Headlines
Loading...

Oleh: Neni Arini
(Kontributor SSCQMedia.Com)

Judul buku: Be Kind Be Strong Mom
Penulis: Ratty S. Leman
Tahun terbit: 2023
Tebal buku: 149 halaman
Peresensi: Neni Arini

Peran ibu dalam Al-Qur’an sangatlah besar dan penuh dengan inspirasi serta petunjuk yang menuntun umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, ibu bukan hanya sekadar sosok yang melahirkan dan merawat anak, tetapi juga sebagai guru pertama yang menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak yang mulia. Al-Qur’an menegaskan betapa pentingnya peran seorang ibu dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anaknya.

Menjadi seorang ibu merupakan dambaan bagi setiap wanita yang sudah menikah. Tentunya kita menginginkan kehidupan yang ideal atas kehidupan yang dimiliki. Memiliki seorang anak yang lucu-lucu, saleh-salihah, tumbuh sehat seperti anak-anak pada umumnya.

Tetapi ketika takdir berkata lain, kita bisa apa. Tidak mudah untuk menerima takdir yang tidak sejalan dengan keinginan, butuh jiwa yang besar dan kebesaran hati dalam menjalaninya.

Takdir tak bisa ditolak. Allah berkehendak terhadap apa yang direncanakannya. Kita sebagai manusia harus bisa menerima ketetapan takdir dengan penuh keikhlasan. Bukankah ciri hamba yang beriman salah satunya adalah rida terhadap semua ketetapan Allah.

Di dalam buku "Be Kind Be Strong Mom" karya dari Bunda Ratty S. Leman  kita diajak untuk belajar menerima semua takdir yang Allah hadirkan ke dalam kehidupan kita. Hikmah pembelajaran bagaimana menjadi seorang ibu tangguh dalam membimbing anak yang diberikan keistimewaan unik dan mampu menghantarkan hingga menjadi anak yang sangat membanggakan. Sungguh sebuah perjalanan yang tidak mudah, sangat menyentuh hati, tetapi yakinlah tidak ada ketentuan Allah yang tidak baik.

Memiliki amanah putra seorang yang divonis istimewa oleh dokter tentunya menjadi amanah terindah ketika kita menyikapinya dengan penuh keimanan. Kepasrahan atas segala kehendaknya. Hanya kesabaran dan keikhlasan yang menemani untuk menerima takdir ini.

Tak henti-hentinya berikhtiar untuk menyembuhkan putra sulungnya, mulai dari terapi rumah sakit, menjaga pola makan bergizi bagi amanah istimewa ini, terus berhusnuzan kepada Allah bahwa akan mampu melewati ujian ini, dan yakin Allah akan memberikan jalan terbaiknya.

Sesungguhnya anak adalah titipan ilahi. Apa pun keadaannya pasti akan ada kelebihan yang dimiliki, asalkan kita mampu mengasahnya. Suka duka dalam membesarkannya dijadikan romansa indah dalam sebuah mahligai pernikahan, sehingga si anak pun tidak merasa ada sesuatu yang berbeda dengan dirinya.

Di buku ini penulis memberikan pembelajaran hidup yang begitu indah untuk kita ambil hikmahnya. Bentuk perjuangan tak bertepi bagi seorang ibu, menguatkan hatinya ketika anaknya ditolak oleh lingkungannya. Berbesar jiwa, justru berikhtiar melejitkan amanah istimewa ini menjadi sesuatu yang besar dan menjadi contoh banyak orang.

Kisah ini mengajarkan bahwa seorang ibu harus memiliki keberanian dan tawakal dalam mengambil keputusan sulit demi kebaikan anaknya. Ini juga mengajarkan pentingnya berserah diri kepada Allah ketika menghadapi situasi di luar kendali.

Sungguh, buku ini mengajarkan  kepada kita arti kepasrahan, kesabaran, ketawaduan, keikhlasan, dan ketakwaan untuk senantiasa bersyukur atas segala hal dan terus berbaik sangka kepada Allah Swt..

Ada sebuah kata yang memotivasi diri yang ditulis oleh sang penulis ketika sedang mengingatkan sebuah perjalanan hidup kepada temannya. Penulis mengatakan, pentingnya responsif agama Islam tentang rukun iman yang keenam. Di mana uraiannya dimulai dari iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab, iman kepada rasul, iman kepada kiamat dan iman kepada qada dan qadar. Penulis mengatakan kita harus yakin bahwa Allah bisa menghidupkan dan mematikan, bisa menyembuhkan sakit dan memberi rezeki. Untuk itu perlunya kita membersihkan diri dan hati kita hingga Allah berkenan mengabulkan doa-doa kita.

Berdoalah kepada-Ku, akan Aku kabulkan permintaanmu, firman Allah dalam Al-Qur'an. Al-Qur'an adalah mukjizat hingga akhir zaman. Berbeda dengan mukjizat lainnya yang berlaku hanya untuk nabi dan hanya saat itu terjadi. Mukjizat Al-Qur'an sepanjang zaman, bukan hanya nabi Muhammad yang bisa menggunakan, tapi kita umatnya diberi pusaka Al-Qur'an untuk mewujudkan mukjizat itu. Berdoalah, bersandarlah sepenuhnya ke Allah, insyaallah mukjizat itu bisa kita dapatkan. Allah memberi soal, pasti ada jawaban Allah Maha Rahman dan Maha Rahim.

Dengan bersandar kepada-Nya, kita bisa menerima takdir yang telah ditetapkan oleh Allah. Karena dengan takdir kita bisa menjadi hamba yang totalitas kepada sang pemilik kehidupan, tidak pernah berhenti untuk berdoa di setiap kapan pun, selalu mencintai Allah dan rida atas hidup yang digenggam.

Semoga kita bisa mengambil teladan dari sosok sang penulis, yaitu Bunda Ratty S. Leman, seorang ibu tangguh yang luar biasa, meleleh aku dibuatnya.

Tetapi mungkin untuk melengkapi kerennya buku ini, bisa disampaikan trik secara langsung ketika amanah istimewa ini sedang mengalami keunikannya, bagaimana mengatasinya, teknik apa yang dilakukan selain dari apa yang sudah disampaikan di buku ini.

Tetapi selebihnya ini buku recommended untuk dimiliki. Buku penuh hikmah bagi semua para ibu. Karena sesungguhnya anak adalah amanah istimewa yang kelak akan mengantarkan kita kepada janah-Nya. Anak istimewa adalah anugerah dan jalan menuju pahala besar. Untuk itu didiklah anak-anak kita dengan penuh cinta dan kasih sayang serta kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. [Ni]

Baca juga:

0 Comments: