Oleh.Najma MR
(Penggiat Literasi)
SSCQMedia.Com—Kalau kamu perhatikan, dunia sekarang tuh kayak lagi di persimpangan jalan yang gelap banget. Dominasi global yang dikontrol Amerika Serikat ternyata malah bawa dampak buruk buat kita semua. Ideologi Kapitalisme sekuler yang diagung-agungkan itu terbukti gagal total buat bikin perdamaian. Bukannya makin damai, sistem ini malah bikin manusia menderita secara sistemik. Tatanan dunia sekarang kayak kehilangan kompas moral; efeknya, tangisan di berbagai belahan bumi jadi pemandangan harian yang nyesek banget buat dilihat.
Kita seolah kehilangan pelindung yang beneran peduli. Bumi tempat kita pijak juga lagi merintih karena dieksploitasi habis-habisan tanpa batas. Semua ini terjadi cuma demi satu hal: keserakahan materi. Makanya, dunia sekarang butuh banget pemimpin yang nggak cuma mikirin angka, tapi bawa keberkahan hidup. Urgensi adanya kepemimpinan dunia yang bener tuh sudah gak bisa ditawar lagi, guys.
Fakta Arogansi Global dan Jeritan Bumi
Memasuki awal tahun 2026, makin kelihatan kalau sistem sekarang itu total failure. Kelestarian bumi terancam lewat realitas yang pahit banget. Pertama, dunia di bawah kendali Amerika Serikat sudah menjajah banyak bangsa secara halus maupun kasar. Umat Islam sendiri jadi pihak yang paling terdampak, terjajah secara politik dan ekonomi yang bikin kita jadi lemah. Belum lagi arus sekuler yang makin kencang, berusaha buat narik kita jauh dari jati diri spiritual kita sendiri.
Kondisi ini makin parah dengan adanya agresi militer di Caracas, Venezuela, pada 3 Januari 2026 kemarin yang berakhir dengan penangkapan Presiden mereka. Tindakan semena-mena ini jelas memicu kecaman dunia.
Serangan AS ini adalah kejahatan agresi yang melanggar Piagam PBB. Arogansi ini makin nyata pas Presiden Amerika Serikat ngomong blak-blakan (sindonews.com, 4-1-2026). Mereka emang terang-terangan mengincar minyak Venezuela buat meraup keuntungan triliunan dolar demi kepentingan domestik mereka sendiri, tanpa peduli rakyat sipil di sana lagi kelaparan (Antaranews.com, 9-1-2026).
Bencana alam juga terjadi di mana-mana gara-gara keserakahan Kapitalisme global yang cuma mikirin tumpukan modal. Bencana masif di Aceh dan Sumatera pada akhir 2025 kemarin, bukan fenomena kebetulan, tapi dampak nyata eksploitasi hutan dan tambang. Korporasi di bawah sistem oligarki sudah merampas ruang hidup masyarakat. Bumi nggak lagi dianggap titipan buat anak cucu, tapi cuma dianggap komoditas biar angka saham mereka naik (cnncIndonesia.com, 9-1-2026).
Rusaknya Sistem dan Hilangnya Fitrah
Akar dunia saat ini akar masalahnya adalah penerapan ideologi yang cacat. Sistem Kapitalisme sekuler salah total dalam memandang hakikat hidup manusia. Tatanan hukum internasional juga sering tebang pilih alias gak adil. Ideologi ini sudah merusak sendi kehidupan umat Islam, mulai dari aspek akidah, cara kita berbisnis (muamalah), sampai akhlak kita. Kemanusiaan digadaikan cuma buat ngejar pertumbuhan ekonomi yang gak masuk akal.
Faktanya, kemakmuran itu gak pernah benar-benar dirasakan sama rakyat kecil. Kekayaan cuma muter-muter di lingkaran elit penguasa modal doang. Amerika pakai berbagai cara buat berkuasa, dari tekanan diplomatik sampai sanksi ekonomi buat menindas negara lain. Sekularisme sudah bikin standar moral dalam politik global jadi hilang. Ketimpangan ekonomi yang ekstrem adalah hasil nyata dari sistem ini, di mana mayoritas penduduk bumi tercekik kemiskinan sementara segelintir orang kaya makin berjaya.
Rahmat bagi Seluruh Alam
Di tengah kegelapan ini, kita sebagai umat Islam harus sadar kalau kita punya kekuatan besar. Kita punya alternatif sistem buat menyembuhkan peradaban yang lagi sakit ini. Islam itu bukan ancaman, tapi konsep kepemimpinan yang landasannya adalah ketakwaan. Allah SWT sudah menegaskan tugas luhur ini dalam firmanNya, yang artinya, "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." (TQS. Al-Anbiya: 107).
Ayat ini jadi dasar kalau pemimpin itu seharusnya jadi pelayan kemanusiaan dan penjaga alam semesta. Kita harus ingat lagi soal mabda (ideologi) Islam yang bisa jadi modal kebangkitan nyata. Tegaknya kepemimpinan Islam diperlukan banget buat melawan dominasi yang merusak ini. Secara konkret, sistem Islam (Khilafah) bakal bertindak sebagai pelindung yang kasih rasa aman buat siapa pun. Kekayaan alam bakal dikelola sebagai milik umum, yang hasilnya balik lagi buat kesejahteraan rakyat, sesuai sabda Rasulullah SAW soal kepemilikan air, api, dan padang rumput.
Hidup Bervisi Surga dengan Islam Kafah
Realitas pahit di awal dua ribu dua puluh enam ini adalah wake-up call buat kita semua. Luka bumi adalah jeritan supaya tatanan yang zalim ini segera diakhiri. Kepemimpinan yang menyembah materi harus diganti dengan tatanan Islam kafah. Inilah saatnya kita balik ke syariat yang sesuai dengan fitrah manusia.
Islam kafah bukan cuma soal ritual pribadi, tapi mercusuar yang bakal nuntun dunia keluar dari badai keserakahan. Keadilan baru bakal muncul kalau kita berani memutus rantai Kapitalisme. Mengupayakan tegaknya Islam kafah adalah bentuk cinta sejati buat kemanusiaan dan wujud dari hidup bervisi surga. Mari kita bersatu, buang ego masing-masing, dan balik ke hukum Sang Pencipta. Cuma dengan jalan ini, kedamaian abadi bakal benar-benar melingkupi seluruh alam semesta. Wallahualam bissawab. [ry/HEM].
Baca juga:
0 Comments: