Headlines
Loading...
Tragedi Palestina dan Sudan, Alarm Kebangkitan Umat Islam

Tragedi Palestina dan Sudan, Alarm Kebangkitan Umat Islam

Oleh: Rina Herlina
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.Com — Sudan adalah negeri yang kaya akan sumber daya alam. Di antaranya emas, minyak, gum arabic, serta lahan pertanian seluas 51,5 juta hektar yang sangat potensial. Sudan juga memiliki lebih dari 200 piramida, jumlah terbanyak di dunia, serta dilalui Sungai Nil yang menjadi sumber air vital. Keanekaragaman hayatinya pun tinggi, dengan beragam spesies flora dan fauna yang unik.

Sayangnya, kekayaan tersebut tidak sejalan dengan kesejahteraan rakyatnya. Rakyat Sudan masih berjibaku menghadapi konflik dan kemiskinan yang signifikan. Korupsi merajalela sehingga kekayaan negara disalahgunakan oleh segelintir orang, sementara rakyat kecil tidak menikmatinya. Konflik berkepanjangan dengan kelompok separatis dan perang saudara telah menghancurkan infrastruktur serta ekonomi negara.

Lebih parah lagi, keterlibatan asing dalam pengelolaan sumber daya alam Sudan menyebabkan kekayaan negara tidak dapat dinikmati rakyatnya. Kondisi ini mirip dengan yang terjadi di Indonesia, ketika kekayaan dikelola swasta dan asing, membuat rakyat tetap miskin dan sulit memenuhi kebutuhan dasar. Padahal semestinya pengelolaan sumber daya alam dilakukan oleh negara secara transparan dan akuntabel demi kesejahteraan seluruh rakyat. Namun dalam sistem kapitalisme, hal ini mustahil terjadi karena sistem tersebut memberi ruang kepemilikan kekayaan negara kepada segelintir orang bahkan asing.

Saat ini Sudan masih berada dalam krisis kemanusiaan yang parah. Perang antara SAF (Angkatan Bersenjata Sudan) dan RSF (Pasukan Dukungan Cepat) menyebabkan jutaan orang mengungsi, kelaparan, dan kematian. Infrastruktur vital seperti rumah sakit, sekolah, dan pasar hancur. Konflik ini erat kaitannya dengan kepentingan geopolitik dan ekonomi atas sumber daya seperti emas dan minyak (Tintamedia.com, 9 November 2025).

Tragedi Palestina dan Sudan seharusnya menjadi alarm bagi umat Islam untuk bangkit dari keterpurukan. Kesedihan dan donasi tidak akan menyelesaikan akar masalah. Luka umat adalah luka struktural, maka solusi pun harus struktural. Sudah saatnya umat kembali kepada aturan Allah Swt., yaitu sistem Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam dan melindungi kepentingan rakyat.

Sistem pemerintahan Islam, yaitu kekhilafahan, memimpin rakyat dengan seorang khalifah yang bertanggung jawab dalam segala urusan. Sejarah mencatat bahwa selama 1400 tahun Khilafah pernah menguasai dua pertiga dunia dan menjadi perisai umat. Dalam naungan Khilafah, tragedi seperti Palestina dan Sudan dapat diminimalkan.

Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Imam (Khalifah) adalah perisai. Mereka berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya. Jika ia memerintahkan takwa kepada Allah, maka ia akan mendapat pahala. Jika ia memerintahkan selain itu, maka ia akan memikul dosanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa khalifah adalah pemimpin sekaligus pelindung rakyat yang bertanggung jawab atas keselamatan dan kesejahteraan mereka. Wallahu alam.

Tasikmalaya, 20 November 2025 [My]

Baca juga:

0 Comments: