Headlines
Loading...

Oleh: Ratty S. Leman
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.Com—

وَقَاتِلُوْهُمْ حَتّٰى لَا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ كُلُّهٗ لِلّٰهِۚ فَاِنِ انْتَهَوْا فَاِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ۝٣٩

"Perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah (penganiayaan atau syirik) dan agama seutuhnya hanya bagi Allah. Jika mereka berhenti (dari kekufuran), sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan."
(QS Al-Anfal: 39)

Berusaha menulis opini setiap hari selama 30 hari, lalu mewujudkannya dengan membuat buku solo opini. Bagiku, upaya ini adalah salah satu bentuk pengamalan dari Al-Qur'an Surah Al-Anfal ayat 39 di atas.

Bagaimana tidak? Para penulis bersungguh-sungguh berpikir keras, memutar dan memeras otak, mengurai serta menjalin kata-kata menjadi kalimat yang tajam, lugas, tegas, dan bertanggung jawab. Bukan hal mudah merangkai kata menjadi kalimat utuh yang mampu menghujam akal dan masuk ke dalam hati sanubari.

Mereka berjuang melalui tulisan agar tidak ada lagi fitnah dalam agama yang lurus ini. Islamofobia harus dihilangkan. Tidak masuk akal jika seseorang mengaku beragama Islam, tetapi membenci agamanya sendiri dan tidak mau tunduk serta patuh pada aturan yang telah ditetapkan agamanya.

Inilah fakta yang terjadi saat ini. Jika Rasulullah saw. dahulu berdakwah kepada kaum kafir Quraisy agar masuk Islam secara kaffah, saat ini kita dihadapkan pada kenyataan bahwa masyarakat mengakui dirinya beragama Islam, tetapi tidak mengetahui bagaimana Islam mengatur seluruh aspek kehidupan mereka.

Islam tidak hanya mengatur ibadah salat, puasa, zakat, dan haji, tetapi juga mengatur bagaimana manusia berpolitik, berekonomi, bermasyarakat, bergaul, berbudaya, serta mengatur pertahanan dan keamanan negeri Muslim dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Islam tidak hanya mengatur individu, tetapi juga cara bermasyarakat dan bernegara. Demi kecintaan kepada anugerah Allah berupa negeri yang indah dan kaya raya ini, kaum Muslimin berusaha berkontribusi dengan membuka pikiran dan memperluas cakrawala berpikir. Negeri ini harus dibangun dengan cara yang benar sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, bukan dengan cara manusia lain yang berusaha menjajah.

Penulis-penulis Sahabat Surga Cinta Qur'an (SSCQ) rajin-rajin. Para penulis yang rajin dan perlu dicontoh karena kecintaannya pada anugerah Allah berupa negeri ini berusaha membuat tulisan opini hingga akhirnya dikumpulkan menjadi buku.

Para mastah tersebut di antaranya Ustazah Yuliati Sugiono. Saya mempunyai dua buah buku karya beliau, yaitu Harapan Negriku dan Mutiara Dakwah Islam.

Buku karya Mbak Ruth Sri Wahyuningsih baru saya punya satu, yaitu Negeri Bertuah Kehilangan Muruah. Selanjutnya, saya mempunyai buku opini karya Bu Evi Pahala Fahhala yang berjudul Merajut Opini Membangun Peradaban Islam.

Ingin rasanya mempunyai buku solo opini seperti para mastah opini ini. Semoga saya bisa mengikuti jejak mereka.

Challenge opini sudah dimulai hari ini, 5 Juli 2026. Namun, sampai malam tiba, tulisan opini belum juga dibuat. Alasannya banyak, di antaranya kecapekan setelah seharian, dari pagi hingga sore, pergi bersama keluarga. Anak-anak sedang liburan sehingga saya berusaha mengoptimalkan waktu libur hari Ahad bersama mereka.

Hari pertama berlalu tanpa karya tulisan opini. Semoga besok bisa menulis tanpa banyak alasan lagi.

Saya buka-buka kembali kontribusi saya dalam tulisan opini. Jika tiga tahun yang lalu sanggup menulis satu opini setiap hari, mengapa saat ini tidak sanggup mengikutinya? Rantai gajahnya apa sehingga begitu sulit dan membelenggu?

Tidak percaya diri karena tulisannya terasa berat? Tidak harus langsung menjadi buku yang diserahkan ke SSCQ Publishing. Cukup kirim satu per satu terlebih dahulu tulisanmu ke SSCQMedia. Niscaya, akan engkau dapati harapan untuk membuat buku opini seperti para mastah itu.

Ayo, segera tulis opinimu dan kirimkan ke meja redaksi!

Bogor, 5 Juli 2026

[My/Wa]

Baca juga:

0 Comments: