Penulis: Zumrotus Saadah Mahfudh, dkk.
Penerbit: Trenlis
Edisi: Hardcover
Ukuran: 13 x 20 cm
Tebal: 150 halaman
Peresensi: Ryah Faraly
SSCQMedia.Com—Sosok ibu ibarat bidadari yang wajib kita lindungi, hormati, dan kasihi hingga napas terakhir. Tidak ada kasih sayang yang lebih besar selain kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Seorang anak tidak akan pernah mampu membalas semua yang telah diberikan ibunya. Sebab, ibu adalah perempuan terhebat yang Allah hadirkan dalam hidup kita, perantara kehadiran kita di dunia ini.
Buku ini menyajikan potret nyata perjuangan seorang ibu dengan pahit dan manisnya pengorbanan, keikhlasan, serta doa-doa yang tak pernah putus demi anak-anak dan keluarga.
Pahit manis perjuangan seorang ibu memang tak terungkap dengan kata-kata. Ibu adalah sosok yang kuat, sabar, dan penuh kasih sayang. Mereka berjuang memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, sering kali dengan mengorbankan kebutuhan dan keinginan pribadi. Masya Allah, sungguh luar biasa peran seorang ibu.
Pahitnya perjuangan ibu tak terpisahkan dari kehidupan, di antaranya:
Mengandung dan melahirkan anak dengan penuh rasa sakit
Merawat anak yang sakit dengan kelelahan dan kurang tidur
Mengorbankan waktu dan energi demi anak-anak
Menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial
Sementara itu, manisnya perjuangan ibu dapat dirasakan ketika:
Melihat anak tumbuh dewasa dan meraih kesuksesan
Mendapatkan cinta dan kasih sayang dari anak-anak
Menjadi teladan bagi buah hatinya
Meraih pahala dan surga dari Allah Swt.
Menghargai perjuangan ibu dapat dilakukan dengan mengucapkan terima kasih atas segala pengorbanannya, membantu meringankan pekerjaan rumah, serta setia mendengarkan kisah dan pengalamannya. Menjaga hubungan baik dengan ibu dan keluarganya juga menjadi wujud bakti yang nyata.
Selain itu, mendoakan ibu agar selalu sehat dan bahagia, memenuhi kebutuhannya baik secara fisik maupun emosional, serta memberikan perhatian khusus, seperti menulis surat atau memberikan hadiah yang disukai, merupakan bentuk kasih sayang yang bernilai besar.
Buku ini memuat beragam kisah nyata. Ada cerita seorang ibu yang rela menjadi tenaga kerja wanita demi mewujudkan mimpi pendidikan anaknya. Ada pula kisah perjuangan seorang ibu sambung dengan segala tantangannya, kisah cinta seorang nenek yang menggantikan peran ibu, hingga kisah getir seorang ibu yang harus berjuang dengan gangguan jiwa. Seluruh kisah terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga membekas dan menggugah perasaan.
Penulis juga mengungkapkan pengalaman pribadi yang begitu memilukan, menyaksikan langsung kehidupan seorang ibu yang terjerumus dalam pilihan hidup yang keliru demi menyambung kehidupan keluarga. Keluarga tersebut merupakan tetangga dekat penulis. Dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan, sang suami berjualan tongseng di malam hari, sementara sang istri bekerja sebagai tukang pijat plus-plus. Lebih menyedihkan lagi, ketika sang ibu tidak mampu melayani tamunya, anaknya justru menjadi korban. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam. Meski akhirnya sang ibu berhenti dari pekerjaan tersebut, takdir Allah telah menetapkan jalan hidupnya hingga ia wafat dalam keadaan sakit.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam Surah Luqman ayat 14,
“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah kembalimu.”
Ayat ini secara khusus menegaskan besarnya pengorbanan seorang ibu, terutama saat mengandung dan menyusui.
Begitu berat pengorbanan seorang ibu demi keluarganya. Namun, ada pula sebagian ibu yang karena keterbatasan ilmu dan iman, terjerumus dalam dosa dan maksiat demi mengejar dunia yang fana.
“Ibu selalu ada di sampingku, menghiburku saat sedih, dan merayakan kebahagiaanku. Ia adalah tempat curhatku, tempat aku merasa aman dan dicintai.”
Di balik pengorbanan seorang ibu, tersimpan banyak doa untuk anak-anaknya,
“Ya Allah, aku titipkan anak-anakku kepada-Mu. Lindungi dan bimbing mereka, jadikan mereka anak-anak yang saleh dan berbakti. Berikan mereka kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan di dunia serta akhirat. Ampuni dosa-dosa mereka dan jadikan mereka penghuni surga. Berikan mereka kekuatan iman, kesabaran, dan keteguhan dalam menghadapi setiap ujian.”
“Ya Allah, jagalah mereka sebagaimana Engkau menjaga mutiara yang berharga. Berikan mereka kekuatan menghadapi godaan, kesabaran menanggung ujian, dan keberanian menjadi diri sendiri. Jadikan mereka anak-anak pembawa kebaikan dan penerus generasi yang gemilang. Aamiin.”
Begitu besar pengorbanan seorang ibu hingga terukir ungkapan “Ibuku Surgaku”. Dari sini kita dapat memahami betapa mulianya kedudukan ibu di sisi Allah. Berbanggalah wahai para perempuan yang menyandang peran sebagai ibu, karena setiap langkah dan doa kalian insya Allah akan diijabah oleh Allah Swt.
Cilacap, 15 Januari 2026
[My/EKD]
Baca juga:
0 Comments: