Oleh. Rya
(Kontributor SSCQMedia.Com)
SSCQMedia.Com—Kasus Raya sangat mengiris hati. Tubuh mungil itu dipenuhi cacing gelang. Rekaman CT scan menunjukkan cacing telah menyerang organ dalam hingga membuatnya lemah tak berdaya. Menurut pihak rumah sakit, infeksi cacing gelang telah menyebar ke organ vital, termasuk saluran pernapasan dan otak. Infeksi tersebut membuat Raya meregang nyawa. Kehidupan Raya serba kekurangan, baik ekonomi maupun yang lainnya. (Beritasatu, 20/8/2025)
Setelah kabar tersebut viral, para pejabat dan pihak terkait memberikan respons. Netty Prasetiyani, Anggota Komisi IX DPR, menyampaikan keprihatinan dan duka cita atas meninggalnya Raya akibat infeksi cacing di Sukabumi, Jawa Barat. (Kompas.com, 22/8/2025)
Akar Masalah
Kondisi yang menimpa Raya membuktikan bahwa pelayanan kesehatan di negeri ini belum mampu memberikan pelayanan maksimal kepada rakyat, khususnya anak-anak. Warga miskin tidak mampu hidup sehat, hanya mengonsumsi makanan seadanya, tinggal di rumah yang tidak layak, serta berada di lingkungan kotor sehingga kualitas kesehatan sangat rendah dan kematian menjadi keniscayaan.
Mekanisme pelayanan kesehatan masih sebatas formalitas dengan prosedur yang rumit, sehingga rakyat tidak mudah mendapatkannya. Raya bahkan tidak terdaftar sebagai penerima bantuan BPJS Kesehatan. Padahal, kesehatan adalah kebutuhan pokok masyarakat selain pendidikan, keamanan, dan infrastruktur.
Patut dipertanyakan bagaimana negara mengurus dan melindungi rakyat miskin serta lemah seperti Raya dan keluarganya. Mereka hidup dalam kondisi serba sulit di tempat tinggal yang tidak sehat. Sang ayah sakit TBC, sedangkan sang ibu adalah Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sungguh memilukan.
Keadaan buruk ini merupakan akibat diterapkannya sistem kapitalisme. Hanya orang-orang yang memiliki privilege atau keberuntungan yang bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Sedangkan rakyat miskin, sebaliknya.
Kesehatan dalam Islam
Kesehatan adalah kebutuhan pokok masyarakat. Oleh karena itu, negara dalam Islam bertanggung jawab penuh terhadap rakyatnya: menyantuni orang-orang lemah dan menyejahterakan mereka, serta memastikan setiap kepala keluarga terpenuhi kebutuhan pokoknya, mulai dari sandang, pangan, papan, hingga pelayanan kesehatan.
Masyarakat dalam Islam pun saling peduli. Jika ada orang sakit, baik tetangga maupun saudaranya, mereka akan segera menolong. Tidak ada yang dibiarkan menanggung sakit terlalu lama atau hidup dalam kesulitan. Kepedulian ini terjaga karena dilandasi keimanan kepada Allah Swt.
Negara menyediakan fasilitas kesehatan terbaik secara cuma-cuma bagi rakyat. Pelayanan tersebut diberikan kepada orang kaya maupun miskin, baik yang memiliki dokumen maupun tidak. Semua berhak ditangani langsung tanpa administrasi berbelit.
Negara juga memberi pencegahan sekaligus pengobatan. Pencegahan dilakukan dengan menyediakan sanitasi yang baik, asupan gizi yang cukup, serta lingkungan sehat. Pengobatan segera diberikan jika ada rakyat yang sakit.
Jika ada anak atau warga meninggal karena kelalaian, maka pejabat lokal (wali, amil kesehatan) akan dimintai pertanggungjawaban oleh khalifah. InsyaAllah, tidak akan ada kasus seperti yang menimpa Raya. [Rn]
Baca juga:
0 Comments: