OPINI
Petani Sejahtera, Harga Beras Terjaga
Oleh. Rita Razis
Sandang, pangan dan papan merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan. Terutama pangan, di mana setiap harinya paling tidak dikonsumsi tiga kali sehari. Sayangnya, untuk memenuhi kebutuhan pangan tidak semua rakyat mampu dan mudah membelinya semudah membalikkan telapak tangan. Sebab saat ini, harga beras mengalami kenaikan yang signifikan sehingga membuat rakyat kelimpungan untuk membelinya.
Seperti yang disampaikan oleh pedagang sembako di Pasar Tradisional Boyolali, Heni Nila Sari. Dia mengeluh karena harga beras yang tidak stabil dan mahal. Harga beras yang paling murah seharga Rp13.000/kg, beras medium sekitar Rp14.000-Rp15.000/kg dan harga beras kualitas premium mencapai Rp17.000/kg. Sedangkan harga beras SPHP dari pemerintah justru mengalami kenikan. Yang awalnya seharga Rp54.000 sekarang Rp58.000 per 5 kilogram. Jadi harga beras lain mulai turun, harga beras SPHP malah naik (joglosemarnews.com, 4/6/2024).
Dampak dari Kenaikan Harga Beras
Ironis, kehidupan rakyat bukannya semakin mudah malah semakin sulit dan terimpit. Harga kebutuhan yang terus naik dan pendapatan pas-pasan pasti akan berdampak pada kesejahteraan rakyat. Hal ini, membuat rakyat harus memutar otak agar bisa bertahan hidup dan memenuhi kebutuhannya. Meski rakyat sudah mengeluh dan keberatan tetapi semua itu tidak merubah kebijakan yang sudah ditetapkan.
Kenapa? Padahal Indonesia merupakan negara agraris. Negara yang memiliki tanah yang subur dan perekonomiannya mayoritas pertanian. Tentu mengherankan jika rakyat Indonesia mengalami kesulitan untuk membeli beras karena harganya yang mahal. Akan tetapi, itulah fakta yang terjadi hari ini. Sebab banyak petani di Indonesia yang mulai berputus asa karena harga panen tidak stabil dan tidak bisa diandalkan. Selain itu, sulitnya mendapat pupuk bersubsidi dan biaya produksi yang mahal menjadi kendala bagi para petani. Akibatnya banyak petani banting setir untuk mencari pekerjaan lain dengan penghasilan yang pasti. Kemudian hal ini berdampak pada peredaran beras lokal di pasar yang makin sedikit. Di sisi lain pemerintah menutup pintu impor beras sehingga membuat stok beras makin sedikit dan jika ada harganya pun mahal.
Inilah permainan para oligarki yang menguasai dan mengendalikan beras dari hulu hingga hilir di tengah-tengah masyarakat. Mereka akan bertindak sesuai kepentingan untuk mendapatkan keuntungan. Hal ini membuat para pertani dan rakyat makin sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sedangkan pemerintah abai dengan kondisi rakyatnya. Tidak ada usaha dari pemerintah untuk mendukung atau membatu para petani. Seakan petani dipaksa untuk mandiri untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Sebab pemerintah hanyalah sebagai regulator dan pemberi tempat para oligarki untuk menguasai pasar. Sehingga jika ada perintah atau komando untuk membuka keran impor beras maka pemerintah akan siap kapan saja.
Inilah faktanya. Dalam penerapan sistem yang salah, tentu akan salah pula dalam mengurus rakyatnya. Sistem yang hanya memprioritaskan materi dan keuntungan, tetapi abai dengan kewajiban yang harus dilakukan. Itulah sistem kapitalis. Sistem buatan manusia tidak akan bisa tuntas menyelesaikan problematika rakyat.
Berbeda jika kita menerapkan sistem Islam. Sistem yang berasal dari Allah Swt. Sistem yang mendatangkan rahmat bagi seluruh alam. Sistem yang dapat mengembalikan fungsi negara. Di mana negara bertanggung jawab penuh dengan nasib dan kesejahteraan rakyatnya termasuk para petani. Selain itu, ketahanan pangan merupakan hal yang utama. Sehingga negara akan berupaya dengan maksimal agar para petani dengan mudah bisa mengahasilkan beras yang terbaik.
Dalam Islam, negara akan menyediakan lahan pertanian agar ketahanan pangan terjamin. Negara akan menyediakan pupuk dengan harga terjangkau dan kualitas terbaik, mengadakan alat-alat pendukung yang canggih, mengembangkan bibit unggul dan memberikan pelatihan atau sosialisasi kepada perani agar semakin profesional.
Dengan demikian, petani mampu menghasilkan beras untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kemudian rakyat pun dengan mudah dan murah membeli beras untuk memenuhi kebutuhan. Jadi, hanya dengan penerapan sistem Islam akan membuat rakyat dan petani hidup terjamin dan sejahtera. Wallahualam bissawab. [My]
Baca juga:
0 Comments: