Headlines
Loading...
Dakwah Lewat Tulisan Fiksi Menggetarkan Hati

Dakwah Lewat Tulisan Fiksi Menggetarkan Hati


SSCQ ke-46
Kelas Literasi Pertemuan ke-2
Senin, 25 Agustus 2025 pk 19.00-21.00 WIB

💝 Pemateri : Mbak Choirin Fitri
📗 Tema : Dakwah Lewat Tulisan Fiksi Menggetarkan Hati
💙 Host : Mbak Ana Mujianah
🖨 Media : WAG Literasi 46

Pada pertemuan kedua, kami menuntut ilmu fiksi dari pemateri yang luar biasa keren.
Bunda Lilik Yani mengakui bahwa sulit mencari pemateri fiksi. Tetapi alhamdulillah  Cikgu Choirin Fitri mau meluangkan waktunya untuk mengajar. Beliau didampingi PJ Panggung Fiksi yang tulisannya rapi, minim kesalahan, editor SSCQMedia.com yang istimewa, Mbak Ana Mujianah.

Demi efektivitas waktu, seluruh materi diberikan pada siang hari sebelum kelas dimulai. Sehingga peserta bisa mempelajarinya terlebih dahulu. Dan pada malam harinya, sisa melakukan diskusi dan praktik (mengeksekusi tugas).

Cerpen: Pengertian, Ciri, Unsur, Jenis, Struktur & Contoh

 https://share.google/K9CWh6SRR0PFnoMwa


Nah, secara ilmu kepenulisan umum cerpen biasa dan untuk dakwah tidak ada bedanya.

Lalu, di mana bedanya?

Bedanya ada pada konten.

Bagi pengemban ideologi Islam, setiap kata yang ia tulis, meskipun itu di dunia fiksi alias khayalan, dia tetap berpegang bahwa setiap kata akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.

So, dia akan sangat berhati-hati dalam membuat karya, meski hanya fiksi.

Bola Kematian - NarasiPost.Com https://share.google/eH5VH98KLbeqHJJSj

Ini adalah salah satu cerpen saya yang menyabet juara 2 challenge fiksi Narasi Post 

Isinya tentang kasus tragedi Stadion Kanjuruhan tahun 2022 yang sampai detik ini belum tampak hilal penyelesaiannya.

Isinya, bisa dibaca sendiri, ada kritik sosial, sentuhan keislaman, dll di dalamnya, dan insyaallah tentunya ada unsur dakwah.

Nah, karena dunia cerpen bukan hal yang baru bagi antunna, saya tidak akan berpanjang lebar dari sisi teori.

Monggo saya buka ruang diskusi, baru kita lanjut praktek.

Kita bakal bombardir SSCQ Media yang dikomandani Teh ⁨Maya Rohmah⁩ dengan cerpen khas kita yang bermuatan dakwah.

Kepalkan tangan bagi yang oke bossss.

***

Bunda Lilik Yani berkomentar, "Cerpen Bola Kematian di atas serasa hidup, nyata, dan keren. Kuncinya apa agar tulisan bisa ber"ruh", Mbak? Kalau saya yang nulis fiksi kok datar tanpa rasa."

Cikgu Choirin merespon, "Kalau kita ingin menulis fiksi yang bagus, maka kita harus memiliki asupan tulisan-tulisan fiksi yang bagus dan banyak. Sehingga pada saatnya kita menulis fiksi, akan lancar karena tabungan kata kita banyak. Banyak-banyaklah membaca, berkhayal, semangat untuk menyampaikan rasa melalui tulisan (rasa marah, rasa sedih, rasa kecewa, dan lainnya). Sehingga tulisan kita memiliki ruh. Untuk cerpen Bola Kematian itu sendiri, saya menulis selama 2 jam di waktu yang tenang sehingga bisa fokus. Kenapa saya memilih menyampaikan tragedi Kanjuruhan itu dalam bentuk cerpen dan bukan opini? Karena cerpen tidak perlu menunggu sampai data terkumpul lengkap. Saya bisa segera menulis tragedi Kanjuruhan saat tengah hangat-hangatnya."

***

Teh Irna berkomentar, "Saya ngeblank harus memulai dari mana? Mengawali ceritanya biar tampak menarik."

Cikgu Choirin menjawab, "Agar tidak nge-blank, penulis pemula jangan dulu berpikir, "Bagaimana agar bisa menulis cerita yang menarik?" Tetapi yang harus dilakukan adalah tulis saja semua yang ingin kita tulis. Setelah tuntas menulis, baru kita edit sesuai dengan kaidah penulisan cerpen. Agar tidak berat. Oke?"

***


Saat saya berdiskusi dengan para penulis ideologis, mereka menyatakan bahwa susah menulis cerpen. Hasilnya kok seperti opini.

Di sini ada yang merasa nulis cerpen rasa opini?

Tipsnya:
1. Perbanyak bacaan fiksi yang bagus.
2. Kalau ingin jadi penulis, banyaklah membaca. Sebagaimana ketika ingin menjadi pembicara yang baik, banyaklah mendengar.
3. Bedakan, opini berdasarkan data fakta tanpa khayalan. Sedangkan cerpen harus pandai membaca bermacam-macam rasa. Nulis itu sambil berkhayal saja. Curhatin aja. 
4. Saya banyak membaca fiksi islami dan non islami. Saya juga suka menonton film dan melihat perilaku orang di sekitar untuk mengetahui oh cara marah itu begini, cara sedih itu begini, dll.
.
***
Teh Irna, "Keren banget yaa Cikgu, 2 jam langsung jadi."
 Choirin Fitri, "Semua karena jam duduk, Mbak, kalau awal-awal belajar juga enggak bisa begitu. Butuh perjuangan untuk bisa expert. Semua penulis akan mengalami hal itu. So, ayok kita semangat mengawali belajar mulai sekarang juga."

***

Adakah yang kesulitan bikin judul cerpen yang kece badai?
Judul opini menggambarkan isi dari opini yang kita tulis.
Kalau judul cerpen, tidak seperti itu. Judul yang bikin penasaran, pendek saja.  Maksimal 3 kata.
Misal, Laskar Pelangi, Bulan, Riani, dst.

***
Jangan jadi editor ketika menulis. 
Tulis saja apa pun.
Setelah tuntas. Tinggal tidur. Besoknya dilihat lagi. Edit.

***
Teh Puri, "Nulis cerita fiksi harus hadir dari hati. Masalahnya, saya suka baper sendiri klo pas nulis fiksi. Gimana solusinya?"

Cikgu Choirin Fitri, "Cocok banget orang baper nulis cerpen. Jangan merasa aneh. Justru harus. Biar tulisan kita sampai ke hati dan perasaan pembaca."

***
Bunda Iis Nopiah, "Masih bingung bikin konflik dan penyelesaian yang keren. Mau Tipsnya Cikgu. Pengen bisa  kayak Tulisan Cikgu Choirin."

Cikgu Choirin, "Siap. Ayo kita bikin konflik yang keren. Saat menulis cerpen, berangkat dari masalah yang kita rasakan. Masalah = konflik. Ambil satu angle. Kita olah dengan rasa dan tsaqofah yang kita miliki. Konflik itu tidak harus selesai dalam sebuah cerpen (beda dengan novel). 1 konflik. Dibuat ngambang di akhir cerita, gak masalah kalau cerpen."

(Bersambung)

Baca juga:

0 Comments: