Headlines
Loading...
Isolasi Internasional atas Israel, Solusi Bebaskan Gaza dari Genosida?

Isolasi Internasional atas Israel, Solusi Bebaskan Gaza dari Genosida?

Oleh: Najah Ummu Salamah
(Komunitas Penulis Peduli Umat)

SSCQMedia.Com — Makin hari kondisi warga Gaza semakin menderita. Ambisi Israel untuk menguasai Jalur Gaza kian membabi buta. Pada 18 September 2025, Israel sengaja memutus saluran listrik, telekomunikasi, dan internet. Hal ini menyebabkan warga Gaza makin terisolasi. Banyak keluarga kehilangan kontak, lembaga kemanusiaan kesulitan memantau korban, dan rumah sakit mengalami hambatan dalam mengevakuasi pasien.

Di tengah situasi tersebut, Israel mengerahkan tank-tank yang menembakkan bom ke gedung-gedung dan permukiman warga. Tak ada pilihan lain bagi warga Gaza kecuali menyelamatkan diri dan mengungsi ke Jalur Salah al-Din.

Sejak Israel mengumumkan akan menguasai wilayah Gaza pada 10 Agustus 2025 lalu, tercatat sebanyak 48.000 warga mengungsi. Mereka berjalan kaki hingga sembilan jam di tengah cuaca ekstrem karena tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya transportasi. Yang lebih menyedihkan, banyak di antara mereka adalah wanita, anak-anak, dan lansia. (tribunnews.com, 19/9/2025)

Isolasi Internasional terhadap Israel

Berbagai negara Eropa saat ini tidak hanya mengecam tindakan Israel atas Gaza, tetapi juga melakukan embargo politik, ekonomi, budaya, bahkan olahraga terhadap Israel.

Belgia, misalnya, melarang impor dari Israel. Spanyol mengubah kebijakan embargo senjata secara de facto menjadi undang-undang. Selain itu, Spanyol juga melarang kapal dan pesawat yang membawa senjata ke Israel untuk berlabuh, mendarat, dan memasuki kawasan udaranya.

Norwegia juga akan melakukan divestasi terhadap perusahaan yang terdaftar di Israel. Selain itu, Uni Eropa akan melakukan penangguhan perdagangan dengan Israel.

Di Hollywood, seruan pemboikotan terhadap festival, perusahaan, dan penyiaran Israel telah ditandatangani oleh sekitar 4.000 orang. Di bidang olahraga, keikutsertaan Israel juga mendapat tekanan, seperti saat balapan dan kompetisi catur di Spanyol pertengahan September lalu.

Isolasi internasional ini mendapatkan dukungan kuat dari PBB. Hal itu tampak dari pernyataan Inggris, Australia, Belgia, dan Kanada yang akan mengakui Palestina sebagai negara. (bbc.com, 16/9/2025)

Namun, apakah isolasi internasional ini benar-benar berdampak pada sikap Israel atas Gaza?

Isolasi Internasional: Langkah Sia-sia

Banyak pihak meragukan bahwa isolasi internasional atas Israel akan mengubah kebijakannya terhadap genosida di Gaza. Mengingat Jerman, Italia, dan Hongaria menolak langkah Uni Eropa yang membatalkan sebagian perjanjian dengan Israel.

Dukungan Amerika Serikat terhadap Israel juga masih sangat kuat. Hal ini terbukti dari bantuan dana, persenjataan, dan dukungan militer yang begitu besar. Bahkan, baru-baru ini Menteri Luar Negeri Amerika, Marco Rubio, menegaskan bahwa hubungan Washington dengan Israel tetap kuat. (bbc.com, 16/9/2025)


Gaza Butuh Tentara

Umat Islam harus menyadari bahwa Gaza tidak hanya membutuhkan kecaman dan embargo internasional terhadap Israel. Semua kebijakan embargo negara-negara Eropa hanya bersifat sementara. Selama kapitalisme menjadi ideologi negara, hubungan internasional tetap berpijak pada asas untung rugi materi. Mereka tidak akan pernah bisa diharapkan untuk membebaskan Palestina.

Sejatinya, Gaza dan Palestina membutuhkan tentara kaum muslimin yang berjihad untuk membebaskannya. Oleh karena itu, tidak ada solusi nyata selain persatuan kaum muslimin dalam sistem khilafah.

Khilafah akan mengomandoi tentara kaum muslimin untuk bergerak dengan semangat jihad fii sabilillah. Sejarah telah membuktikan bahwa Palestina pernah dibebaskan dari hegemoni kaum kafir pada masa Khalifah Umar bin Khattab dan Shalahuddin al-Ayyubi.

Maka, sudah saatnya kaum muslimin menyadari pentingnya menegakkan kembali khilafah ala manhaj nubuwwah, sebuah institusi yang akan menyempurnakan penerapan syariat Islam secara kaffah untuk merealisasikan kedamaian dan rahmatan lil ‘alamin.

Dengan demikian, penjajahan atas Palestina dapat dihapuskan, termasuk dari negeri-negeri muslim lainnya.

Wallahualam bissawab. [Hz]


Baca juga:

0 Comments: