Headlines
Loading...
Gabung dengan BoP, Bentuk Pengkhianatan terhadap Palestina

Gabung dengan BoP, Bentuk Pengkhianatan terhadap Palestina

Oleh: Zhiya Kelana, S.Kom.
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.Com—Indonesia ikut menandatangani Board of Peace (BoP) atau dikenal dengan istilah dewan perdamaian. Alasan pemerintah ikut serta dalam hal ini untuk perdamaian Palestina. Yang selama ini belum bisa terwujud karena tidak pernah mencapai kesepakatan yaitu solusi dua negara. Di mana Palestina hidup berdampingan dengan Isr4el dengan penuh kedamaian dan jaminan bagi warganegara Isr4el (setkab.go.id, 22/1/026).

Syarat untuk bergabung menjadi anggota tetap maka Indonesia harus dengan membayar satu miliar dolar (setara Rp17 triliun). Aneh sekali rasanya, untuk menjadi anggota harus membayar dengan harga yang tak sedikit, alasannya adalah untuk merekontruksi Gaza. Meski dikatakan bahwa tidak harus menjadi anggota tetap untuk membayar itu. Dari mana dana sebesar itu? Jika bukan diambil dari APBN yang artinya akan memangkas dana lainnya. Padahal APBN diperlukan untuk membiayai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), dan program Makan Bergizi Gratis (abc.net.au, 30/1/2026).

Arah BoP sebenarnya dikendalikan oleh Trump (AS) dengan kuasa hak vetonya. Artinya Trump akan memutuskan segala perkara yang berhubungan dengan Gaza meski nanti akan ditolak oleh beberapa pemimpin negara yang telah bergabung. Ini menunjukkan bahwa AS punya kepentingan pribadi terhadap Gaza untuk membangun “Riviera Timur Tengah” yang telah direncanakan sejak lama (bbc.com, 23/1/2026).

BoP: Cara untuk Menjajah Palestina

Dibentuknya BoP bukanlah untuk perdamaian Palestina karena negara tersebut tidak dilibatkan sama sekali, melainkan hal ini untuk kepentingan geopolitik dan ekonomi AS. Trump ingin menguasai Gaza dengan mengusir penduduknya dan untuk membangun Gaza versi baru yang akan berisi gedung-gedung pencakar langit dengan wisata pantai, pelabuhan, bandara dan menara apartemen. 

BoP justru ditujukan untuk menghancurkan Palestina dengan keberadaan negara-negara muslim termasuk Indonesia ada di dalamnya untuk menjadi pelengkap dari legitimasi. BoP adalah alat untuk merealisasikan 20 poin rencana Trump atas Gaza. Kedua puluh poin tersebut diajukan oleh perdana menteri Isr4el kepada Trump.

Keikutsertaan negeri-negeri muslim dalam BoP adalah bentuk pengkhianatan terhadap muslim Gaza. Seolah para pemimpin muslim menyetujui apa yang diinginkan Isr4el terhadap Palestina termasuk genosida yang terjadi di sana. Hal ini menunjukkan mereka ada tidak untuk menjadi pembela Palestina, malah sebaliknya melanggengkan kemaksiatan dan penjajahan yang terjadi pada rakyat Gaza. 

Perdamaian untuk Palestina dengan Jihad

Palestina tidak butuh BoP maupun rencana AS. Yang dibutuhkan adalah pembebasan dari pendudukan zionis. Hal ini tidak mungkin terjadi selama AS masih berkuasa dan sistem hari ini masih dikendalikan oleh para penguasa Barat. Yang Barat inginkan adalah penguasaan terhadap tanah Palestina.

Perdamaian hakiki bagi Palestina hanya akan terjadi jika zionis hengkang dari wilayah Palestina secara keseluruhan. Dan satu-satunya jalan untuk mewujudkan hal ini adalah dengan melakukan jihad. Dan yang mampu melakukan jihad adalah Khilafah sebagai sebuah intitusi yang akan mengomando jihad akbar untuk membebaskan Palestina.

Negeri-negeri muslim tidak boleh bersekutu dengan negara kafir harbi fi’lan yang sedang memerangi muslim Palestina seperti AS dan zionis. Karena Allah telah memperingatkan orang beriman untuk tidak menjadikan orang kafir sebagai teman setia (kepercayaan) karena selalu berusaha merusak.

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil teman setia dari orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudaratan bagimu. Mereka ingin sekali melihat kamu binasa. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih jahat ...." (QS Ali Imran: 118)

Negeri-negeri muslim seharusnya bersatu dan bersegera menegakkan Khilafah agar mampu membebaskan Palestina. Umat Islam perlu menjadikan tegaknya Khilafah sebagai agenda utama dan segera merealisasikannya. Sebab, hanya dengan berdirinya Khilafah diyakini dapat menyingkirkan pengaruh Amerika dan Inggris dari percaturan internasional, menghancurkan dominasi Amerika dalam politik global, serta menyelamatkan dunia dari berbagai kezaliman yang mereka lakukan. Wallahualam. [Ni/HEM]

Baca juga:

0 Comments: