Headlines
Loading...
Krisis Generasi Muda: Pelajar SMP Terjerat Narkoba

Krisis Generasi Muda: Pelajar SMP Terjerat Narkoba

Oleh: Dea Ariska
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.Com – Sebanyak 15 anak SMP terbukti positif narkoba setelah dilakukan tes urine secara acak oleh Badan Narkotika Nasional di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Surabaya (CNN Indonesia, 21 November 2025).

Jalan Kunti dikenal sebagai tempat dengan bedeng-bedeng kecil yang terbuat dari kayu beratapkan terpal. Tempat tersebut diduga sering digunakan untuk transaksi narkoba hingga pesta sabu. Meski transaksi telah berlangsung bertahun-tahun, hingga hari ini narkoba masih belum mampu diberantas.

Kasus yang kembali terulang ini menunjukkan bagaimana lingkungan tersebut secara masif memengaruhi remaja hingga memilih jalan yang salah untuk mengisi aktivitasnya. Nilai keimanan sudah tidak lagi menjadi pegangan sehingga makna kebahagiaan hakiki pun tidak dipahami dengan benar. Padahal masa remaja adalah masa paling berdaya dari segi fisik dan pemikiran sehingga seharusnya diisi dengan hal positif dan bermanfaat.

Entah bermula dari coba-coba atau tekanan hidup yang memengaruhi mental, remaja kemudian menjadikan narkoba sebagai pelarian. Bagaimanapun, remaja dengan emosi yang labil dan sedang mencari jati diri seharusnya tetap diarahkan agar mampu memilih hal yang tidak membahayakan dirinya.

Pertahanan pertama dan utama adalah keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk memberikan bekal kepada remaja agar mampu menjadi pribadi yang paham jati diri dan makna hidup. Dengan demikian filter terhadap hal-hal negatif dapat terbentuk kuat, bukan hidup sekadar berorientasi pada materi.

Peredaran narkoba yang dilakukan secara sistemik, ditambah rendahnya pengawasan pemerintah dan masyarakat, sudah pasti membuatnya semakin merajalela. Usaha gelap tersebut sangat menguntungkan pelakunya, terutama karena sifat kecanduan pemakai akan membuat permintaan terus meningkat.

Apalagi bagi pengguna remaja yang dianggap memiliki jangka waktu konsumsi lebih panjang. Modus pemberian cuma-cuma pada awalnya lalu mematok harga setelah kecanduan membuat mereka sulit lepas. Gaya hidup sekuler yang berkembang di kalangan remaja makin memperburuk keadaan sehingga apa pun akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan narkoba, bahkan tindakan kriminal.

Karena itu narkoba menciptakan pasar gelap yang menggiurkan. Tidak jarang aparat yang seharusnya memberantas justru tergelincir ke dalam bisnis ini dengan memberi perlindungan bahkan ikut menjadi pengedar.

Jika dibiarkan, narkoba jelas akan merusak masa depan generasi. Mulai dari kematian yang disebabkan oleh narkoba hingga rusaknya kualitas individu dari sisi fisik dan mental, yang pada akhirnya hanya menghasilkan generasi tidak berkualitas.

Penguatan keimanan pada diri setiap individu menjadi dasar dan kewajiban agar mampu memaknai kebahagiaan dengan benar. Penanaman nilai tersebut dimulai dari keluarga hingga dunia pendidikan.

Negara wajib melindungi masyarakat dari bahaya narkoba dan berbagai ancaman terhadap generasi. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda: “Innamal Imāmu junnah” (Sesungguhnya pemimpin itu adalah pelindung). Karena itu pemimpin seharusnya melindungi rakyat dari serangan budaya, politik, pemikiran, maupun fisik. Generasi remaja hari ini kelak akan melanjutkan estafet peradaban di masa depan.

Kemungkaran tidak boleh dibiarkan merajalela. Sebaliknya, masyarakat harus senantiasa diupayakan berada dalam suasana ketaatan. Dunia pendidikan pun harus mampu membentuk remaja berakidah kuat, memahami makna hidup dan jati diri, serta memaksimalkan potensi berdasarkan akidah yang benar, sehingga mampu mengukir peradaban Islam yang cemerlang.

Wallahualam bissawab. [My]

Baca juga:

0 Comments: