Oleh: Neni Arini
(Kontributor SSCQ Media)
SSCQmedia.com—Hati terdalamku selalu menyimpan harapan dan kerinduan akan sebuah perjalanan spiritual, yakni berhaji. Rasanya sudah lama sekali aku menyimpan rindu untuk bisa menunaikan ibadah ke Tanah Suci Makkah dan Madinah. Semua itu menjadi impian tertinggi dalam hidupku.
Impian berhaji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan ruhani yang mampu menghadirkan perubahan besar dalam diri. Berhaji menjadi jalan untuk memperbaiki diri, mendekatkan hati kepada Allah Swt., serta meningkatkan ketakwaan kepada-Nya.
Ibadah haji merupakan amalan yang sangat utama. Jika dilakukan dengan haji yang mabrur, balasannya adalah surga. Masyaallah, siapa yang tidak menginginkan balasan surga dari Allah Swt.? Haji juga menjadi sarana melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, serta merekatkan ukhuwah sesama Muslim. Semua berkumpul tanpa memandang asal, suku, ataupun status sosial. Tujuannya hanya satu, yakni memberikan ibadah terbaik di hadapan Allah Swt.
Sesungguhnya ibadah haji mengajarkan bahwa segala kepemilikan hanyalah milik Allah. Di Tanah Suci, jutaan umat Islam berkumpul dalam satu tujuan yang sama: memenuhi panggilan-Nya.
Terkadang pertanyaan itu sering muncul dalam benakku, “Kapan giliranku berhaji, ya Allah?” Sebuah pertanyaan yang selalu hadir bersama harapan yang tidak pernah padam agar impian berhaji dapat terwujud.
Tiga tahun yang lalu, alhamdulillah Allah Swt. memberikan kesempatan kepadaku untuk melaksanakan ibadah umrah. Sulit rasanya melukiskan dengan kata-kata ketika kaki ini akhirnya dapat menginjak Tanah Haramain, tempat yang menjadi impian kaum Muslim di seluruh dunia. Bersujud di depan Kakbah sambil memanjatkan doa agar Allah Swt. kembali memberikan kesempatan untuk datang sebagai tamu-Nya dalam ibadah haji.
Doa itu terus kupanjatkan hingga hari ini. Walaupun secara kasat mata diri ini belum memiliki bekal yang cukup untuk menuju ke sana, aku yakin bahwa segala sesuatu dapat terjadi jika Allah Swt. berkehendak.
Aku menyadari bahwa diri ini masih jauh dari kesempurnaan. Namun, sebagai bentuk kesungguhan dalam menjemput impian berhaji, aku terus berikhtiar dengan memperbaiki ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Semoga Allah Swt. membuka jalan kemudahan agar aku dapat mewujudkan impian untuk menunaikan ibadah haji.
Ya Allah, bekal harta sedang aku perjuangkan. Terimalah setiap amal ibadah yang kulakukan dengan sungguh-sungguh. Semoga Engkau meridai semua ikhtiarku dan menjadikannya sebagai jalan kemudahan untuk dapat berangkat haji.
Setiap Muslim tentu ingin menunaikan rukun Islam kelima, yakni berhaji ke Baitullah. Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Kita tidak bisa menutup mata bahwa perjalanan menuju Makkah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, termasuk untuk memenuhi berbagai kebutuhan selama di sana.
Meski demikian, hal itu bukan alasan untuk berputus asa. Kita harus tetap berprasangka baik kepada Allah Swt. Dialah yang menentukan siapa saja hamba-Nya yang akan menjadi tamu di Baitullah.
Ya Allah, kupanjatkan doa permohonanku kepada-Mu:
Rabbana taqabbal minna innaka Antas-Sami‘ul-‘Alim. Rabbana waj‘alna muslimaini laka wa min dzurriyatina ummatan muslimatan laka wa arina manasikana wa tub ‘alaina innaka Antat-Tawwabur-Rahim.
“Ya Tuhan kami, terimalah amal ibadah kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang-orang yang tunduk dan patuh kepada-Mu, serta jadikan pula di antara keturunan kami umat yang tunduk kepada-Mu. Tunjukkanlah kepada kami tata cara ibadah kami dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
Semoga Allah Swt. mengabulkan setiap doa yang kulangitkan dan memberikan kesempatan untuk segera menunaikan ibadah haji.
[An/UF]
Baca juga:
0 Comments: