Mutiara Tadabur dan Tafakur Al-Qur'an
Oleh: Ratty S. Leman
(Kontributor SSCQMedia.Com)
SSCQMedia.Com—
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
"Allah tidak membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Baginya pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan baginya pula dosa dari kejahatan yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami. Maka, tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir.'"
(QS Al-Baqarah [2]: 286)
Alhamdulillah, berkat bergabung di SSCQ, setiap hari saya dapat tilawah, membaca terjemah Al-Qur'an, dan menuliskan hasil tadabbur. Nikmat mana lagi yang hendak kita dustakan? Tadabbur demi tadabbur mengalir menjadi tulisan, bahkan menjadi buku. Inilah sebagian catatan yang sempat saya tulis dari challenge ke challenge.
Keberkahan Al-Qur'an mulai saya rasakan. Saya belajar mengutamakan membaca Al-Qur'an sebelum membaca bacaan lainnya. Saya juga mulai menyediakan waktu khusus untuk membaca Al-Qur'an, bukan sekadar membacanya saat ada waktu luang. Alhamdulillah, kebiasaan baik ini saya peroleh setelah bergabung dengan SSCQ. Entahlah, jika tidak bertemu SSCQ dan menjadi bagian dari komunitas ini, mungkin ODOJ Plus-Plus hanya akan menjadi angan-angan.
Setelah selesai tilawah, kami dibiasakan membaca terjemah dan memilih ayat yang paling berkesan. Tanpa disadari, kegiatan ini melatih saya mengelompokkan ayat-ayat berdasarkan tema. Setelah memilih ayat, langkah berikutnya adalah bertadabbur. Mau tidak mau, saya pun terdorong untuk semakin rajin mengikuti kajian tadabbur Al-Qur'an agar pemahaman terhadap ayat yang dipilih semakin tepat.
Setiap bulan SSCQ menentukan tema utama. Namun, setiap peserta tetap diberi ruang untuk berimprovisasi sesuai minat dan kesiapan masing-masing dalam memilih ayat yang akan ditadabburi. Berikut beberapa catatan perjalanan saya mengikuti challenge SSCQ.
Challenge 12 mengangkat tema "Dakwah Itu Bukti Cinta" bertepatan dengan milad pertama SSCQ. Alhamdulillah, inilah challenge perdana yang saya ikuti. Dari challenge ini lahirlah buku antologi SSCQ Lentera Hidupku.
Challenge 13 bertema "Optimalkan Detik Ramadan". Saya berpikir bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak doa. Kebetulan Ramadan saat itu juga bertepatan dengan Bulan Kesadaran Autisme Sedunia. Karena itu, saya memilih bertadabbur ayat-ayat doa untuk anak. Harapan saya sederhana, semoga para orang tua tidak pernah berhenti mendoakan anak-anaknya. Dari challenge ini lahirlah buku yang meraih Juara II, berjudul Ramadan Spesial: Tadabbur Doa untuk Anak Istimewa. Selain itu, terbit pula beberapa buku antologi SSCQ, seperti Impian Ramadan, Serenada Cinta Ramadan, dan Menu Ramadan Sehat Bugar ala SSCQ.
Challenge 14 mengusung tema "Jaga Ketakwaan Pascaramadan". Saya kembali melanjutkan tadabbur ayat-ayat doa agar doa-doa yang dipanjatkan selama Ramadan tetap istiqamah dan tepat sasaran. Dari sinilah muncul gagasan menyusun Tadabbur Ayat Terapi Al-Qur'an. Semoga suatu saat dapat diterbitkan menjadi buku solo. Pada periode ini juga direncanakan terbit buku antologi Andai Ramadan Terakhir dan Idulfitri di Berbagai Negeri.
Challenge 15 bertema "Kurban Itu Tanda Taat". Namun, saya masih tertarik mendalami ayat-ayat doa sehingga memilih tema Tadabbur Ayat-Ayat Zikir dan Doa. Meski demikian, saya tetap bersemangat menyelesaikan tugas kurikulum berupa buku antologi Proposal Kurbanku dan Ismail-Ismail Sembelihanku.
Challenge 16 berlangsung pada bulan Zulhijah dengan tema "Aku Penuhi Panggilan-Mu Ya Allah". Saat itu saya mulai mengumpulkan catatan tentang ibadah haji sehingga lahirlah kumpulan Tadabbur Ayat-Ayat Haji. Buku antologi Proposal Haji juga berhasil diterbitkan. Masyaallah, saya mendapat amanah sebagai Juara I dan memperoleh hadiah uang serta suvenir dari Ummu Safa di Australia.
Challenge 17 mengangkat tema "Hijrah Kaffah Menuju Kemerdekaan Hakiki", bertepatan dengan bulan Muharam dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada challenge ini saya banyak menulis tentang makna hijrah dan kemerdekaan. Sebenarnya seluruh tulisan tersebut dapat disusun menjadi buku solo karena sudah berbentuk tulisan panjang. Namun, rasanya semua challenge tidak harus dibukukan. Selain membutuhkan waktu, juga memerlukan biaya. Kecuali jika Allah kembali memberikan jalan seperti saat Ramadan, tentu saya akan memberanikan diri menerbitkan buku solo lagi. Pada challenge ini juga terbit buku antologi, meskipun saya sudah lupa judulnya karena begitu banyak challenge yang diikuti setiap bulan.
Challenge 18 bertema "Al-Qur'an Solusi Kehidupan". Pada kesempatan ini saya berhasil mengumpulkan banyak ayat yang berbicara tentang Al-Qur'an sebagai solusi kehidupan. Ternyata tanpa disadari, setiap bulan kami sedang berlatih mengelompokkan ayat-ayat berdasarkan tema. Hasil tadabbur pada challenge ini pun direncanakan menjadi sebuah buku antologi.
Challenge 19 bertema "Rasulullah Teladan Kehidupan". Bertepatan dengan bulan Rabiulawal dan Hari Sumpah Pemuda, saya merasa bulan ini sangat istimewa karena mengangkat keteladanan Rasulullah saw. Kebetulan saya juga mengikuti tantangan menulis fiksi selama 30 hari sehingga lahirlah novel remaja Perjalanan Kisah Cinta, yang mengisahkan perjalanan seorang gadis menuju Rabb-nya.
Pada bulan yang sama, Bunda Lilik mengadakan challenge menulis surat untuk Rasulullah. Kesempatan itu tidak saya sia-siakan. Setiap hari saya menulis surat cinta kepada Baginda Rasulullah sebagai wujud kecintaan yang lahir dari ketaatan kepada Allah Swt. Setiap kali membaca Al-Qur'an beserta terjemahnya, saya menemukan begitu banyak kisah beliau dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Alhamdulillah, bulan itu saya tidak hanya bertilawah, tetapi juga semakin mengenal sirah Rasulullah. Nikmat mana lagi yang hendak kita dustakan? Keberkahan membaca Al-Qur'an itulah yang terus mengalirkan ide kepada Bunda Lilik dan seluruh keluarga besar SSCQ.
Challenge 20 mengusung tema "Bersegeralah dalam Ketakwaan". Tepat ketika challenge dimulai, saya mendapat kabar bahwa adik saya wafat. Dalam perjalanan takziah dan hampir selama sebulan berikutnya, saya memilih fokus mentadabburi ayat-ayat tentang kematian sebagai pengingat bahwa kematian adalah pemutus segala kenikmatan dunia. Dari sanalah saya semakin memahami bahwa kita memang harus bersegera dalam ketakwaan. Pada bulan November juga ada tema kepahlawanan. Namun, karena masih dalam suasana berkabung, saya belum dapat mengikuti challenge lainnya. Alhamdulillah, saya dapat kembali aktif mengikuti challenge pada bulan Desember yang bertema tentang ibu.
Alhamdulillah, saya dapat mengikuti seluruh challenge pada bulan Desember. Mulai dari ODOJ Plus-Plus, puisi, desain, hingga cerpen yang semuanya mengangkat tema tentang ibu. Masyaallah, berkat doa seorang ibu, kita dapat menjadi seperti sekarang ini. Tanpa kekuatan dan izin Allah, semua ini tidak mungkin dapat saya lakukan. Terima kasih, ya Allah, atas nikmat memiliki seorang ibu.
Challenge 21 berlangsung pada bulan Desember hingga Januari dengan tema "Istikamah di Jalan Dakwah". Masyaallah, tema yang sangat indah sekaligus menjadi doa bagi seluruh keluarga besar SSCQ. Semoga Allah meneguhkan langkah kami untuk tetap istiqamah dalam dakwah sehingga kehidupan yang diridai-Nya dapat segera terwujud. Challenge ini juga bertepatan dengan 100 hari menjelang Ramadan. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, saya kembali mengulang tadabbur ayat-ayat terapi Al-Qur'an agar semakin mengakar dalam diri dan menjadi bekal menyambut Ramadan.
Pada challenge-challenge berikutnya, rasanya saya tidak perlu banyak bercerita lagi. Cukuplah saya mencatat tema-temanya sambil terus bersyukur karena Allah memberikan kesempatan untuk mengikuti semuanya hingga selesai.
- Challenge 22: "Al-Qur'an Peta Hidup Sepanjang Zaman."
- Challenge 23: "Al-Qur'an Sumber Literasi Tak Pernah Padam."
- Challenge 24: "Inspirasi Ramadan Bersama Sahabat Surga."
- Challenge 25: "Idulfitri Meraih Kemenangan Hakiki."
- Challenge 26: "Hakikat Kurban adalah Ketaatan." Pada challenge ini saya bertadabbur tentang ayat-ayat haji, umrah, dan kurban.
- Challenge 27: "Pengorbanan dan Hijrah Menuju Islam Kaffah."
- Challenge 28: "Membumikan Al-Qur'an Lewat Dakwah Literasi."
- Challenge 29: "Rasulullah Teladan Sepanjang Zaman."
- Challenge 30: "Persiapkan Pemuda Tangguh, Pemimpin Umat."
- Challenge 31: "Pejuang Islam Tangguh Penjaga Al-Qur'an."
- Challenge 32: "Optimalisasi Peran Ibu sebagai Pendidik Generasi Unggul."
- Challenge 33: "Hari Ini Harus Lebih Baik."
- Challenge 34: "Gembira Menyambut Ramadan."
- Challenge 35: "Optimalkan Detik Ramadan, Karunia Allah."
- Challenge 36: "Idulfitri Tingkatkan Ketakwaan Menuju Kemenangan Hakiki."
- Challenge 37: "Menaati Totalitas Ketaatan Sang Khalilullah."
- Challenge 38: "Pengorbanan dan Hijrah Menuju Totalitas Ketaatan."
- Challenge 39: "Hijrah Menuju Kemerdekaan Hakiki."
- Challenge 40: "Cinta Allah, Ikuti Rasulullah."
- Challenge 41: "Pemuda Tangguh Bersama Al-Qur'an."
- Challenge 42: "Menjadi Pembela Islam."
- Challenge 43: "Menjadi Ibu Tangguh Bersama Al-Qur'an."
- Challenge 44: "Sambut Peradaban Baru dengan Menerapkan Al-Qur'an."
- Challenge 45: "Muhasabah Diri Menyambut Bulan Suci."
- Challenge 46: "Mesra Bersama Ramadan, Isi Setiap Detik dengan Ketaatan."
- Challenge 47: "Perkuat Ukhuwah demi Kemenangan Islam."
- Challenge 48: "Kurban, Bukti Totalitas Cinta dan Pengabdian."
- Challenge 49: "Kurban dan Haji, Napak Tilas Keluarga Nabi Ibrahim."
- Challenge 50: "Hijrah Menuju Khaira Ummah."
- Challenge 51: "Palestina Bertanya, Di Mana Umat Rasulullah?"
- Challenge 52: "Rasulullah Uswatun Hasanah, Masih Butuhkah Teladan yang Lain?"
- Challenge 53: "Pemuda Agen Perubahan untuk Kebangkitan Hakiki."
- Challenge 54: "Ibu Tangguh Pencetak Generasi Qurani Pembawa Perubahan."
- Challenge 55: "Membina Generasi Muda Pelopor Perubahan."
- Challenge 56: "Mempersiapkan Bekal Maksimal Menyambut Ramadan."
- Challenge 57: "Ramadan Bulan Perubahan Total."
- Challenge 58: "Pascaramadan."
- Challenge 59: "Sanggupkah Ketika Cinta Perlu Bukti?"
- Challenge 60: "Ya Allah, Aku Datang Memenuhi Panggilan-Mu."
- Challenge 61: (tema menyesuaikan challenge yang sedang berlangsung).
Masyaallah, tanpa disangka, semata-mata atas izin Allah, kami di komunitas SSCQ dapat terus bertadabbur dengan panduan tema-tema yang telah disiapkan setiap bulan. Nikmat mana lagi yang hendak kita dustakan?
Kembali pada ayat terakhir Surah Al-Baqarah ayat 286. Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Allah Maha Mengetahui bahwa kita mampu tilawah Al-Qur'an, membaca terjemah, dan bertadabbur setiap hari. Tinggal diri kita sendiri yang menentukan, apakah akan memulai atau terus menunda.
Bandung, 29 Juni 2026
[My/Wa]
Baca juga:
0 Comments: