Dakwah Lewat Tulisan Fiksi Menggetarkan Hati
💝 Pemateri : Mbak Choirin Fitri
📗 Tema : Dakwah Lewat Tulisan Fiksi Menggetarkan Hati
💙 Host : Mbak Ana Mujianah
🖨 Media : WAG Literasi 46
Pada pertemuan kedua, kami menuntut ilmu fiksi dari pemateri yang luar biasa keren.
Bunda Lilik Yani mengakui bahwa sulit mencari pemateri fiksi. Tetapi alhamdulillah Cikgu Choirin Fitri mau meluangkan waktunya untuk mengajar. Beliau didampingi PJ Panggung Fiksi yang tulisannya rapi, minim kesalahan, editor SSCQMedia.com yang istimewa, Mbak Ana Mujianah.
Demi efektivitas waktu, seluruh materi diberikan pada siang hari sebelum kelas dimulai. Sehingga peserta bisa mempelajarinya terlebih dahulu. Dan pada malam harinya, sisa melakukan diskusi dan praktik (mengeksekusi tugas).
Cerpen: Pengertian, Ciri, Unsur, Jenis, Struktur & Contoh
https://share.google/K9CWh6SRR0PFnoMwa
Nah, secara ilmu kepenulisan umum cerpen biasa dan untuk dakwah tidak ada bedanya.
Lalu, di mana bedanya?
Bedanya ada pada konten.
Bagi pengemban ideologi Islam, setiap kata yang ia tulis, meskipun itu di dunia fiksi alias khayalan, dia tetap berpegang bahwa setiap kata akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.
So, dia akan sangat berhati-hati dalam membuat karya, meski hanya fiksi.
Bola Kematian - NarasiPost.Com https://share.google/eH5VH98KLbeqHJJSj
Ini adalah salah satu cerpen saya yang menyabet juara 2 challenge fiksi Narasi Post
Isinya tentang kasus tragedi Stadion Kanjuruhan tahun 2022 yang sampai detik ini belum tampak hilal penyelesaiannya.
Isinya, bisa dibaca sendiri, ada kritik sosial, sentuhan keislaman, dll di dalamnya, dan insyaallah tentunya ada unsur dakwah.
Nah, karena dunia cerpen bukan hal yang baru bagi antunna, saya tidak akan berpanjang lebar dari sisi teori.
Monggo saya buka ruang diskusi, baru kita lanjut praktek.
Kita bakal bombardir SSCQ Media yang dikomandani Teh Maya Rohmah dengan cerpen khas kita yang bermuatan dakwah.
Kepalkan tangan bagi yang oke bossss.
***
Bunda Lilik Yani berkomentar, "Cerpen Bola Kematian di atas serasa hidup, nyata, dan keren. Kuncinya apa agar tulisan bisa ber"ruh", Mbak? Kalau saya yang nulis fiksi kok datar tanpa rasa."
Cikgu Choirin merespon, "Kalau kita ingin menulis fiksi yang bagus, maka kita harus memiliki asupan tulisan-tulisan fiksi yang bagus dan banyak. Sehingga pada saatnya kita menulis fiksi, akan lancar karena tabungan kata kita banyak. Banyak-banyaklah membaca, berkhayal, semangat untuk menyampaikan rasa melalui tulisan (rasa marah, rasa sedih, rasa kecewa, dan lainnya). Sehingga tulisan kita memiliki ruh. Untuk cerpen Bola Kematian itu sendiri, saya menulis selama 2 jam di waktu yang tenang sehingga bisa fokus. Kenapa saya memilih menyampaikan tragedi Kanjuruhan itu dalam bentuk cerpen dan bukan opini? Karena cerpen tidak perlu menunggu sampai data terkumpul lengkap. Saya bisa segera menulis tragedi Kanjuruhan saat tengah hangat-hangatnya."
***
Teh Irna berkomentar, "Saya ngeblank harus memulai dari mana? Mengawali ceritanya biar tampak menarik."
Cikgu Choirin menjawab, "Agar tidak nge-blank, penulis pemula jangan dulu berpikir, "Bagaimana agar bisa menulis cerita yang menarik?" Tetapi yang harus dilakukan adalah tulis saja semua yang ingin kita tulis. Setelah tuntas menulis, baru kita edit sesuai dengan kaidah penulisan cerpen. Agar tidak berat. Oke?"
***
Baca juga:
0 Comments: