Oleh. Sri Mulyani
(Kontributor SSCQMedia.Com)
SSCQMedia.Com-Hari demi hari terus berganti
Kedukaan belumlah pergi
Berharap kebebasan segera menyapa
Hati tercabik berharap trauma 'kan sirna
Lelah tapi tak boleh menyerah
Sedih hati harus berpasrah
Dalam hati terus berfikir
Menjerit hati tapi tak meratapi takdir
Wahai jiwa?
Mana cinta yang kau suarakan
Mana bukti cinta yang kau agungkan
Apa hanya cukup dengan kata
Kami butuh pertolongan yang nyata
Tangis anak kehilangan ibu tercinta
Ayahnya, atau bahkan keduanya
Tangis seorang yang kehilangan anggota keluarga
Tangis kehilangan semuanya
Wahai jiwa, masihkah kau bertahan dengan abaimu
Dengan tidak kepedulianmu
Atau hati telah mati rasa
Melihat saudara yang menderita
Dalam ketidakadilan berusaha tegar
Meski tidur dengan bayang-bayang api 'kan membakar
Bukan hanya makanan dan obat-obatan yang kami butuhkan
Kebebasan telah kami rindukan
Tangis Palestina tak menyentuh sanubari
Apakah jiwa telah mati?
Yang kini masih menikmati segala kenyamanan
Yang kini masih bisa
menikmati beraneka hiburan
Saudara kita menanti
Pertolongan kita yang pasti
Cepat wujudkan kebebasan
Dengan dikirimnya pasukan
Klaten, 21 Januari 2025 []
Baca juga:
0 Comments: