Headlines
Loading...

Oleh: Ratty S. Leman
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.Com—Alhamdulillah, sejak bergabung dengan SSCQ, interaksi saya dengan Al-Qur'an semakin meningkat. Aktivitas sehari-hari seakan dipenuhi dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Al-Qur'an. Semakin hari terasa semakin dekat, semakin akrab, sekaligus semakin sibuk.

Setiap pagi diawali dengan tilawah. Sebelum membaca bacaan lainnya, saya terlebih dahulu membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an. Setelah selesai tilawah, saya membaca terjemahannya untuk mencari ayat yang paling berkesan pada hari itu. Setelah menemukannya, ayat tersebut saya tulis menggunakan pena atau dibuat dalam desain yang menarik. Selanjutnya, saya mentadaburi ayat tersebut dan menuliskan hasil tadaburnya.

Alhamdulillah, hingga saat ini saya telah mengikuti program ODOJ Plus Plus dan mencapai 48 kali khatam. Adapun kebiasaan menulis ayat pilihan dengan tangan baru saya jalani secara konsisten selama 30 hari dalam setiap tantangan. Kini, kebiasaan itu telah memasuki bulan keempat.

Keinginan menulis Al-Qur'an dengan tangan sebenarnya sudah lama muncul. Namun, selama ini hanya sebatas keinginan. Buku khusus untuk menulis Al-Qur'an pun sudah lama saya beli.

Selain mengikuti ODOJ Plus Plus di grup WhatsApp SSCQ, al-fakir juga mengikuti program KhatamQu di AQL, Akademi Tadabur Qur'an, serta program MushafQu. Mengikuti beberapa komunitas tersebut bukan berarti menambah beban, karena pelaporannya dapat dilakukan secara bersamaan dan saling melengkapi. Terlebih lagi, kelas tadabur dibimbing secara intensif sehingga semakin memperkaya ilmu dan wawasan.

Demikian pula dengan program MushafQu di Al-Qur'an Learning Center (AQL). Di SSCQ, Bunda Lilik S. Yani juga mengajak kami untuk bersedekah melalui jemari dengan menulis ayat-ayat pilihan. Jika sebelumnya al-fakir menulis di buku catatan biasa selama dua bulan, maka sejak sebulan terakhir hingga memasuki bulan kedua ini saya mulai memanfaatkan buku MushafQu yang telah lama saya beli, meskipun sebelumnya baru terisi beberapa halaman.

Semoga niat untuk menulis mushaf, minimal satu ayat setiap hari, dapat terus saya jalankan secara istiqamah. Harapannya, suatu hari nanti saya memiliki jejak pernah menulis Al-Qur'an lengkap 30 juz. Rasanya malu karena sudah menulis banyak buku, tetapi belum mampu istiqamah menulis mushaf.

Teman-teman al-fakir di grup MushafQu sangat luar biasa. Dalam sehari ada yang mampu menulis satu hingga dua halaman, bahkan lebih. Mereka biasanya menulis sambil mengikuti Kuliah Semangat Pagi (KSP) maupun Malam Tadabur dan Hidayah (MTH).

Sementara itu, saya lebih sering mendengarkan tausiah pada pagi hari sambil memasak dan membereskan rumah. Pada malam hari, waktu saya digunakan untuk menyelesaikan berbagai tugas lainnya. Karena itu, saya memilih menjalankan program yang diinisiasi Bunda Lilik S. Yani, yaitu menulis satu ayat pilihan setiap hari.

Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Ketika ada niat dan komitmen yang kuat, Allah Swt. akan memberikan pertolongan.

Alhamdulillah, akhirnya saya mampu memulai meskipun pada awalnya terasa berat dan sering diliputi rasa malas. Lama-kelamaan justru menjadi kebiasaan yang dirindukan. Jika sehari belum menulis ayat Al-Qur'an dengan tangan, rasanya ada yang kurang.

Mohon doa semoga saya dapat terus istiqamah hingga mampu khatam menulis Al-Qur'an, sebagaimana saya berusaha istiqamah mengkhatamkan tilawah setiap bulan.

Bagi pemula, menulis Al-Qur'an satu juz setiap hari tentu terasa berat. Karena itu, memulai dari satu ayat setiap hari merupakan langkah yang lebih realistis. Semoga perlahan dapat meningkat menjadi satu halaman setiap hari hingga akhirnya mampu mengkhatamkan penulisan Al-Qur'an seperti teman-teman di grup KSP.

Meskipun sebagian besar sudah berusia lanjut, mereka tetap tekun menulis mushaf. Banyak di antara mereka yang telah khatam satu kali, dua kali, bahkan lebih. Masyaallah, saya masih jauh tertinggal dari mereka. Semoga Allah memudahkan saya untuk mengikuti jejak kebaikan mereka.

Aamiin ya Mujibas Sa'ilin.

Hari ini, ayat yang saya tulis dan tadaburi adalah Surah An-Nisa ayat 95.

QS. An-Nisa: 95

لَا يَسْتَوِى الْقٰعِدُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ غَيْرُ اُولِى الضَّرَرِ وَالْمُجٰهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۗ فَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ دَرَجَةًۗ وَكُلًّا وَّعَدَ اللّٰهُ الْحُسْنٰىۗ وَفَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًاۙ ۝٩٥

"Tidak sama orang-orang mukmin yang duduk (tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa uzur). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan pahala yang terbaik (surga), tetapi Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar."

Insight yang saya peroleh dari ayat ini adalah bahwa tidak sama antara orang yang tidak pernah memiliki keinginan menulis Al-Qur'an dengan orang yang memiliki niat, lalu berusaha mewujudkannya. Allah memberikan pahala kepada hamba yang bersungguh-sungguh dalam melakukan kebaikan.

Jika mengalahkan rasa malas dalam diri sendiri saja belum mampu, bagaimana mungkin mampu menghadapi perjuangan yang lebih besar? Allah telah menjanjikan pahala dan surga bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Tidakkah janji itu layak diperjuangkan dengan segenap tekad dan ikhtiar?

Semoga Allah senantiasa memberikan izin, pertolongan, dan penjagaan-Nya sehingga kita mampu istiqamah dalam beramal.

Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Bogor, 1 Juli 2026

[My/Wa]

Baca juga:

0 Comments: