Headlines
Loading...
Menghidupkan 10 Hari Pertama Zulhijjah Bersama Keluarga

Menghidupkan 10 Hari Pertama Zulhijjah Bersama Keluarga

Oleh: Ratty S. Leman
(Kontributor SSCQ Media)

SSCQMedia.com—Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Fajr:

وَالْفَجْرِۙ
“Demi waktu fajar,”

وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ
“Dan demi malam yang sepuluh.”

Karena itu, Allah bersumpah dengan sepuluh malam yang menurut pendapat yang benar adalah sepuluh malam terakhir Ramadan atau sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Malam-malam tersebut mencakup hari-hari mulia yang di dalamnya terdapat berbagai macam ibadah dan pendekatan diri kepada Allah yang tidak ditemukan pada waktu-waktu lainnya.
(Tafsir As-Sa’di, Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di).

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak ada satu amal saleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal saleh yang dilakukan pada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.”

Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?”

Beliau menjawab:

“Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu tidak ada satu pun yang kembali.”
(HR Abu Dawud No. 2438).

Dalam hadis lain disebutkan:

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai daripada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.”
(HR Bukhari dan Ahmad).

Alhamdulillah, saat azan Magrib berkumandang pada Ahad petang, 17 Mei 2026, kita telah memasuki 1 Zulhijah 1447 Hijriah. Sepuluh hari pertama Zulhijah memiliki nilai yang setara, bahkan lebih baik, daripada sepuluh hari terakhir Ramadan menurut pendapat Ibnu Abbas, Mujahid, Ibnu Katsir, Ath-Thabari, dan mayoritas ulama tafsir dalam menafsirkan firman Allah:

وَلَيَالٍ عَشْرٍ
“Dan demi malam yang sepuluh.”

Baarakallahu fiikum.

Untuk menunjukkan kegembiraan menyambut sepuluh hari mulia ini, jangan sampai kita lupa memperbanyak takbir mutlak kapan pun dan di mana pun selama awal Zulhijah.

Ibnu Umar dan Abu Hurairah pernah keluar menuju pasar pada sepuluh hari pertama Zulhijah lalu mereka bertakbir dan manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin Ali juga bertakbir setelah salat sunnah.
(Dikeluarkan oleh Bukhari secara mu’allaq dalam Bab “Keutamaan Beramal pada Hari Tasyriq”).

Takbir pada awal Zulhijah merupakan takbir bebas yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Hal ini merupakan implementasi dari firman Allah:

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan.”
(QS Al-Hajj: 28).

“Ayyam ma’lumat” menurut salah satu penafsiran adalah sepuluh hari pertama Zulhijah.

Mari kita bertakbir sejenak:

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Laa ilaaha illallah wallahu Akbar.
Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Pagi hari terasa begitu sejuk dan damai ketika melantunkan serta mendengarkan takbir ini. Ada rasa yang berbeda. Alhamdulillah, pagi ini Allah membangunkan kita untuk qiyamul lail, seperti salat tahajud, hajat, tasbih, witir, dan ibadah lainnya.

Alhamdulillah pula, 1 Zulhijah tahun ini bertepatan dengan hari Senin. Kita dapat berniat puasa ganda, yakni puasa Zulhijah sekaligus puasa Senin. Puasa sunnah juga boleh digabungkan dengan niat puasa Daud. Yang tidak diperbolehkan ialah menggabungkan puasa sunnah dengan puasa wajib, seperti puasa qadha Ramadan atau puasa nazar.

Dengan pahala yang besar pada sepuluh hari pertama Zulhijah ini, tidakkah kita ingin mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya?

Saat memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, kami sekeluarga biasanya berusaha merencanakan berbagai kegiatan untuk meraih malam Lailatulqadar, seperti safari iktikaf jika memungkinkan, mengejar khataman Al-Qur’an, memperbanyak zikir dan doa, merutinkan sedekah, memperbanyak salat sunnah, serta ibadah lainnya.

Lalu, bagaimana persiapan kami menyambut Zulhijah 1447 Hijriah kali ini?

  1. Kami berniat melaksanakan puasa sunnah dari tanggal 1 sampai 9 Zulhijah. Semoga Allah memberi kesehatan, kekuatan, dan keistikamahan.

  2. Memperbanyak membaca Al-Qur’an. Jika memungkinkan, one day one juz (ODOJ). Alhamdulillah, saya telah mengikuti ODOJ Plus-Plus SSCQ (Sahabat Surga Cinta Qur’an), sehingga tinggal melanjutkan tantangan yang ada.

  3. Bersedekah rutin setiap subuh dan setiap Jumat. Alhamdulillah, subuh tadi kami kembali mengingatkan keluarga agar tidak lupa membawa uang untuk sedekah subuh. Kebiasaan baik ini sayang jika terlewat pada sepuluh hari pertama Zulhijah.

  4. Memperbanyak doa, zikir, istigfar, tasbih, takbir, dan tahmid. Juga memperbanyak membaca talbiyah serta doa agar dapat berhaji, berumrah, dan berkurban setiap tahun.

  5. Membaca buku-buku tentang haji dan kurban, keutamaan bulan Zulhijah, serta keteladanan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

  6. Memperbanyak hadir di majelis ilmu.

  7. Alhamdulillah, setiap tahun kami berusaha menabung agar dapat berkurban bersama keluarga.

  8. Sudah memotong rambut dan kuku sebelum 1 Zulhijah. Kamis lalu yang bertepatan dengan hari libur kami gunakan untuk mengingatkan keluarga mencukur rambut dan memotong kuku. Alhamdulillah, keluarga di rumah sudah melakukannya. Anak yang berada di pesantren pun kami ingatkan saat jadwal Zoom pesantren pada Ahad kemarin.

  9. Memperbanyak amal saleh dan kegiatan dakwah demi menyelamatkan diri di dunia dan akhirat. Juga mempererat silaturahmi dan ukhuwah. Kita pun dapat mengambil peran di masyarakat, misalnya menjadi panitia kurban dan kegiatan sosial lainnya.

  10. Senantiasa berdoa dan berusaha agar dapat berhaji ke Makkah Al-Mukarramah, tawaf di Baitullah, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah di Masjidil Haram, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, melempar jumrah di Mina, berkurban di Makkah, hingga bertahalul.

Kami juga memperbanyak doa dan ikhtiar agar dapat berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawwarah, melaksanakan salat Arbain, salat di Raudhah, serta mengunjungi makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat.

Rasanya hati begitu rindu untuk kembali mengunjungi dua Tanah Suci, Makkah dan Madinah. Semoga Allah mengizinkan. Kami juga sangat ingin mengunjungi Masjidil Aqsa di Baitulmaqdis, kiblat pertama kaum muslimin.

Hati ini tergetar saat mengingat pengalaman melaksanakan salat sunnah di Masjid Qiblatain. Terasa bagaimana dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat sedang salat menghadap Baitulmaqdis, lalu turun perintah Allah untuk berpaling menghadap Baitullah di Makkah. Masya Allah, begitu dahsyat peristiwa itu.

Sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, sepuluh program dan rencana keluarga kami di bulan yang mulia ini. Semoga Allah memberikan pertolongan, perlindungan, dan izin-Nya. Semoga Allah rida dan menerima amal ibadah kami.

Aamiin ya Mujibassailin.

Bogor, Senin, 18 Mei 2026
1 Zulhijah 1447 Hijriah

[My/HEM]

Baca juga:

0 Comments: