Merindukan Kepemimpinan Global Islam
Oleh: Umi Nadzir
(Kontributor SSCQMedia.Com)
SSCQMedia.Com—Dunia saat ini dinilai tengah mengalami penderitaan yang luar biasa akibat kepemimpinan global Amerika Serikat dengan ideologi kapitalismenya. Umat Islam disebut mengalami keterpurukan, kezaliman, ketertindasan, dan penjajahan, bahkan semakin jauh dari keterikatan terhadap din Islam.
Berbagai bencana ekologis juga terjadi di sejumlah belahan dunia yang dinilai sebagai dampak keserakahan sistem kapitalisme global. Selain itu, tekanan dan ancaman politik serta ekonomi dari Amerika Serikat kepada berbagai negara turut memperparah kondisi global.
Ideologi Kapitalisme sebagai Akar Masalah
Amerika Serikat merupakan negara pengemban ideologi kapitalisme sekuler yang menjadikan manfaat dan kepentingan sebagai asas perbuatannya. Dalam pandangan ini, penguasaan terhadap negeri-negeri muslim dilakukan demi memperluas dominasi dan kepentingan strategis, terutama dalam penguasaan sumber daya alam.
Berbagai cara ditempuh untuk menguasai potensi ekonomi suatu negara, tanpa mengindahkan aturan maupun kecaman internasional. Konflik yang berkepanjangan di Palestina kerap dijadikan contoh bagaimana kepentingan geopolitik dan ekonomi berkelindan dalam dinamika global.
Di sisi lain, banyak negara juga menghadapi krisis ekonomi serta jeratan utang yang membengkak. Kebijakan ekonomi global yang dipengaruhi negara-negara kuat dinilai turut berkontribusi terhadap ketimpangan dan ketergantungan ekonomi di berbagai kawasan.
Urgensi Kepemimpinan Global Islam
Islam dipahami sebagai ideologi yang bersumber dari Allah Swt. dengan aturan yang lengkap dan sempurna. Penyebaran Islam bukan untuk menguasai sumber daya alam, melainkan untuk menyampaikan risalah agar manusia mendapatkan petunjuk dan menjadikan Allah sebagai tujuan hidupnya.
Dengan penerapan ideologi Islam, diyakini akan terwujud beberapa hal berikut.
Keadilan dan pemerataan kesejahteraan tanpa memandang suku, ras, dan agama.
Tumbuhnya ketakwaan individu dan masyarakat sehingga penyimpangan dan kriminalitas dapat diminimalkan. Kehidupan menjadi tenteram dan aman, meskipun potensi gangguan tetap ada sebagai bagian dari dinamika kehidupan.
Penyediaan sarana dan fasilitas di berbagai sektor oleh negara dengan pelayanan terbaik, tanpa prosedur berbelit dan tanpa membebani rakyat dengan biaya yang memberatkan.
Kemandirian dan kedaulatan negara tanpa campur tangan asing yang berpotensi menimbulkan mudarat di bidang politik, ekonomi, sosial, hukum, dan budaya.
Berbagai kebaikan tersebut diyakini dapat terwujud melalui kepemimpinan yang memiliki kesadaran tanggung jawab dan keikhlasan sebagai hamba Allah Swt., serta rasa takut akan hari pertanggungjawaban di akhirat.
Hal ini dinilai hanya dapat dicapai apabila umat Islam bersatu mewujudkan satu kepemimpinan dengan perjuangan yang sungguh-sungguh, konsisten, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt. sembari mengharapkan pertolongan-Nya.
Wallahualam bissawab. [My/HEM]
Baca juga:
0 Comments: