Challenge Motivasi
Oleh. Ummu Irul
Dalam Islam, kaum hawa sangat dimuliakan, baik predikatnya sebagai anak, sebagai istri maupun sebagai ibu.
Kemuliaan perempuan sebagai anak yaitu bisa memasukkan orang tuanya ke surga. Hal itu sebagaimana yang Rasulullah saw. kabarkan,
مَنْ كَانَتْ لَهُ أُنْثَى فَلَمْ يَئِدْهَا، وَلَمْ يُهِنْهَا، وَلَمْ يُؤْثِرْ وَلَدَهُ عَلَيْهَا، قَالَ: يَعْنِي الذُّكُورَ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ
"Dikisahkan Abdullah bin Abbas (ra dengan dia), Nabi (saw) berkata, "Siapa yang memiliki anak perempuan, dia tidak membunuhnya dengan dikubur hidup hidup, tidak menghinanya, dan tidak lebih mengutamakan anak laki laki, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga." (HR Ahmad).
Sedangkan kemuliaan perempuan dalam predikatnya sebagai istri adalah sabda beliau,
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap perempuannya (istrinya)” (H.R. Ibnu Majah No. 1978).
Adapun kemuliaan perempuan sebagai ibu, disampaikan sang teladan seperti ini,
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ
"Seseorang datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, "Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?" Nabi saw menjawab, "Ibumu." Dan orang tersebut kembali bertanya, "Kemudian siapa lagi?" Nabi saw menjawab, "Ibumu." Orang tersebut bertanya kembali, "Kemudian siapa lagi?" Beliau menjawab, "Ibumu." Orang tersebut bertanya kembali "Kemudian siapa lagi," Nabi saw menjawab, "Kemudian ayahmu." (HR Al Bukhari dan Muslim).
Masyaallah, demikian mulia perempuan dalam Islam. Haram hukumnya menghina, merendahkan, dan melecehkan mereka. Haram menjadikannya objek untuk memperoleh keuntungan materi belaka. Haram pula menjadikannya pihak yang senantiasa terjajah dan tersingkirkan.
Namun, fakta yang terhampar di hadapan kita hari ini membuat dada sesak dan perih. Kini pemerintah melegalkan aborsi lewat PP (Peraturan Pemerintah) No. 28 Tahun 2024. Lho, bukannya pejabat kita hari ini adalah muslim? Mengapa mengambil peraturan yang sangat melukai dan membahayakan kaum hawa?
Itulah kehebatan sistem kapitalisme-sekular yang diadopsi negeri ini. Seorang muslim pun bisa berpikir jauh dari Islam. Dalam kapitalisme yang lebih mengedepankan materi, mereka tak ingat lagi jika pergaulan bebas itu diharamkan oleh Allah Ta'ala. Tidak takutkah pada azab-Nya kelak di hari akhir?
Mengapa tidak mengambil langkah efektif, misalnya menutup pintu zina yang mengakibatkan remaja terlibat pada aktivitas pacaran. Sebagian di antaranya mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan. Mengapa justru membuat kebijakan yang sangat melukai perempuan dan membahayakannya? Jika aborsi, siapa yang dirugikan dan dihancurkan? Mengingat risiko aborsi sangat membahayakan keselamatan, baik di dunia maupun akhirat. Siapa yang jadi korban? Perempuan tentunya.
Belum lagi berita yang sedang viral beberapa hari ini. Sang sultan di negara Konoha, membagi-bagikan k0nd*m untuk remaja. Astagfirullah. Mengapa? Dengan mendapat fasilitas seperti itu apakah kehamilan bisa dicegah? Apakah penyakit berbahaya sebagai turunan dari aktivitas zina bisa dibasmi dan dihentikan? Tidak! Justru dengan begitu, kasus perzinaan akan makin menjamur, penyakit yang diakibatkan semakin merebak. Akibatnya para perempuan yang notabene pencetak generasi akan hancur. Apa jadinya bangsa ini? Ngeri membayangkannya!
Lantas apa yang harus kita lakukan agar para perempuan ini kembali pada kemuliaannya? Agar perempuan tidak dianggap remeh dan diremehkan? Apa yang harus kita lakukan?
Tidak ada jalan lain, kecuali kita harus berjuang, dengan cara berdakwah, agar sistem Islam kembali mengatur kehidupan ini. Agar Islam diadopsi oleh negara, sehingga memposisikan perempuan sesuai dengan kedudukannya yang mulia. Sebagaimana dahulu pernah dirasakan oleh para perempuan di jaman Nabi Muhammad saw., dilanjutkan pada jaman Khalifah-Khalifah setelahnya. Semoga hal itu segera terwujud. Amin.
Wallahualam bissawab. [My]
Baca juga:
0 Comments: