Headlines
Loading...
Dari Konflik Gaza ke Sudan, Bungkamnya Penguasa Muslim

Dari Konflik Gaza ke Sudan, Bungkamnya Penguasa Muslim

Oleh: Rina Herlina
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.Com— Sampai saat ini konflik di Jalur Gaza, Palestina, belum juga usai. Kini muncul kembali perang yang tidak kalah mengerikan, yaitu perang saudara di Sudan. Konflik ini terjadi antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) yang dipimpin Abdel Fattah al-Burhan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang dipimpin Hemedti.

Perang ini dimulai pada April 2023 dan telah menyebabkan ribuan korban jiwa serta jutaan pengungsi. RSF adalah organisasi paramiliter yang berakar pada milisi Janjaweed yang beroperasi selama Perang Darfur. Setelah melakukan pengepungan selama 18 bulan, pada 26 Oktober 2025 pasukan RSF berhasil menguasai Kota El-Fasher, ibu kota wilayah Darfur Utara (pahami.id, 15–11–2025).

Sejak saat itu warga Sudan hidup dalam ketakutan. RSF berulang kali melakukan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk kejahatan genosida. Mereka tidak jauh berbeda dengan Zionis Israel, sama-sama kehilangan rasa kemanusiaan.

Kota El-Fasher kini benar-benar berada di bawah kontrol RSF. Pembunuhan massal terhadap warga sipil terus terjadi. Aktivis hak asasi manusia menyebutkan bahwa setidaknya 1.500 orang tewas dalam periode tersebut. Kekacauan ini menciptakan atmosfer teror dan semakin menjerumuskan warga ke dalam kesengsaraan.

Mirisnya, sikap para penguasa negeri-negeri muslim terhadap konflik di Sudan cenderung pasif dan tidak efektif. Banyak yang hanya mengeluarkan pernyataan simpati dan kecaman tanpa tindakan nyata untuk menghentikan kekerasan maupun membantu korban. Sikap pasif tersebut dipengaruhi kepentingan nasional masing-masing negara, ketergantungan politik terhadap Barat, serta kekhawatiran bahwa keterlibatan langsung dapat memicu instabilitas di dalam negeri.

Melihat fakta tersebut, wajar bila kita merasa sedih dan prihatin. Bagaimanapun juga, warga Sudan adalah saudara seiman yang seharusnya mendapat perhatian dan pembelaan. Kehormatan mereka wajib dijaga, tetapi para penguasa muslim justru memilih bungkam dan tidak melakukan langkah nyata.

Negara-negara muslim seharusnya bersatu dan mengambil sikap tegas untuk melindungi umat Islam di Sudan dari penindasan dan pembantaian. Mereka tidak selayaknya sibuk dengan agenda kepentingan masing-masing sambil menutup mata terhadap penderitaan saudara seiman.

Rasulullah saw. mengajarkan umatnya agar memiliki empati dan kepedulian terhadap saudara seiman yang tertindas, termasuk mereka yang dibantai dan dizalimi. Maka sebagai umat Rasulullah saw., sudah seharusnya kita menunjukkan kepedulian, pembelaan, serta solidaritas kepada saudara kita, baik di Palestina maupun di Sudan. Jangan sampai kita nir-empati, sebab sikap demikian dapat menjauhkan kita dari kemuliaan menjadi bagian dari umat beliau.

Rasulullah saw. bersabda:

“Barang siapa yang tidak peduli terhadap urusan kaum Muslimin, maka ia bukan bagian dari mereka.” (HR. Ahmad)

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tasikmalaya, 19 November 2023


Baca juga:

0 Comments: