Headlines
Loading...

Oleh: Imas Sunengsih, S.E., M.E.
(Aktivis Muslimah Intelektual)

SSCQMedia.Com—Berita viral tengah menghiasi dunia maya. Pasalnya, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, KH Hasan Abdullah Sahal, dengan lantang telah mengoreksi penguasa secara langsung pada acara resepsi kesyukuran 100 tahun pesantren.

Sebagaimana dikutip dari DetikJatim, kiai tersebut mengatakan dalam pidatonya, jika makanan, pakaian, kendaraan, atau rumahnya melebihi para santri, dirinya boleh diprotes, dikritik, atau didemo (DetikJatim, 19/9/2026).

Pernyataan beliau tidak hanya mengingatkan dirinya, tetapi juga mengingatkan pemimpin secara umum, termasuk pemimpin negara. Untuk itu, jika menjadi pemimpin, seseorang tidak boleh antikritik. Justru, pemimpin harus menerima dengan senang hati kritik dari rakyat dalam rangka melakukan perbaikan ke depannya.

Pemimpin di negeri Islam hari ini antikritik, padahal pemerintahannya adalah demokrasi yang seharusnya membuka lebar ruang kritik dari rakyat. Namun, pada faktanya, mereka tidak mau dikritik, malah menunjukkan sikap marah dan represif.

Dalam Islam, mengoreksi penguasa merupakan kewajiban, terlebih bagi ulama. Ulama merupakan pewaris para nabi yang memiliki amanah untuk memuhasabahi penguasa agar berjalan di jalan yang benar sesuai dengan syariat Islam. Ulama merupakan sosok yang sederhana, tetapi kaya ilmu. Ulama seperti inilah yang dirindukan umat hari ini.

Allah Swt. berfirman dalam Ali 'Imran ayat 104:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ۝١٠٤

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung."

Kemudian, perintah amar makruf nahi mungkar juga ditujukan kepada penguasa. Rasulullah saw. bersabda, "Agama adalah nasihat." Para sahabat bertanya, "Untuk siapa?" Beliau menjawab, "Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslim, dan seluruh kaum muslim." (HR. Muslim).

Dalam Islam, ulama dan penguasa tidak bisa dipisahkan. Ulama, sebagai pewaris nabi, berkewajiban mengoreksi penguasa, sedangkan penguasa merupakan pelaksana syariat Islam. Namun, sayangnya, hari ini ulama pewaris nabi tidak banyak. Masih banyak yang menjadi ulama su' yang cinta dunia dan takut mati.

Sudah saatnya para ulama kembali kepada syariat Islam dan kembali memperjuangkannya sampai tegak dalam institusi negara. Ulama memiliki peran yang sangat strategis dalam memahamkan kaum muslim untuk kembali kepada Islam.

Di tengah sistem kapitalisme dan sekularisme hari ini, kaum muslim semakin jauh dari pemahaman Islam. Standar kebahagiaan hanya pada materi, bukan halal dan haram. Inilah tugas bersama, termasuk para ulama, untuk berpikir benar. Seharusnya, yang menjadi standar adalah syariat Islam. Inilah jalan hidup yang akan menyelamatkan kaum muslim di dunia dan akhirat.

Untuk itu, mari berfokus pada perjuangan Islam dengan mengerahkan segenap daya dan upaya. Jangan menyerah jika ada ujian datang. Tetap hadapi dengan tenang dan pantang menyerah.

Ingat, Rasulullah saw. pun memperjuangkan tegaknya sistem Islam kafah dalam institusi negara Islam dengan mengorbankan pemikiran, waktu, harta, bahkan nyawa sekalipun. Rasulullah saw. tidak pernah berputus asa dalam mendakwahkan Islam.

Metode perjuangan Rasulullah saw. wajib kaum muslim contoh sebagai metode dakwah untuk mengembalikan kehidupan Islam dengan tegaknya kembali sistem Islam kafah dalam institusi Khilafah ala Minhaj an-Nubuwwah.

Hanya sistem Islam kafah sajalah satu-satunya solusi problematika kehidupan hari ini. Kehidupan akan kembali baik dan tidak akan terjadi kekacauan serta kerusakan yang telah ditimbulkan oleh sistem kapitalisme sekuler.

Dengan demikian, warisan yang paling berharga dari Rasulullah saw. yaitu Khilafah ala Minhaj an-Nubuwwah, sebuah negara Islam yang akan menerapkan dan menegakkan sistem Islam secara sempurna dalam tatanan kehidupan.

Kehidupan akan tertata dengan rapi dan cahaya Islam akan menjadi cahaya yang menyinari sampai ke seantero jagat raya. Peradaban yang diciptakan pun merupakan peradaban agung yang keagungannya tidak tertandingi oleh peradaban mana pun.

Telah terbukti selama belasan abad dengan fakta dan data bahwa hanya peradaban Islam yang memanusiakan manusia dan mengurus dengan baik segala kebutuhan rakyat. Negara Islam akan bertanggung jawab penuh dalam menjalankan kewajibannya mengurus rakyat karena amanah tersebut akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt.

Yakinlah, kejayaan Islam akan segera datang atas izin Allah Swt. Tinggal tugas kita untuk bersungguh-sungguh dengan penuh keyakinan akan mulianya perjuangan ini, dengan tetap mengobarkan semangat sampai akhir hayat.

Yuk, rapatkan barisan dan kokohkan perjuangan dengan kelompok dakwah ideologis yang senantiasa konsen dalam perjuangan karena umat sedang membutuhkan solusi tuntas dari berbagai sumber kerusakan hari ini.

Wallahu a'lam bishawab. [US/UF]

Baca juga:

0 Comments: