Perbaikan Tugu KH Zainal Mustafa, Bukan Sesuatu yang Urgen
Oleh: Rina Herlina
(Kontributor SSCQMedia.Com)
SSCQMedia.Com—Di tengah kondisi ekonomi yang makin sulit, harga kebutuhan pokok juga lumayan tinggi. Tahu-tahu lihat berita kalau Tugu KH Zainal Mustafa mau direhab. Bukan masalah rehabnya yang bikin hati mangkel, tetapi nominal biaya rehabnya yang membuat hati gondok. Bagaimana tidak gondok, rakyat sedang susah-susahnya, tetapi uang rakyat malah mau dipakai untuk sesuatu yang sebenarnya tidak urgen.
Seperti dilansir radartasik.id (20-11-2025), Tugu KH Zainal Mustafa yang berdiri di bundaran bypass Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, sedang dalam proses perbaikan. Ini dalam rangka proyek jelang akhir tahun. Diperkirakan biayanya mencapai Rp239 juta.
Cukup fantastis untuk sekadar merehab sebuah tugu. Padahal kondisi masyarakat kini sedang sulit. Kalau dipikir-pikir, daripada untuk merehab tugu, mendingan dipakai untuk kebutuhan lain yang lebih urgen.
Ekonomi yang sulit membuat angka kemiskinan di Tasikmalaya meningkat. Dan ini menjadi masalah serius yang seharusnya menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Tasikmalaya. Pada 2024 saja, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 186,75 ribu orang atau 10,23 persen dari total populasi.
Itu baru di kabupaten. Sementara itu, di Kota Tasikmalaya sendiri angka kemiskinan mencapai 11,10 persen atau sekitar 76,71 ribu penduduk miskin. Ini mungkin baru yang terdata, karena tidak jarang masih banyak masyarakat yang belum terdata sehingga sama sekali tak terjamah bantuan. Apalagi bantuan sosial juga tidak mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat miskin. Sehingga makin lengkaplah nasib rakyat yang hidupnya sudah berada di bawah garis kemiskinan.
Pemerintah beranggapan dengan diberikan bansos (bantuan sosial) akan sedikit meringankan beban masyarakat. Faktanya, semua itu hanya solusi tambal sulam. Masih banyak rakyat miskin yang tidak mendapatkan bantuan apa pun, apalagi kalau mereka belum terdata di Dinas Kependudukan. Alamat tidak akan pernah dapat bantuan.
Bansos sejatinya tidak bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kemiskinan. Ini hanya solusi sementara untuk membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan dasar mereka. Karena untuk mengatasi kemiskinan secara efektif, perlu adanya upaya lebih serius dan terstruktur dari pemerintah.
Pemerintah harus melakukan upaya peningkatan kualitas pendidikan. Dengan meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, maka kemampuan masyarakat pun akan meningkat. Pemerintah juga wajib menyediakan atau menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Ini karena masyarakat berhak mendapatkan lapangan kerja yang layak dan berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan memenuhi kebutuhan dasar keluarganya.
Pemerintah juga perlu membangun ekonomi lokal yang kuat dan beragam yang tentunya tidak berbasis riba. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan penguatan ekonomi, masyarakat akan mandiri dan tidak kesulitan lagi untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Jika masyarakat sudah mandiri secara ekonomi, maka kesejahteraan masyarakat adalah sebuah keniscayaan.
Terakhir, pemerintah wajib meningkatkan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan infrastruktur yang baik, maka mobilitas untuk kemajuan ekonomi akan semakin mudah. Dengan demikian, pada akhirnya masyarakat dapat memiliki kemampuan untuk meningkatkan taraf hidup mereka secara mandiri dan berkelanjutan.
Hanya saja semua itu tidak akan bisa terealisasi dalam sistem kapitalisme. Kapitalisme menjadikan pemerintah atau penguasa tidak berperan maksimal. Penguasa hanya sebagai regulator untuk melancarkan kepentingan segelintir orang yang punya modal.
Untuk dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera dibutuhkan penguasa yang memang mengabdikan diri hanya untuk kepentingan rakyat. Penguasa seperti ini hanya ada dalam sistem Islam, bukan kapitalisme. Karena penguasa dalam sistem Islam memang bekerja untuk kepentingan rakyat. Penguasa adalah pelindung rakyat, dan orientasi kepemimpinannya hanya untuk menyejahterakan rakyat.
Oleh karenanya, jika kita rindu dengan penguasa yang menjadikan kepentingan rakyat di atas segalanya, maka sudah saatnya kita ikut berjuang untuk mengembalikan sistem Islam ke tengah umat. Dengan kembalinya sistem Islam memimpin peradaban, maka kesejahteraan rakyat adalah keniscayaan. Wallahualam. [Rn]
Baca juga:
0 Comments: