Headlines
Loading...

Oleh: Rohmawati
(Kontributor SSCQMedia.com)

Dulu ia gagah perkasa,
memantulkan kilau bagai permata.
Menyimpan mutiara di balik lembah dan bukitnya,
melepas dahaga setiap jiwa.

Kini semesta bersuara dalam senyap,
membisu di balik luka yang mengelap.
Hanya detak detik yang menghempas,
menegur insan yang lalai dan lemas.

Letih merayap di setiap jengkal raga,
saat keindahan hanya dipandang sebelah mata.
Sungguh, perih menyayat jiwa,
menyaksikan asri bumi perlahan sirna.

Waktu telah usai bagi kenangan,
tertimbun serakah nafsu insan.
Padahal Sang Pencipta telah memperingatkan,
agar tak mengabaikan tanda kemurkaan-Nya.

Jakarta, 14 September 2026

Baca juga:

0 Comments: