Headlines
Loading...
Sekolah Lagi "Sakit": Adab Check Out, Kekerasan Check In!

Sekolah Lagi "Sakit": Adab Check Out, Kekerasan Check In!


Oleh: Najma MR
(Penggiat Literasi)

SSCQMedia.Com—Dunia pendidikan kita di awal tahun 2026 ini lagi nggak baik-baik saja, guys. Sekolah yang harusnya jadi tempat paling aman buat kita berproses, malah mendadak jadi arena "adu mekanik" yang bikin miris. Kasus kekerasan antara guru dan murid belakangan ini seolah jadi red flag raksasa kalau nilai-nilai adab di sekolah kita lagi di ambang kehancuran.


Realitas Pahit di Awal 2026

Publik pasti udah dengar soal kasus viral pengeroyokan guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, bernama Pak Agus Saputra. Berdasarkan berita dari detikSumbagsel (14 Januari 2026), kejadian ini bermula pada Selasa, 13 Januari 2026. Katanya sih, ada murid (MUF) yang neraki gurunya dengan kata-kata nggak sopan pas jam pelajaran. Pak Agus negur, eh situasinya malah makin chaos sampai terjadi pengeroyokan fisik oleh belasan siswa.

Dramanya nggak berhenti di situ. Versi murid yang dirilis Tribun Jambi (15 Januari 2026) bilang kalau si guru ini juga sering ngomong kasar, bawa-bawa orang tua, sampai ngatain muridnya "bodoh" dan "miskin". Mediasi pun gagal total, dan KPAI sampai turun tangan sebagaimana dilansir Kompas.com (18 Januari 2026) karena nggak ada titik temu antara perlindungan guru dan hak anak.

Di Magelang juga nggak kalah tegang. Meskipun Pemkot Magelang lagi gencar-gencarnya kampanye anti-bullying di awal Januari 2026 lewat portal resmi Magelangkota.go.id, tapi kenyataannya kasus tawuran dan attitude pelajar masih jadi PR besar. Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, sampai bilang kalau kondisi ini sudah melanggar hak asasi kita buat dapet pendidikan yang aman dan bebas rasa takut.

Mengapa Sekolah Menjadi Ruang yang Toksik?

Pengeroyokan aja, pengeroyokan guru atau guru yang nge-hina murid itu bukan cuma soal emosi sesaat. Ini problem serius dari dunia pendidikan yang sedang tidak baik-baik saja. Relasi guru dan murid yang harusnya asik, saling menghargai (ta’dzim) dan penuh kasih sayang (rahmah), sekarang malah isinya cuma ketegangan dan dendam.

Di satu sisi, banyak dari kita yang mulai kehilangan batas adab, berani ngomong kasar ke guru sampai main fisik. Tapi di sisi lain, kita juga nggak bisa tutup mata kalau ada oknum guru yang "mulutnya pedas", suka ngerendahin harga diri murid, atau nge-labelin kita cuma gara-gara nilai atau status ekonomi. Ini bener-bener lingkaran setan kekerasan yang bikin sekolah jadi tempat yang toxic.

Kenapa bisa gini? Ya, inilah buah pahit sistem pendidikan sekuler-kapitalis. Sekolah cuma fokus gimana caranya kita dapet nilai bagus biar bisa masuk dunia kerja, tapi kita lupa dididik gimana caranya jadi manusia yang punya akhlak. Nilai-nilai agama cuma jadi pajangan, nggak bener-benar dipraktekkan di kehidupan sekolah sehari-hari.

Kembalikan Nilai Islam dalam Pendidikan

Islam sebenernya punya cara yang clear banget buat nyelesain masalah ini. Karena tujuan utama Rasulullah saw. diutus itu buat nyempurnain akhlak. Ini beberapa prinsip yang harusnya ada di sekolah kita:

 Pertama, adab before ilmu. Point ini penting banget. Ilmu kalau nggak ada adabnya cuma bikin orang jadi pinter tapi sombong. Murid dididik buat nge-respect guru, dan guru wajib banget sayang sama murid, bukan malah nge-hina.

 Kedua, guru itu role model, bukan robot. Guru itu uswatun hasanah. Guru punya amanah buat jaga lisan dan jadi teladan yang baik. Kalau gurunya aja suka ngomong kasar, ya jangan kaget kalau muridnya ikutan.

Ketiga, kurikulum berbasis akidah. Negara punya peran buat mastiin kurikulum nggak cuma ngejar pasar, tapi bener-bener ngebentuk kepribadian kita secara Islami. Setiap mata pelajaran diarahkan buat bentuk karakter, bukan cuma kompetensi.

Saatnya Menghidupkan Kembali Adab

Kasus di sekolah, mau itu di Jambi atau Magelang, itu ibarat cermin retak yang harus segera diperbaiki. Kita nggak bisa terus-terusan cuma lapor polisi atau mediasi formal tanpa nyentuh akar masalahnya. Masalah utamanya adalah dunia pendidikan kita kehilangan nilai Islam.

Sekarang saatnya kita balikin lagi "ruh" pendidikan Islam ke sekolah-sekolah kita. Biar guru kembali dimuliakan, dan murid ngerasa disayangi serta dilindungi. Kita butuh pendidikan yang nggak cuma bikin otak encer, tapi bikin hati jadi adem dan beradab. Stay respectful, stay gold! Gimana? [My/AA]

Baca juga:

0 Comments: