Oleh. Rohmawati
(Kontributor SSCQ Media)
SSCQMedia.com—Di bawah langit hitam legam
Aku termenung
Terkurung sunyi seorang diri
Pandangan campur baur tak beraturan
Menatap lautan luas tanpa tepi
Kuhela napas dalam hening pasrah
Menyadari betapa lelahnya mengejar fatamorgana dunia
Semesta terus berputar mengarungi waktu
Dadaku masih saja gemetaran terdiam
Menunggu keajaiban yang entah kapan bertamu
Berjuang memeluk tenang
Di tengah bising dan riuhnya kehidupan
Kumeresahkan raga yang kerap kehilangan arah
Api amarah sesekali membara liar
Melenyapkan jati diri hingga gulita
Tak ada lagi yang sanggup kulakukan,
Selain berlutut mengharap pengampunan
Tuhan, maafkan hamba yang kerap saling menyalahkan
Berucap lancang tanpa penyaringan
Menjadi sebab tinta hitam menodai lembar kehidupan
Hingga, diri ini buta jua alpa
Akan indahnya janji-Mu yang telah tertuliskan
Jakarta, 19 Oktober 2026
Baca juga:
0 Comments: