motivasi
Angan-Angan Vs Harapan
Oleh. Firda Umayah
Sobat, pernahkah kamu berangan-angan? Pernahkah kamu memiliki harapan? Kira-kira, apa sih bedanya angan-angan dan harapan?
Dalam wikipedia, angan-angan diartikan sebagai membentuk keyakinan berdasarkan hal yang dianggap menyenangkan untuk dibayangkan, bukan berdasarkan rasionalitas atau kenyataan. Sedangkan harapan adalah keyakinan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan di mana sesuatu itu akan di dapatkan di masa yang akan datang.
Sobat, dari dua arti di atas, jelas bahwa angan-angan berbeda dengan harapan. Jika angan-angan merupakan hal yang tidak mungkin terjadi dan tidak mungkin diwujudkan, maka harapan adalah sesuatu yang bisa saja terjadi dan diwujudkan. Lalu apa saja contoh antara angan-angan dan harapan?
Misalnya, ketika kamu ingin hidup awet muda dan cantik selamanya. Maka ini merupakan angan-angan. Tapi ketika kamu punya keinginan untuk tampak cantik alias glowing maka itu merupakan harapan. Terus, apakah seorang muslim boleh berangan-angan?
Sobat, sebagai muslim, sudah seharusnya kita berpikir dan bertingkah laku sesuai dengan syariat Islam. Jika Sobat memiliki angan dan harapan, maka pastikan bahwa angan dan harapan itu tidak melanggar syariat Islam. Karena semua hal yang kita pikirkan kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
Sobat, berangan-angan itu boleh asalkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Misalnya, Sobat memiliki angan-angan kalau besok akan meninggal. Lantas Sobat memikirkan, amal ibadah apa yang sudah saya siapkan menuju akhirat? Maka angan semacam ini boleh ya. Sebab, angan seperti itu akan membuat Sobat semakin semangat dalam beribadah kepada Allah. Apalagi, mengingat kematian merupakan salah satu hal yang dianjurkan dalam Islam.
Allah Swt berfirman, "Di mana saja kamu ada, kematian pasti akan kamu dapatkan, meskipun kami berada di dalam benteng tinggi dan kokoh," (TQS. An-Nisa' : 78).
Sobat, selain angan yang mengandung makna takut kepada Allah dan azabNya, maka merupakan angan yang sia-sia. Karena hal itu hanya akan membuat manusia membiarkan sisa hidupnya tanpa aktifitas dan amal saleh. Rugi banget gak sih.
Sedangkan harapan, maka ini boleh di dalam Islam selama keinginan yang hendak dicapai di kemudian hari tetap tidak menyalahi syariat Islam lho ya. Misalnya ketika Sobat ingin menjadi seorang ulama padahal saat ini masih nyantri, maka itu sah-sah saja. Tapi, kalau ada orang yang ingin menjadi kaya dengan cara yang tidak benar, maka itu tidak boleh dilakukan.
Sobat, singkatnya hidup ini hendaklah membuat kita sibuk dengan mempersiapkan diri menuju tempat kembali yaitu akhirat. Jangan sampai ada penyesalan mendalam ketika suatu hari nanti ternyata kita telah di jemput pulang untuk menghadapNya. Ingatlah bahwa setiap jiwa atau makhluk yang bernapas pasti akan merasakan kematian. Sebagaimana firman Allah Swt dalam Al-Qur'an surat Al-Ankabut ayat 57.
So, yuk segera berbenah diri. Menjadi muslim yang lebih baik dengan senantiasa menjadi imam dan Islam hadir di dalam segala aktifitas kita. Ingat pula akan surat Al-Asr bahwa sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, yang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Wallahu a'lam bishawab.
Baca juga:
0 Comments: