Oleh: Rina Herlina
(Kontributor SSCQMedia.Com)
SSCQMedia.Com — Nasib generasi Sudan sangat memprihatinkan. Konflik dan kekerasan berkepanjangan telah menyebabkan jutaan anak Sudan kehilangan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan perlindungan. Banyak di antara mereka terpaksa mengungsi, mengalami trauma, bahkan menjadi korban kekerasan seksual.
Anak-anak perempuan Sudan sangat rentan terhadap kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan dan eksploitasi. Sungguh keji dan biadab perbuatan manusia-manusia laknat itu. Seolah tidak ada lagi nurani yang tersisa dalam diri mereka. Perbuatannya tak ubah seperti binatang.
Saat ini lebih dari 2,2 juta anak Sudan telah mengungsi ke negara lain, sementara hampir 7,8 juta orang mengungsi di dalam negeri. Di kamp-kamp pengungsian, mereka hidup dalam kelaparan dan kesulitan mendapatkan akses makanan. Diperkirakan lebih dari 26 juta orang Sudan menghadapi krisis kelaparan, termasuk anak-anak yang sangat rentan terhadap malnutrisi.
Konflik juga menghancurkan sistem pendidikan Sudan. Banyak sekolah dan fasilitas kesehatan hancur, menyisakan puing reruntuhan. Akibatnya, jutaan anak kehilangan hak untuk belajar. Sudan kini menghadapi salah satu krisis pendidikan terburuk di dunia. Sebanyak 14 juta anak berada di luar sistem sekolah, menjadikannya krisis pendidikan terbesar di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (gazamedia.net, 5-11-2025).
Krisis pendidikan di Sudan bukan lagi masalah lokal atau regional, tetapi masalah global yang membutuhkan tanggapan bersama dan terkoordinasi dari komunitas internasional. Meski Global Partnership for Education telah menyalurkan dana sebesar 60 juta dolar AS untuk mendukung pendidikan di Sudan, bantuan tersebut belum cukup untuk mengatasi permasalahan. Solusi yang dibutuhkan harus komprehensif dan tidak hanya bergantung pada bantuan finansial, melainkan penyelesaian konflik secara menyeluruh. Jika konflik dihentikan, seluruh aspek kehidupan termasuk pendidikan akan pulih.
Penduduk Sudan dan seluruh umat yang saat ini berada dalam cengkeraman penjajah kafir seperti di Palestina membutuhkan perisai yang mampu melindungi mereka dari kekerasan dan kezaliman. Mereka membutuhkan institusi yang menjamin keamanan dan keselamatan. Institusi itu adalah Khilafah. Khilafah akan melindungi seluruh umat, menyatukan mereka, serta menjalankan aturan Allah secara adil dan menyeluruh. Sistem inilah yang akan membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh manusia. Wallahualam.
Tasikmalaya, 21 November 2025
[My]
Baca juga:
0 Comments: