikap tersebut, generasi Muslim akan senantiasa waspada terhadap godaan yang menggerus keimanan dan mengaburkan arah perjuangan. Lebih dari itu, generasi muslim justru dapat menjadikan media digital sebagai ruang berkarya untuk menyebarluaskan pemahaman Islam dengan cara yang menarik dan mampu bersaing dengan propaganda kapitalisme.

Terdapat tiga kunci agar generasi muslim mampu menjadi pelopor perubahan di tengah kehidupan digital saat ini.

Pertama, Mengikuti Pembinaan Islam Kaffah

Berbagai kajian Islam marak diselenggarakan di tengah kaum muslim. Namun, perlu dicermati apakah seluruhnya benar-benar membentuk pola pikir dan pola sikap yang berlandaskan prinsip Islam, ataukah hanya menghadirkan kesadaran sesaat sebelum kembali larut dalam arus kehidupan kapitalisme.

Generasi muslim membutuhkan kajian Islam yang menyeluruh atau kaffah. Kajian tersebut tidak hanya menyentuh aspek akhlak, tetapi juga akidah, ibadah, dan muamalah, termasuk yang berkaitan dengan tata kehidupan bernegara. Dalam Surah Al-Muthaffifin, misalnya, pembahasan tidak hanya mengenai larangan berbuat curang dalam timbangan sebagai persoalan akhlak, tetapi juga mengandung penguatan akidah. Demikian pula surah-surah lainnya, karena Islam adalah agama yang menyeluruh.

Dengan pemahaman Islam kaffah, generasi muslim tidak mudah goyah oleh pemikiran di luar Islam yang menyibukkan diri dengan gemerlap dunia semata. Selain itu, akan tumbuh kesadaran untuk menjadi pelopor perubahan Islam bersama kaum muslim lainnya.

Melalui media digital, generasi muslim dapat memilah konten dan komunitas yang membahas Islam secara komprehensif. Semakin sering mencari dan mengikuti kajian Islam kaffah, algoritma pun akan menampilkan konten sejenis. Pemahaman ini kemudian dapat ditindaklanjuti melalui pertemuan luring, sebagaimana tradisi para ulama terdahulu yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu secara langsung.

Kedua, Menyampaikan Bahwa Ideologi Islam adalah Satu-satunya Solusi

Generasi muslim yang mulai tersadar akan melihat banyak aspek kehidupan yang jauh dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Wajar jika muncul rasa tidak nyaman, jengah, bahkan marah, karena besarnya kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Kerinduan untuk hidup dalam ketaatan secara menyeluruh pun tumbuh, sehingga jiwanya terpanggil untuk menyuarakan penerapan Islam sebagai ideologi dan satu-satunya cara pandang kehidupan yang benar.

Media digital dapat dimanfaatkan untuk menyuarakan hal tersebut. Beragam kelas desain dan pengelolaan konten tersedia, baik gratis maupun berbayar, untuk mengasah keterampilan. Ruang-ruang ini dapat diisi dengan konten Islam kaffah yang berkualitas, sehingga mampu menyadarkan lebih banyak orang. Insyaallah, pahala pun akan terus mengalir.

Ketiga, Bersatu dalam Perjuangan Islam

Sirah Rasulullah saw. dalam membangun peradaban Islam merupakan metode baku atau thariqah shahihah yang menjadi pijakan perjuangan Islam. Rasulullah tidak berjuang sendirian. Beliau mengajak keluarga, sahabat, dan masyarakat untuk bersatu memperjuangkan Islam sebagai ideologi yang diterapkan dalam institusi negara.

Rasulullah saw. melakukan aktivitas politik bersama para sahabat dengan pergolakan pemikiran serta keberanian membongkar kezaliman dan makar kaum kafir. Gesekan dengan para pembesar tidak terelakkan, dan berbagai tawaran tidak melemahkan perjuangan beliau. Hingga akhirnya, Allah Swt. memberikan pertolongan dan kemenangan dengan tegaknya peradaban Islam yang bermula di Madinah.

Generasi muslim yang menjadikan Nabi Muhammad saw. sebagai teladan seharusnya menempatkan Sirah Nabawiyah sebagai arah perjuangan, disertai kesadaran akan ketakwaan dan kesabaran. Insyaallah, pada waktunya Allah akan menganugerahkan kemenangan serupa dengan tegaknya Islam di muka bumi.

Media digital dapat digunakan untuk memviralkan pentingnya persatuan dalam perjuangan Islam. Semakin banyak generasi muslim yang aktif berdakwah Islam ideologis di ruang digital, semakin besar gelombang kesadaran umat untuk bersatu meruntuhkan sistem kapitalisme dan membangun kembali peradaban Islam.

Allah Swt. berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ...
Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali agama Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai. Ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika dahulu kamu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. Padahal kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”
(QS. Ali Imran: 103)

Penutup

Inilah tiga kunci agar generasi muslim menjadi pelopor perubahan. Insyaallah, apabila ketiga kunci ini melekat dalam jiwa generasi muslim, baik tua maupun muda, maka tegaknya peradaban Islam menjadi sebuah keniscayaan. Digitalisasi pun akan diarahkan sesuai syariat Islam demi kemaslahatan seluruh umat. [MA/AA]

Baca juga:

0 Comments: