Headlines
Loading...
Krisis Kepemimpinan, Islam Solusinya

Krisis Kepemimpinan, Islam Solusinya

Oleh: Ermawati
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.Com—Beragam tantangan global hari ini, mulai dari krisis ekologis, ketimpangan ekonomi, hingga ketegangan geopolitik, mendorong banyak pihak mencari model kepemimpinan yang mampu menghadirkan perubahan nyata serta keadilan bagi mayoritas manusia. Namun, fakta yang tampak justru menunjukkan krisis kepemimpinan, baik di tingkat nasional maupun global.

Di dalam negeri, bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatra dan Aceh menjadi gambaran nyata krisis kepemimpinan negara. Para pejabat terlihat tidak kompeten dan lebih haus kekuasaan daripada berfokus melayani rakyat. Alih-alih menetapkan bencana di Sumatra sebagai bencana nasional, para penguasa justru melarang media memberitakan minimnya penanganan di lapangan. Mitigasi bencana tidak ditangani secara serius oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi di bidangnya. Sejatinya, negeri ini sedang mengalami krisis kepemimpinan yang mampu membawa rahmat. Di tengah bencana yang terjadi, penanganan masih jauh dari maksimal dengan berbagai alasan, sementara pada saat yang sama kasus korupsi terus meningkat di Indonesia.

Pada level global, Amerika Serikat sebagai negara adidaya hari ini sangat mendominasi dunia. Kekuasaan ditunjukkan melalui ancaman dan serangan ke berbagai negara, termasuk Venezuela. Serangan militer Amerika Serikat ke wilayah Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026, memicu gelombang reaksi internasional, mulai dari kecaman keras, seruan penghentian eskalasi, hingga tawaran mediasi diplomatik. Pemerintah Venezuela secara resmi meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar rapat darurat untuk membahas serangan tersebut (Kompas.id, 3 Januari 2026).

Dunia hari ini berada di bawah kendali Amerika Serikat dan ideologi kapitalisme yang menjadikan umat Islam terjajah, lemah, menderita, serta semakin terseret dalam sekularisme. Dampaknya merusak seluruh sendi kehidupan umat, mulai dari akidah, pendidikan, muamalah, dan akhlak, hingga aspek ekonomi, budaya, dan politik. Sistem ekonomi kapitalisme yang kini menjadi paradigma dominan membawa berbagai sisi negatif, seperti eksploitasi sumber daya alam, ketimpangan sosial, dan kerusakan ekologis. Berbagai bencana lingkungan yang terjadi di dunia merupakan buah dari keserakahan kepemimpinan kapitalisme global. Demi menguasai sumber daya alam, Amerika Serikat menggunakan berbagai cara, termasuk aneksasi terhadap negara lain, tanpa menghiraukan hukum internasional maupun kecaman dunia.

Krisis kepemimpinan nasional dan global saat ini berakar dari kapitalisme yang dibangun di atas sekularisme, yakni pemisahan agama dari kehidupan. Ketika ketaatan kepada Allah Swt. diabaikan, aturan dibuat semata-mata berdasarkan kepentingan manusia. Hal ini sangat berbeda dengan kepemimpinan yang dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah, yang melahirkan kendali diri serta tanggung jawab moral yang kuat. Allah Swt. berfirman, “Siapa saja yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.” (TQS Az-Zalzalah: 8). Kepemimpinan adalah amanah besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

Mabda Islam mampu membangkitkan dan menegakkan kepemimpinan Islam untuk melawan hegemoni Amerika Serikat. Inilah satu-satunya harapan umat untuk mengembalikan tatanan kehidupan dunia yang penuh rahmat. Pemimpin dalam Islam memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat kepada Allah Swt. Sejarah Khulafaur Rasyidin menjadi bukti nyata. Khalifah Umar bin Khattab ra merasa khawatir apabila ada seekor hewan yang terluka akibat jalan yang rusak atau berlubang, apalagi jika manusia yang menjadi korban. Beliau menetapkan perlindungan sosial bagi anak yatim, fakir miskin, dan para janda, serta membuat berbagai kebijakan untuk menjaga kebersihan kota dan membangun infrastruktur demi kemaslahatan umat.

Namun, keadilan yang hakiki tidak cukup hanya dengan pemimpin yang baik. Ia harus ditopang oleh sistem yang bersumber dari Allah Swt. dalam mengatur negara. Dalam syariat Islam, kepemilikan umum seperti hutan, sungai, dan tambang dikelola oleh negara, dan hasilnya dikembalikan sepenuhnya untuk kemaslahatan umat. Saat ini, Gaza dan seluruh umat manusia membutuhkan kepemimpinan yang tegas dan bersumber dari mabda Islam. Kepemimpinan ini akan membebaskan umat dari penjajahan Amerika Serikat melalui penerapan hukum Allah secara menyeluruh.

Khilafah Islam tidak hanya melindungi umat Islam, tetapi juga seluruh manusia dari kezaliman, kemungkaran, kemaksiatan, serta berbagai bencana akibat sistem yang rusak.

Wallahualam bissawab. [ry/Des]

Baca juga:

0 Comments: