Headlines
Loading...

Oleh: Beta Arin Setyo Utami, S.Pd.
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.Com—Indonesia, negeri dengan sejuta proyek dan program, tetapi tampak prematur, bahkan sering menuai polemik di lapangan. MBG misalnya, program yang digadang-gadang menjadi pendongkrak elitabilitas pemerintah di era ini. Tak tanggung-tanggung dana yang digelontorkan bisa mencapai ribuan triliun. MBG dinilai bisa meningkatkan gizi anak-anak sebagai investasi SDM demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Namun, idealisme tersebut dihadapkan pada realitas yang pahit, penuh kontroversi. 

Mulai dari anggaran yang disunat dan rumit dalam pengelolaan, menu makanan yang monoton hingga basi tak layak konsumsi bahkan beracun, pemerataan program MBG hingga hari ini belum juga tercapai, ketidakjelasan penanggung-jawab program hingga guru dikorbankan, pengelola SPPG yang awalnya ditargetkan untuk UMKM justru jatuh di tangan anak-anak pejabat tanpa kompetensi, ahli gizi dikesampingkan bahkan serasa tanpa edukasi, perencanaan dan pengawasan, yang ada asal kenyang bahkan asal-asalan dalam menjalankan program, serta berjibun polemik lainnya yang mengiringi implementasi MBG. 

Entah mengapa, kebijakan di negara kita seringnya jatuh ke tangan pihak yang minim keterampilan, hanya bermodal koneksi atau orang dalam, semua urusan bisa diatur. Sehingga pihak atau orang yang benar-benar mempunyai kompetensi bisa terpinggirkan dan tak laku hanya gegara minim bahkan nol koneksi. 

Sudah sekian banyak program di Indonesia dengan sejuta idealisme, tapi sering berjalan dan berakhir dengan ketidakberesan. Mungkinkah MBG ini juga akan berakhir sama? Jika implementasinya saja sudah terendus banyak ketidakberesan. 

Maka pemerintah semestinya menerapkan kebijakan “the right man in the right place” untuk semua program dan proyek, terlebih untuk kesejahteraan rakyatnya. MBG misalnya, pemerintah seharusnya menempatkan orang-orang atau pihak yang kompeten di bidangnya, mulai dari perencanaan program hingga anggaran yang jelas, aplikasi di lapangan (SPPG, ahli gizi, sampai pendistribusian) dan tim evaluasi kinerja yang independen.

Besar harapan masyarakat, berbagai program pemerintah bisa tepat sasaran dan dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat luas. MBG dan program lainnya dijalankan dengan penuh amanah. [Ni]

Baca juga:

0 Comments: