Headlines
Loading...

Oleh: Sahnita Ningsih
Pemerhati Sosial Politik, Deli Serdang

SSCQMedia.Com – Komisi Penyelidik PBB mengungkapkan bahwa pasukan Israel secara sistematis menargetkan anak-anak Palestina di Gaza sebagai bagian dari strategi yang memenuhi unsur genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Sebanyak 30 persen dari seluruh korban tewas sejak agresi militer dimulai pada Oktober 2023 adalah anak-anak. Angka tersebut belum pernah tercatat dalam konflik modern sebelumnya.

Bukti menunjukkan bahwa anak-anak Palestina telah dijadikan sasaran dan dibunuh oleh pasukan keamanan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jenewa. (ANTARA, 23-6-2026).

Tidak cukup hanya dengan kecaman dan diplomasi internasional. Berulangnya tragedi kemanusiaan di Palestina menunjukkan bahwa berbagai upaya yang ditempuh selama ini belum mampu menghentikan penjajahan maupun memberikan perlindungan nyata bagi rakyat Palestina, terutama anak-anak. Karena itu, diperlukan penyelesaian yang menyentuh akar persoalan dan mampu menghadirkan perlindungan secara nyata. Dalam pandangan Islam, persoalan Palestina bukan sekadar isu kemanusiaan, melainkan juga amanah yang menuntut persatuan serta peran aktif umat Islam.

Keadaan ini seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh umat manusia bahwa setiap anak berhak hidup dengan aman, memperoleh pendidikan yang layak, serta memiliki kesempatan meraih cita-citanya. Namun, kenyataan tersebut belum dirasakan oleh anak-anak Palestina. Penderitaan mereka belum berakhir, keadilan belum terwujud, dan senyum bahagia belum menghiasi wajah mereka. Mereka kehilangan kesempatan untuk belajar, bermain, serta menatap masa depan dengan penuh harapan sebagaimana anak-anak di belahan dunia lainnya.

Perlindungan terhadap anak-anak Palestina harus menjadi perhatian utama. Mereka berhak memperoleh rasa aman, layanan kesehatan fisik dan mental yang layak, pendidikan yang berkualitas, kesejahteraan, serta kesempatan membangun masa depan yang lebih baik tanpa harus hidup dalam ketakutan akibat konflik yang berkepanjangan.

Perjuangan untuk mewujudkan kemerdekaan dan keamanan bagi rakyat Palestina merupakan tanggung jawab bersama umat Islam yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, setiap Muslim diharapkan memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing, baik melalui doa, bantuan kemanusiaan, edukasi, maupun berbagai upaya lain yang dibenarkan untuk mendukung terwujudnya keadilan dan perdamaian.

Menurut pandangan Islam yang penulis usung, upaya tersebut memerlukan persatuan umat di bawah penerapan Islam secara kafah. Dalam perspektif ini, persatuan umat tidak dibatasi oleh sekat nasionalisme maupun kepentingan politik negara-negara lain sehingga seluruh potensi kaum Muslim dapat disatukan untuk membela kaum yang tertindas, termasuk rakyat Palestina.

Karena itu, menurut pandangan tersebut, terwujudnya kehidupan Islam secara kafah memerlukan orang-orang yang bersedia memperjuangkannya serta mengambil peran dalam dakwah dan upaya mewujudkannya. Dengan keyakinan bahwa pertolongan Allah Swt. adalah benar, umat Islam diajak untuk tetap optimistis. Sebagaimana Islam pernah mencapai masa kejayaannya, demikian pula dengan izin Allah Swt. kejayaan itu diyakini dapat terwujud kembali.

Wallahu a'lam bishshawab. [ry/En]


Baca juga:

0 Comments: