Oleh: Ratty S. Leman
(Kontributor SSCQMedia.Com)
SSCQMedia.Com—Alhamdulillah, hari ini saya kembali berada di Kota Bogor setelah menjalani safar selama dua hari ke Kota Garut. Alhamdulillah, saya dapat kembali melanjutkan tilawah Al-Qur'an dengan lebih tenang. Al-Qur'an merupakan literasi utama dan pertama dalam kehidupan saya. Berbeda ketika tilawah dilakukan di dalam mobil, banyak "iklan" atau gangguan yang membuat proses khatam menjadi lebih lama.
Alhamdulillah, tilawah Al-Qur'an telah menjadi kebiasaan (habit) setiap hari. Jika sehari tidak tilawah, rasanya ada yang kurang. Membaca terjemah Al-Qur'an untuk memilih ayat yang paling berkesan pada setiap juz juga telah menjadi rutinitas harian.
Al-Qur'an bukan hanya literasi membaca yang berpahala, tetapi juga literasi menulis. Setelah setiap hari berinteraksi dengan Al-Qur'an, kebutuhan untuk mentadaburinya sekaligus menuliskan hasil tadabur tersebut pun tumbuh dengan sendirinya.
Selalu ada insight setiap kali tilawah. Selalu ada bahan renungan setelah membaca terjemah. Selalu muncul keinginan untuk menuliskan hasil tadabur setiap harinya. Jika tidak bergabung dengan SSCQ, mungkin saya tidak akan memiliki kebiasaan baik seperti ini.
Jazakillahu khairan katsiran kepada Bunda Lilik S. Yani yang telah mengajak saya bergabung dengan komunitas Sahabat Surga Cinta Qur'an. Ajakan itu menjadi nikmat yang sangat berharga. Tanpa kurikulum yang membimbing dan mendisiplinkan, mungkin kami tidak akan serajin sekarang. Bisa jadi kami memilih bersantai dan mengabaikannya.
Setelah membaca Juz 4 hari ini, perhatian saya tertuju pada Surah Ali 'Imran ayat 195 yang menjadi salah satu ayat bertema hijrah pada juz tersebut.
فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ اَنِّيْ لَآ اُضِيْعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنْكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰىۚ بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۚ فَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَاُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ وَاُوْذُوْا فِيْ سَبِيْلِيْ وَقٰتَلُوْا وَقُتِلُوْا لَاُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَاُدْخِلَنَّهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۚ ثَوَابًا مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الثَّوَابِ ١٩٥
"Maka, Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), 'Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, karena sebagian kamu adalah keturunan dari sebagian yang lain. Maka, orang-orang yang berhijrah, diusir dari kampung halamannya, disakiti di jalan-Ku, berperang, dan terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahan mereka dan pasti akan Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah terdapat pahala yang paling baik.'"
Ayat tersebut mengingatkan saya pada proses hijrah dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an. Dari yang semula hanya mampu membaca dua lembar setiap hari, kemudian meningkat menjadi setengah juz, hingga akhirnya satu juz setiap hari. Perjalanan itu juga disertai kebiasaan membaca terjemah, memilih ayat untuk ditadaburi, lalu menuliskan hasil tadaburnya. Semoga Allah meridai, mengistikamahkan, memberikan pertolongan, serta menjaga langkah ini.
Saya semakin menyadari bahwa Al-Qur'an bukan sekadar bacaan yang berpahala. Al-Qur'an juga mengajarkan pentingnya budaya menulis. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Surah Al-Qalam ayat 1.
نۤۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ ١
"Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan."
Saya ingin Al-Qur'an tidak hanya dibaca, tetapi juga diamalkan. Salah satu bentuk pengamalannya adalah dengan menuliskan hasil tadabur agar menjadi bahan tafakur sekaligus pengingat bagi diri sendiri.
Alhamdulillah, hasil perenungan dari tadabur dan tafakur tersebut kini telah saya bukukan sehingga menjadi jejak karya yang dapat dibaca oleh banyak orang, baik saat ini maupun di masa mendatang. Semoga semuanya menjadi amal jariah bagi kedua orang tua, keluarga, dan saya pribadi.
Alhamdulillah, hingga saat ini telah terbit 25 buku solo dan 68 buku antologi. Semoga seluruhnya menjadi amal yang diterima Allah Swt. Betapa indah jika pahala jariah itu terus mengalir dan menjadi sebab Allah mengaruniakan Surga Firdaus.
Aamiin ya Mujibas Sa'ilin.
Bogor, 30 Juni 2026
[My/Wa]
Baca juga:
0 Comments: