Headlines
Loading...
Maulid Nabi Momentum Bebaskan Palestina

Maulid Nabi Momentum Bebaskan Palestina

Oleh: Alfisyah Ummu Arifah
(Pegiat Literasi Islam)

SSCQMedia.com — Derita warga Palestina belum berakhir. Keadaannya kian diperparah oleh kesepakatan yang menjebak, yaitu solusi dua negara. Pada 12 September 2025, ratusan negara menyepakati Kesepakatan New York yang isinya mengakui negara Palestina, namun juga mengakui negara Israel (detikNews, 15/9/2025). Pengakuan itu bersyarat. Sungguh "kebuntungan" dan bukan keberuntungan bagi Palestina dan kaum muslimin, jika solusi dua negara itu diambil.

Ada hubungan yang sangat dekat antara kondisi Palestina hari ini dengan kelahiran Nabi kita berabad-abad lalu. Saat menghadapi sakaratul-maut, Rasulullah disebut-sebut memanggil, “ummatii… ummati… ummati,” menunjukkan betapa beliau merasakan kepedihan seluruh kaum muslimin, termasuk saudara-saudara kita di Palestina. Beliau merasakan berat sekali melihat penderitaan kita.

Menurut Imam Qurthubi, surah At-Taubah menggambarkan sifat Rasulullah dengan gamblang:

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Artinya: “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri; berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat ingin dirinya menyelamatkanmu dalam keimanan dan penuh belas kasih.

Lihatlah betapa Rasulullah sangat keberatan atas penderitaan kita hingga akhir zaman, hingga pada saat-saat terakhir hidup beliau tidak lagi memikirkan diri beliau sendiri, padahal beliau sedang menahan sakit sakaratul-maut.

Lalu apa yang diinginkan Rasulullah? Beliau hanya menginginkan kebahagiaan dan keselamatan dalam keimanan bagi seluruh umat-Nya, termasuk Palestina. Kelahiran beliau sesungguhnya untuk menyelamatkan kaum Muslimin dan siapa saja yang mengharapkan rahmat Allah. Itulah tugas beliau sebagai penutup para nabi.

Mungkin Rasulullah saat itu juga mengetahui bahwa hukum buatan manusia tidak menjadi solusi bagi penjajahan di Palestina. Tentu Allah mengabarkan hal itu kepada beliau. Hari ini tampak bagaimana resolusi Dewan Keamanan PBB tentang perdamaian dunia sering kali hanya tertulis dalam kitab-kitab hukum tanpa implementasi nyata.

Perhatikan pula Resolusi Majelis Umum PBB No. 1514 (XV): “Semua bangsa memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri…”. Lalu bagaimana dengan hak rakyat Palestina yang menginginkan seluruh wilayahnya kembali seratus persen? Apakah hak rakyat Palestina tidak lagi dipertimbangkan? Bukankah Palestina lebih berhak daripada entitas lain di sana? Sejak dahulu Palestina dikenal membuka ruang hidup bersama bagi tiga agama, yakni Islam, Nasrani, dan Yahudi. Mengapa tidak tinggal bersama secara damai dalam satu negara bernama Palestina?

Rasulullah mengetahui bahwa manusia cenderung curang dan menganiaya pihak lain demi mempertahankan kepentingannya. Belum lagi bisikan setan yang menggoda untuk menyesatkan umat Muhammad hingga hari kiamat. Entitas Zionis pun tak lepas dari godaan untuk mencederai kaum Muslimin agar tidak kehilangan keunggulannya.

Oleh karena itu, peringatan Maulid Nabi tahun ini, 1447 Hijriah, seyogianya menjadi momentum bagi kita untuk menolong saudara-saudara kita di Palestina. Solusi dua negara yang jelas tidak diinginkan Nabi harus kita tolak. Solusi tersebut menyakitkan bagi Nabi dan kaum Muslimin, termasuk warga Palestina; solusi itu merupakan jebakan untuk memupus kekuatan kaum Muslimin dalam upaya mengembalikan peradaban Islam ke kejayaannya di muka bumi.

Wahai saudaraku, marilah bergerak mewujudkan cita-cita Nabi dahulu. Buatlah Rasulullah bangga kepada kita. Buatlah beliau tenang melihat kaum Muslimin saling menolong untuk Palestina. Keresahan Rasulullah dahulu harus kita akhiri dengan memberi kabar gembira: membebaskan seluruh dunia Islam dari penjajahan dan penganiayaan. Rasulullah akan tersenyum jika kita berhasil mendirikan Daulah Khilafah Islamiyah yang nyata membebaskan Palestina dari penjajahan, termasuk penjajahan di wilayah lain di muka bumi ini. Insya Allah.

Demikianlah, peringatan Maulid Nabi tahun ini seharusnya menjadi momentum untuk mengencangkan kembali aktivitas dakwah, mengajak seluruh kaum muslimin berdakwah bersama demi terwujudnya Khilafah. Karena, menurut pandangan ini, hanya dengan Khilafah, Palestina akan benar-benar terbebaskan dari segala bentuk penjajahan.

Wallahualam bissawab.
[Hz]


Baca juga:

0 Comments: