Headlines
Loading...
Serangan Membabi Buta Negara Adidaya

Serangan Membabi Buta Negara Adidaya

Oleh: Imas Sunengsih, S.E., M.E.
(Aktivis Muslimah Intelektual)

SSCQMedia.Com — Negara adidaya yang notabene dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan arogansinya di panggung internasional. Beberapa waktu lalu, dunia dikejutkan dengan tindakan AS yang menculik Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Tindakan ini menjadi sinyal kuat bahwa AS terus menciptakan ketegangan global. Presiden Donald Trump juga menebar ancaman kepada sejumlah negara lain, mulai dari sekutu NATO hingga kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan terbarunya, Donald Trump menegaskan misi AS untuk memastikan dominasi mutlak di Belahan Bumi Barat serta mengamankan sumber daya energi. Ia menyatakan, “Dominasi Amerika di Belahan Bumi Barat tidak akan pernah dipertanyakan lagi. Kami ingin negara-negara di sekitar kami layak, sukses, dan minyak diizinkan mengalir dengan bebas” (CNBC, 6/01/2026).

Eskalasi ketegangan AS tercatat terjadi di lima wilayah kunci. Pertama, Greenland yang menjadi ajang perebutan kepentingan keamanan nasional antara AS, Rusia, dan China. Kedua, Kolombia yang terus ditekan dengan isu kokain dan ancaman operasi militer. Ketiga, Kuba yang berada dalam tekanan ekonomi berkepanjangan. Keempat, Meksiko yang menghadapi tekanan terkait kartel narkoba dan kedaulatan negara. Kelima, Iran yang terus berada dalam siaga tempur di tengah tekanan AS, bahkan ketika negara tersebut diguncang demonstrasi antipemerintah.

Arogansi AS tidak terlepas dari ideologi kapitalisme yang diembannya. Ideologi ini menjadikan penjajahan sebagai metode ekspansi kekuasaan. Inilah yang kita saksikan hari ini, ketika AS melancarkan serangan brutal terhadap negara-negara yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingannya. Negara-negara tersebut menjadi target demi ambisi AS menguasai dunia.

Dampaknya, tatanan dunia Islam pun diatur oleh ideologi kapitalisme. Negeri-negeri muslim akhirnya tunduk kepada hegemoni AS. Banyak penguasa muslim berperan sebagai boneka, digerakkan sesuai arahan AS, sehingga kepentingan Amerika mendominasi dunia Islam saat ini.

Kehidupan kaum muslim pun kian rusak. Mereka dijauhkan dari ajaran agamanya. Sekularisme tampak nyata dalam kehidupan muslim di berbagai penjuru dunia. Islam direduksi sebatas ritual ibadah, sementara aturan Islam tidak dijadikan pedoman dalam seluruh aspek kehidupan.

Sudah saatnya kaum muslim menyadari bahwa sistem yang diterapkan di negeri-negeri muslim hari ini adalah sistem warisan penjajah. Sistem ini tidak layak dijadikan dasar pengaturan kehidupan individu, masyarakat, maupun negara. Sejak awal, sistem tersebut telah cacat sehingga tidak kompatibel untuk diterapkan.

Kaum muslim wajib kembali kepada sistem terbaik yang telah terbukti mampu mengatur kehidupan secara adil dan menyeluruh, yakni sistem Islam. Secara historis, Islam mampu menyelesaikan berbagai problematika kehidupan selama berabad-abad.

Kesadaran kaum muslim menjadi kunci utama untuk mengembalikan Islam ke puncak kejayaannya. Kesadaran ini akan terbentuk apabila kaum muslim konsisten mengkaji Islam secara kaffah dan istiqamah dalam memperjuangkan penerapannya.

Dalam hal ini, gerakan dakwah ideologis memegang peranan penting. Dakwah ideologis berfungsi menggerakkan para pengemban dakwah dalam perjuangan mengembalikan kehidupan Islam. Perjuangan ini tidak ditempuh melalui kekerasan, melainkan melalui perang pemikiran, yakni membongkar pemikiran kufur dan mengembalikan pemikiran Islam kaffah di tengah umat. Karena itu, diperlukan kesatuan langkah dan barisan. Jika kaum muslim bersatu, mereka tidak mudah dikalahkan. Bahkan, AS akan gentar melihat kuatnya persatuan kaum muslim.

Bagi kaum muslim, meyakini dan menerapkan hukum Allah SWT merupakan kewajiban. Hukum Islam adalah hukum terbaik dan paling sempurna yang Allah turunkan kepada Rasulullah saw. Allah Swt. berfirman:

أَفَحُكْمَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ ٱللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Artinya: “Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al-Ma’idah: 50)

Ayat ini dengan tegas mengajak orang-orang beriman untuk berpikir bahwa hanya hukum Allah yang terbaik. Adapun hukum jahiliah harus ditinggalkan karena merupakan warisan penjajah. Penjajah hari ini, yakni AS sebagai negara adidaya, adalah musuh bersama kaum muslim.

Perjuangan mengembalikan kehidupan Islam adalah perjuangan yang mulia. Perjuangan ini telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. dan para sahabat. Jalan ini menuntut keimanan yang kuat, semangat yang kokoh, serta kesabaran menghadapi berbagai rintangan. Dalam sunnatullah, perjuangan dakwah tidak mungkin tanpa ujian.

Oleh karena itu, wahai kaum pejuang, marilah kembali berjuang bersama untuk menegakkan Islam kaffah dalam institusi Khilafah ala minhaj nubuwwah. Jangan merendahkan diri dengan membebek kepada penjajah yang hanya menginginkan Islam dan kaum muslim terus berada dalam penjajahan. Segera bangkit menjemput kemenangan yang telah Allah Swt. dan Rasulullah saw. janjikan. Jangan menunda, tetapi bergeraklah sekarang, dan tunjukkan perjuangan kita di hadapan Allah Swt., kelak di hari penghisaban.

Wallahualam bissawab. [Rn/En]


Baca juga:

0 Comments: