Oleh: Ummu Riri
(Aktivis Muslimah)
SSCQMedia.Com – Palestina terus berdarah. Gencatan senjata seolah hanya menjadi ilusi. Mereka menjerit, tetapi tak didengar, sementara jumlah korban terus bertambah. Padahal, jumlah tentara muslim di berbagai negara sangat banyak, kekuatan umat Islam tidak dapat dipandang remeh, dan pertolongan Allah Swt. senantiasa ada. Lantas, apa alasan terbesar sehingga kaum muslim belum mampu melawan kezaliman yang dilakukan Israel?
Sejak 7 Oktober 2023, warga Palestina terus berguguran. Tercatat sebanyak 73.058 warga Palestina meninggal dunia dan 173.488 lainnya mengalami luka-luka. Pada Senin, 29 Juni 2026, tiga orang kembali meninggal dunia akibat serangan udara Israel di Deir el-Balah, Gaza Tengah. Korban terdiri atas seorang anak berusia delapan tahun dan dua pria, sementara beberapa orang lainnya mengalami luka-luka. Gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025, tetapi militer Israel terus melakukan perluasan wilayah. Mereka juga mengeluarkan perintah pengungsian paksa. Warga Palestina dilarang mendekati wilayah "Garis Kuning", yaitu kawasan yang telah diduduki Israel. Sejak Maret 2026, Israel telah menguasai 64 persen wilayah Palestina. (Tempo.com, 29/6/2026)
Tabiat Kaum Yahudi
Allah Swt. telah memberikan banyak karunia kepada Bani Israil dengan mengutus banyak nabi dan rasul di tengah-tengah mereka. Namun, berulang kali kesepakatan gencatan senjata dibuat, berulang kali pula Zionis Yahudi melanggar perjanjian. Allah Swt. telah mengungkap tabiat kaum Yahudi di dalam Al-Qur'an agar kaum muslim lebih waspada. Allah Swt. berfirman,
يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَاَنِّيْ فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ
"Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan bahwa Aku telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu)." (QS. Al-Baqarah: 47)
Allah Swt. memberikan banyak nikmat kepada mereka. Di antaranya, Allah menyelamatkan mereka dari kekuasaan Fir'aun dan menurunkan kitab-kitab kepada mereka. Sebagian dari mereka beriman kepada Allah Swt. dan menjadi pengikut Nabi Isa a.s., seperti kaum Hawariyyun. Sebagian lainnya tetap berada dalam kesesatan, mengingkari Allah Swt. dan para nabi, serta mengobarkan permusuhan terhadap orang-orang yang beriman.
Berbagai tabiat buruk kaum Yahudi yang pertama adalah gemar mengkhianati janji, sebagaimana tampak dari sikap mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah Swt. Kedua, kejahatan terbesar mereka adalah membunuh para nabi dan rasul. Di antara utusan Allah yang mereka bunuh adalah Nabi Zakaria a.s. dan Nabi Yahya a.s. Adapun Nabi Isa a.s. dan Nabi Muhammad saw., Allah Swt. menyelamatkan keduanya dari upaya pembunuhan. Ketiga, mereka merupakan kaum yang sangat keras permusuhannya terhadap Islam dan terus berupaya agar kaum muslim mengikuti agama mereka.
Rekam jejak permusuhan dan kebencian kaum Yahudi terhadap umat Islam telah dijelaskan dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila Zionis Yahudi semakin percaya diri melakukan berbagai kerusakan. Mereka bukan hanya mengusir warga Palestina, tetapi juga menyerang dan menembaki jemaah yang sedang salat di Masjidil Aqsa. Mereka juga membunuh anak-anak yang tidak berdosa, mengebom pasar, sekolah, rumah sakit, masjid, gereja, serta permukiman warga.
Sangat disayangkan, para pemimpin dunia Islam seolah menutup mata terhadap kenyataan tersebut sehingga tidak mau atau tidak mampu menghentikan kezaliman yang dilakukan Zionis Israel terhadap rakyat Palestina. Kecaman demi kecaman yang disampaikan para pemimpin negara tidak mampu menghentikan rudal dan bom yang terus dilancarkan Israel. Zionis tidak takut terhadap kecaman. Mereka harus dilawan dengan kekuatan yang sebanding.
Cara Islam Menghadapi Yahudi
Pengkhianatan kaum Yahudi telah tampak nyata dan perilaku keji mereka telah disaksikan oleh dunia. Karena itu, tidak pantas jika mereka hanya mendapatkan kecaman. Sungguh ironis apabila di negeri-negeri yang mayoritas penduduknya muslim justru muncul individu maupun kelompok yang membela kebiadaban Zionis Israel. Bahkan, ada yang berpendapat bahwa Israel membutuhkan perlindungan. Perlindungan seperti apa yang pantas diberikan kepada pelaku genosida?
Allah Swt. telah melarang kaum muslim cenderung kepada orang-orang yang berbuat zalim karena hal itu dapat menyeret ke dalam azab-Nya. Seorang muslim, terlebih seorang pemimpin, tidak seharusnya terperdaya oleh kaum Yahudi. Kaum muslim juga tidak boleh menaruh kepercayaan kepada negara-negara Barat yang mendukung eksistensi negara Zionis. Mereka telah bersekutu untuk menghalangi tegaknya kembali Islam di muka bumi.
Sangat memprihatinkan, penguasa di negara-negara Arab dan dunia Islam tidak hanya berdiam diri menyaksikan kezaliman di Palestina. Mereka justru menutup perbatasan sehingga menghalangi masuknya para pengungsi Palestina yang membutuhkan pertolongan. Para penguasa itu juga enggan mengerahkan tentara, tank, pesawat tempur, maupun drone militer untuk membela rakyat Palestina.
Mereka melupakan satu hal bahwa jabatan dan kekuasaan yang dimiliki tidak sebanding nilainya dengan darah seorang mukmin. Jika para penguasa Islam tidak mampu membela saudara-saudaranya di Palestina, sudah saatnya umat Islam memikirkan jalan menuju persatuan umat. Diam di hadapan kezaliman merupakan dosa besar. Kaum muslim harus menempatkan diri di barisan yang benar. Allah Swt. berfirman,
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَـٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ
"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kamu menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, tetapi kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik." (QS. Ali 'Imran: 110)
Kekuatan untuk membawa perubahan ada pada tentara-tentara muslim. Mereka harus bangkit menegakkan keadilan dan menjadi ansarullah. Mereka harus membebaskan kaum-kaum tertindas dari penjajah dan penguasa yang zalim. Rakyat Palestina dijajah oleh tentara Israel, sehingga sudah sepatutnya mereka dibela oleh tentara muslim, bukan dibiarkan menghadapi penjajah sebagai rakyat sipil yang tidak bersenjata. Gaza telah menjadi bukti kekuatan iman melalui kesabaran, keteguhan, dan sikap adil, bahkan terhadap musuh mereka sendiri.
Khatimah
Persoalan Palestina, sebagaimana penderitaan kaum muslim di Myanmar, Uyghur, Suriah, dan berbagai negeri lainnya, tidak akan terselesaikan secara tuntas dengan solusi yang ada saat ini. Bahkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mampu menghentikan agresi Zionis Israel yang justru semakin meningkat dengan dukungan Amerika Serikat. Umat memerlukan institusi pemerintahan yang menerapkan sistem Islam secara menyeluruh sebagai pelindung bagi seluruh rakyat, baik muslim maupun nonmuslim.
Islam merupakan solusi atas kemerosotan moral dan sosial yang melanda manusia. Islam adalah petunjuk dan rahmat bagi seluruh alam. Islam akan menjadi harapan, panduan moral, sumber keteguhan, dan pengorbanan sejati bagi umat. Institusi tersebut akan melindungi rakyat Palestina dan kaum muslim di seluruh penjuru dunia. Sudah saatnya umat Islam bersatu untuk menunaikan perintah Allah Swt. dalam menolong sesama muslim. Sudah saatnya sekat-sekat nasionalisme ditinggalkan dan umat bersatu dalam naungan khilafah Islamiyah.
Wallahu a'lam bishshawab. [Hz/IDP]
Baca juga:
0 Comments: