Indonesia Dikepung Bencana, Musibah atau Kegagalan Sistem?
Oleh: Artatiah Achmad
(Kontributor SSCQMedia.Com)
SSCQMedia.Com— Pagi yang cerah menyambut kedatangan para peserta kajian Majelis Tafkir Muslimah Kaffah pada Ahad, 27 September 2026, di salah satu musala di Pamulang, Tangerang Selatan. Sejak pagi, peserta mulai berdatangan dengan antusias untuk mengikuti kajian. Mereka disambut sapaan hangat dan senyum ramah dari panitia.
Acara dibuka oleh MC, Ustazah Lia, tepat pukul 09.00 WIB. Untuk mengawali forum dengan keberkahan, Ustazah Sinta melantunkan ayat suci Al-Qur'an, yaitu Surah Al-A'raf ayat 96 dan Surah Ar-Rum ayat 41. Sebanyak 42 peserta tampak khidmat menyimak kalam Ilahi yang dilantunkan dengan tartil.
Sebelum memasuki acara inti, MC memberikan pengantar yang membangkitkan antusiasme peserta untuk menyimak materi utama yang disampaikan oleh Ustazah Hj. Suci Prihastuti, S.Pd. Beliau membawakan materi bertema "Indonesia Dikepung Bencana, Musibah atau Kegagalan Sistem?"
Di awal pemaparan, Ustazah Suci mengingatkan bahwa dalam setiap pengajian harus ada "oleh-oleh" yang dibawa pulang. Menurutnya, pembahasan tema kali ini penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Pemaparan materi membuka mata peserta bahwa rentetan bencana yang terjadi di Nusantara tentu memiliki sebab. Cuaca ekstrem hanyalah pemicu, sedangkan kerusakan lingkungan menjadi bom waktu akibat tata kelola yang salah dan kerakusan manusia. Deforestasi masif yang terjadi di sejumlah kawasan yang mendapatkan izin dari pemerintah turut merusak daya dukung lingkungan.
Menurut Ustazah Suci, akar masalah rentetan bencana tersebut tidak terlepas dari paradigma kapitalisme dan sekularisme. Ketika prinsip hidup yang berorientasi pada keuntungan maksimal ala kapitalisme menjadi pegangan, standar halal dan haram dapat diabaikan. Kerakusan membuat manusia memandang alam semata-mata sebagai objek untuk meraih keuntungan. Bahkan, keselamatan rakyat dapat dikorbankan demi mengejar angka pertumbuhan ekonomi.
Sebagai inti pembahasan, Ustazah Suci menjelaskan bahwa dalam Islam, alam merupakan anugerah Allah Swt. yang harus dijaga. Negara wajib hadir sebagai pengurus, bukan pedagang. Kekuasaan dalam Islam merupakan amanah untuk mengurus dan melindungi rakyat serta memastikan kebutuhan mereka terpenuhi, sebagaimana firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 58.
Pemaparan Ustazah Suci berlangsung jelas dan membuka wawasan peserta. Di akhir sesi, beliau mengajak peserta bermuhasabah sekaligus membawa "oleh-oleh" berupa pesan untuk kembali kepada solusi yang berasal dari Allah Swt. sebagai Pencipta dan Pengatur alam semesta.
Peserta juga diajak melakukan dakwah pemikiran untuk membangun kesadaran umat bahwa Islam merupakan solusi sistemik, bukan sekadar ritual. Menurut materi yang disampaikan, perubahan sistem diperlukan untuk mewujudkan tata kelola kehidupan di bawah naungan Khilafah yang menerapkan Islam secara kafah.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ustazah Suci menjawab pertanyaan dari tiga peserta dengan baik dan memberikan penjelasan yang memuaskan. Setelah itu, panitia membagikan doorprize kepada peserta yang aktif.
Doa yang disampaikan Ustazah Ema turut menambah kekhidmatan dan keberkahan acara. Sesi foto bersama seluruh peserta menjadi penutup yang indah sekaligus menambah kehangatan dan kebersamaan.[My/WA]
Baca juga:
0 Comments: