Headlines
Loading...
Menjadikan Zulhijjah Lebih Bermakna Bersama Keluarga

Menjadikan Zulhijjah Lebih Bermakna Bersama Keluarga

Oleh: Ratty S. Leman
(Kontributor SSCQ Media)

SSCQMedia.com—Alhamdulillah, 1 Zulhijah telah datang sejak Magrib pada Ahad, 17 Mei 2026. Saya berusaha bertanya kepada teman-teman yang sedang berada di Makkah, Mbak Enny Bunda Ryo Farrel dan Teh Leni Nurseha, mengenai penetapan 1 Zulhijah di Saudi. Mereka menjawab melalui WhatsApp dan Facebook bahwa pengumuman resminya akan disampaikan saat Magrib.

Saat Magrib pada Ahad, 17 Mei 2026, Menteri Agama Indonesia juga mengumumkan hal yang sama. Alhamdulillah, berarti penetapan 1 Zulhijah sama. Semoga waktu wukuf 9 Zulhijah, Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah, dan hari tasyrik 11, 12, serta 13 Zulhijah juga sama.

Hari Raya Iduladha seharusnya tidak berbeda-beda. Kita perlu mengikuti patokan waktu wukuf di Arafah. Ketika saudara-saudara kita sedang wukuf, kita yang tidak berhaji di negeri masing-masing melaksanakan puasa Arafah dan memperbanyak doa. Saat jemaah haji menuju Mina, melempar jumrah, dan menyembelih hewan kurban, kaum muslimin di berbagai negeri yang tidak sedang berhaji melaksanakan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban.

Alhamdulillah, tahun ini perkiraan Hari Raya Iduladha jatuh pada tanggal yang sama, yakni Rabu, 27 Mei 2026. Karena itu, kami mulai berkoordinasi. Kami akan melaksanakan salat Iduladha di Masjid Al-Muhajirin yang berada di kompleks perumahan. Bapak menjadi panitia Iduladha dan kurban di masjid kompleks. Saya dan anak-anak, setelah salat Iduladha, akan langsung berangkat ke pesantren untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban di ma’had ananda si bungsu.

Ya, sejak ananda kami mondok di ma’had, kurban atas nama keluarga kami serahkan ke sana. Tujuannya agar ananda tetap merasa bahagia meskipun Hari Raya Iduladha tidak bersama keluarga, karena masih dapat menyaksikan hewan kurban atas nama keluarga di lingkungan ma’had. Apalagi jika kami sekeluarga dapat hadir menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban. Hal ini menjadi kesempatan tambahan untuk mengunjungi ananda, melepas rasa rindu, sekaligus memenuhi pesanannya berupa beberapa makanan kesukaan yang tidak tersedia di ma’had.

Alhamdulillah, Sabtu, 16 Mei 2026, kami memiliki jadwal Zoom dengan ananda. Saat itu kami sudah mengingatkan agar mencukur rambut dan memotong kuku paling lambat Ahad, 17 Mei 2026. Adapun kami sekeluarga di rumah sudah melakukannya sejak Kamis, 14 Mei 2026, bertepatan dengan hari libur nasional.

Pada Ahad pagi, kami sudah bersiap menyiapkan menu sahur pertama 1 Zulhijah 1447 Hijriah agar menambah semangat sahur anak-anak. Kami membeli sate ayam agar aroma sate bakar yang dipanaskan kembali dapat menggugah selera makan dan membangunkan mereka untuk tahajud dan sahur.

Alhamdulillah, hari pertama 1 Zulhijah dapat kami jalani dengan puasa hingga tuntas. Siang harinya saya isi dengan tilawah, belajar bahasa Arab, dan menulis. Anak sulung kami minta membuat beberapa desain untuk panitia kurban, seperti desain salat Iduladha, kupon pembagian daging kurban, dan stiker panitia. Alhamdulillah, semuanya sudah selesai dan telah kami cetak di Gundaling.

Hari ini memasuki hari kedua puasa Zulhijah. Menu sahurnya sederhana, yakni telur dadar yang aromanya tetap menggugah selera. Magrib kemarin kami sudah menikmati ayam bakar, maka pagi ini kami memilih makanan yang lebih ringan. Sayurnya sup jamur, wortel, dan brokoli, sedangkan lauknya telur dan tempe. Kami bersyukur atas nikmat tersedianya makanan setiap hari di rumah.

Sebagai seorang ibu, madrasatul ula, saya berusaha menciptakan suasana sepuluh hari pertama Zulhijah dengan sebaik-baiknya, sebagaimana saya mempersiapkan sepuluh hari terakhir Ramadan. Saya memotivasi keluarga untuk mengumpulkan pahala, baik yang wajib maupun sunnah, sebanyak-banyaknya. Sungguh rugi jika bonus pahala dari Allah Ta’ala disia-siakan begitu saja.

Semoga upaya mendidik anak-anak agar menjadi pribadi yang saleh dan salehah serta pejuang agama Allah dapat terwujud. Aamiin ya Mujibassailin.

Inilah upaya kecil kami agar suasana Zulhijah terasa sebagai bulan haram yang harus diperhatikan dan dimuliakan. Kami berusaha menabung agar dapat berkurban setiap tahun. Kami juga memotivasi anak-anak agar rajin bekerja dan menabung untuk berhaji kelak. Panjangnya daftar tunggu haji, antara 20 hingga 30 tahun, membuat kami harus mengajak anak-anak merencanakannya sejak sekarang. Jika mereka mendaftar pada usia 25 tahun, kemungkinan keberangkatan hajinya baru pada usia sekitar 55 tahun.

Begitulah panjangnya perjalanan ibadah haji saat ini. Banyak calon jemaah harus menunggu bertahun-tahun demi mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Karena itu, kemampuan finansial dan kesiapan diri menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan sejak dini agar ibadah haji dapat dijalani dengan tenang dan optimal.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan membimbing umat ini agar semakin dekat dengan syariat-Nya dalam seluruh aspek kehidupan. Semoga amanah umat selalu dijaga dengan penuh tanggung jawab dan rasa takut kepada Allah Ta’ala.

Astaghfirullahal ‘azhim.

Bogor, Selasa, 19 Mei 2026
2 Zulhijah 1447 Hijriah

[My/HEM]

Baca juga:

0 Comments: