Refleksi Muharram: Saatnya Umat Bangkitkan Islam Kaffah
Oleh: Ummu Alfath
(Kontributor SSCQMedia.Com)
SSCQMedia.Com—Berbagai persoalan di negeri ini terus membelit rakyat sepanjang tahun, mulai dari kemiskinan struktural, judi daring, prostitusi anak, perundungan, eksploitasi seksual, hingga kekerasan yang kian merajalela. Di tingkat internasasional, genosida di Palestina terus berlangsung. Umat Islam di Gaza sengaja dibuat kelaparan, sementara para penguasa negeri-negeri muslim belum bergerak mengirimkan pasukan.
Kini 1 Muharram 1448 H telah tiba. Namun, kondisi umat Islam saat ini belum menunjukkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik, bahkan semakin jauh dari predikat khairu ummah yang diharapkan Allah Swt. dalam Al-Qur'an. Umat Islam seharusnya menjadi umat terbaik di dunia. Akan tetapi, kondisi saat ini justru menunjukkan gambaran yang sebaliknya. Alih-alih menjadi yang terdepan, umat Islam masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan.
Seluruh kenestapaan yang dirasakan kaum muslim di negeri ini merupakan buah dari penerapan sistem sekularisme kapitalisme. Standar kemanfaatan materi yang menjadi salah satu asas dalam sistem tersebut telah menggantikan standar halal dan haram yang seharusnya dipegang oleh kaum muslim. Akibatnya, kerusakan terjadi di berbagai lini kehidupan.
Salah satu faktor lemahnya umat Islam di panggung internasional adalah tidak adanya institusi Khilafah yang menyatukan dan melindungi umat. Umat Islam terpecah oleh nasionalisme dan tunduk pada kekuatan penjajah. Para pemimpin negeri-negeri muslim belum mampu mengirimkan kekuatan militer karena masih takut kepada kekuatan adidaya dunia saat ini, yaitu Amerika Serikat. Mereka khawatir kehilangan kekuasaan, jabatan, dan berbagai kemewahan yang selama ini dinikmati. Salah satu alasan yang mereka kemukakan adalah untuk menghindari bahaya yang akan menimpa masyarakat jika tidak tunduk kepada Amerika Serikat. Namun, sesungguhnya mereka lebih takut terhadap ancaman yang dapat menggoyahkan kekuasaan mereka sendiri.
Seharusnya Muharram menjadi momentum refleksi bahwa seluruh kenestapaan ini merupakan akibat jauhnya umat dari aturan Allah, bukan sekadar takdir yang harus diterima. Refleksi ini juga menegaskan bahwa berbagai persoalan umat, termasuk perpecahan dan ketidakadilan global, hanya dapat diselesaikan dengan menerapkan hukum Allah secara kafah.
Muharram selayaknya menjadi titik balik, dari penerapan sistem buatan manusia menuju penerapan sistem yang ditetapkan Allah Swt., sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. dan para sahabat. Mereka berhijrah dari Makkah yang saat itu menerapkan hukum jahiliah menuju Madinah Al-Munawwarah untuk menerapkan Islam secara menyeluruh dalam naungan sebuah negara, yaitu Daulah Islam.
Hijrah hakiki adalah berjuang meninggalkan sistem kufur, yaitu sekularisme kapitalisme, menuju sistem Islam dalam naungan Daulah Khilafah. Penerapan seluruh hukum Islam merupakan sebuah keharusan sebagai konsekuensi keimanan kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw. Oleh karena itu, penerapannya bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban bagi umat Islam.
Rasulullah saw. telah mengajarkan bahwa perubahan hakiki membutuhkan perjuangan yang panjang dan terorganisasi, sebagaimana yang beliau dan para sahabat lakukan. Hijrah dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perjuangan besar untuk menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam naungan sebuah negara. Sebab, Islam tidak akan tegak tanpa institusi negara yang menerapkannya, dan negara tidak akan kokoh tanpa hukum Islam.
Umat Islam tidak hanya wajib berjuang secara individu, tetapi juga bersama jamaah dakwah ideologis yang meneladani metode dakwah Rasulullah saw. untuk menegakkan kembali Khilafah. Institusi ini dipandang sebagai pemersatu umat yang akan memberikan perlindungan dan keadilan bagi masyarakat. Sebagaimana hijrah melahirkan masyarakat Madinah yang kuat, umat Islam juga diingatkan untuk terus memperkuat persatuan dan ukhuwah.
Dakwah yang terorganisasi sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw. merupakan perjuangan untuk mewujudkan kepemimpinan Islam yang membutuhkan kesabaran, kerja keras, dan kesinambungan dakwah. Karena itu, dakwah yang selama ini telah ditempuh perlu terus ditingkatkan dengan senantiasa mengkaji sejarah perjuangan Rasulullah saw. agar dapat mengambil hikmah dan strategi dalam menegakkan syariat Islam.
Melalui refleksi Muharram ini, umat Islam juga hendaknya senantiasa membela kebenaran serta peduli terhadap berbagai persoalan global dan penderitaan umat Islam di berbagai belahan dunia dengan landasan ukhuwah Islamiah.
Wallahu a'lam bissawab. [ry/PR]
Baca juga:
0 Comments: