Headlines
Loading...
Tata Ruang Islami Baghdad, Inspirasi dan Solusi Kota-Kota di Indonesia

Tata Ruang Islami Baghdad, Inspirasi dan Solusi Kota-Kota di Indonesia

Oleh: Dhevi Firdausi, S.T.
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.Com—Dewasa ini, Indonesia memiliki banyak sekali problematika di berbagai lini kehidupan. Tak terkecuali dalam bidang infrastruktur, yakni perencanaan tata ruang kota yang kurang baik. Perencanaan kota yang buruk pada akhirnya berdampak pada menurunnya kualitas hidup masyarakat. Ketika kualitas hidup rakyat menurun, kesejahteraan yang merata hanyalah tinggal mimpi belaka.

Perkotaan di Indonesia saat ini sedang menghadapi banyak masalah, di antaranya banjir, polusi, dan kemacetan. Minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH), buruknya sistem drainase atau saluran air, serta desain jalan raya yang tidak tepat berkontribusi terhadap meningkatnya masalah banjir di perkotaan. Banyaknya jumlah kendaraan bermotor, sementara RTH kian berkurang, dapat memicu polusi udara. Pesatnya peningkatan jumlah kendaraan pribadi, jika tidak diimbangi dengan penambahan kapasitas jalan, akan mengakibatkan kemacetan lalu lintas (Kompas.com, 25/7/2025).

Berbagai problem perkotaan ini membutuhkan solusi nyata, dan hanya Islam yang memilikinya. Islam merupakan agama yang sempurna karena datang dari Allah Swt., Sang Pencipta. Syariatnya tidak hanya mengatur ibadah ritual semata, tetapi juga mengatur segala aspek kehidupan manusia, termasuk arsitektur di dalamnya. Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. dan para khalifah setelahnya.

Pada masa kejayaan peradaban Islam di bawah kepemimpinan Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur dari Bani Abbasiyah, tata kota yang diterapkan di Baghdad mendapatkan perhatian dari seluruh penjuru dunia.

Bentuk tata ruang kota Baghdad sangat unik, yakni berbentuk lingkaran dengan masjid sebagai pusat pemerintahannya. Berikut ini penjelasan bagian-bagian kota tersebut:

  1. Bentuk lingkaran
    Dari kota Baghdad ini kita dapat belajar bahwa tata ruang sebuah kota bisa berbentuk geometri lingkaran. Bentuk ini menjadi simbol kemajuan, mengingat pada waktu itu Baghdad merupakan pusat kebudayaan dan peradaban dunia. Selain itu, bentuk lingkaran menghasilkan efisiensi dalam pertahanan, keamanan, dan konstruksi bangunan.

  2. Masjid sebagai pusat ibadah dan pemerintahan
    Dalam tata ruang kota Baghdad, masjid terletak tepat di tengah lingkaran sebagai poros. Sejak zaman Rasulullah saw., masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah ritual, tetapi juga berfungsi sebagai pusat peradaban, pemerintahan Islam, dan tempat musyawarah penyelesaian berbagai persoalan masyarakat. Masjid menjadi tempat yang paling ramai dikunjungi, sehingga letaknya harus dapat dijangkau masyarakat luas, yakni di tengah kota.

  3. Istana khalifah dikelilingi permukiman penduduk
    Tempat tinggal Khalifah Al-Mansur terletak di pusat kota bundar, tepat di sebelah masjid. Hal ini menjadi pengingat bahwa sebagai seorang kepala negara, beliau harus tunduk pada Al-Qur’an dan sunah Rasulullah saw. Tata letak ini mempermudah beliau dalam menjalankan amanah dan wewenangnya sebagai pemimpin umat. Dengan letaknya yang berada di pusat kota, masyarakat yang ingin mengadukan persoalan dapat dengan mudah bertemu dengan sang kepala negara.

  4. Pasar
    Pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat terletak dekat dengan pusat pemerintahan, yaitu masjid dan istana khalifah. Dengan demikian, khalifah dapat dengan mudah mengontrol agar kegiatan jual beli dilakukan dengan jujur, adil, bebas riba, dan tanpa penimbunan barang.

  5. Permukiman penduduk
    Permukiman penduduk dibangun secara terstruktur mengelilingi pusat kota. Karena berbentuk bundar, permukiman ini dibagi menjadi empat kuadran, masing-masing memiliki pintu gerbang untuk berhubungan dengan kota lain. Permukiman warga sipil terpisah dari permukiman militer.

  6. Jalan primer, sekunder, dan tersier
    Pembagian infrastruktur jalan berfungsi untuk mengurai kemacetan lalu lintas. Jalan primer berada di pusat kota dan menghubungkan berbagai fasilitas umum. Jalan sekunder berperan penting dalam kelancaran distribusi barang dan jasa, sedangkan jalan tersier biasanya lebih sepi dan berada di area perumahan. Pembangunan ketiga jenis jalan tersebut dilakukan secara merata dan proporsional.

  7. Rumah sakit
    Rumah sakit merupakan fasilitas yang disediakan khalifah bagi warga secara gratis. Selain untuk merawat pasien, rumah sakit juga menjadi pusat penelitian dan penemuan obat-obatan baru. Rumah sakit di Baghdad bahkan menjadi pusat kemajuan ilmu kedokteran dunia.

  8. Sekolah
    Sekolah menjadi pusat keilmuan yang melahirkan para penemu dalam bidang sains dan teknologi. Pendidikan diatur terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan, sehingga pergaulan mereka sangat terjaga. Kurikulum pendidikan dibuat berasaskan akidah Islam, sehingga lahirlah generasi berkepribadian sesuai Al-Qur’an dan sunah Rasulullah saw.

  9. Parit raksasa sebagai sistem keamanan
    Sistem keamanan kota Baghdad dilengkapi parit besar yang mengelilingi seluruh kota, mencontoh strategi Rasulullah saw. pada Perang Khandaq. Parit ini menjadi inspirasi bagi sistem pertahanan berbagai negara di dunia. Selain sebagai benteng pertahanan, parit raksasa tersebut juga menyalurkan air bersih ke seluruh kota. Di sepanjang parit dibangun pos jaga tentara Islam sebagai perlindungan bagi kaum Muslim.

  10. Taman kota
    Meski menjadi mercusuar dunia, pembangunan gedung-gedung di Baghdad tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Ruang Terbuka Hijau dan taman kota dipertahankan di sekitar fasilitas umum di pusat kota. Area ini berfungsi sebagai daerah resapan air sekaligus menjaga kesegaran udara perkotaan.

Dengan pengaturan tata kota yang berkualitas, kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. Terpenuhinya standar kebutuhan masyarakat seperti taman kota, RTH, sistem drainase yang baik, serta desain jalan yang tepat menjadi solusi bagi problematika perkotaan. Semua fasilitas tersebut merupakan kewajiban negara untuk menyediakannya.

Demikianlah dampak ketika syariat Islam diterapkan secara sempurna dalam seluruh aspek kehidupan. Tidak hanya problematika manusia yang terselesaikan, tetapi juga keagungan peradabannya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dunia, termasuk dalam penataan kota. Andai konsep tata ruang kota Baghdad yang Islami diterapkan, niscaya banyak persoalan perkotaan dapat terurai dan terselesaikan dengan baik.

[MA]


Baca juga:

0 Comments: