Headlines
Loading...
(Ratty S Leman)

Banyak reaksi yang muncul dari teman-teman, saudara-saudara dan kerabat lainnya. Ada yang senang dan mendoakan Rara semoga dapat menjalankan ibadah haji dengan sebaik-baiknya dan dapat berbuat lebih baik bagi sesama manusia, sekembalinya dari tanah suci. Untuk doa-doa yang baik tak henti-hentinya Rara mengamini " Aamiin.... Aamiin... Aamiin... Yaa Mujibassailin."

Lain lagi ceritanya dengan pengasuh Rara sewaktu kecil, Mak Tris. Beliau menangis ketika mendengar berita bahwa Rara akan berangkat ke Tanah Suci. Tubuhnya yang kurus karena sakit bertambah beban karena memikirkan Rara. 

Siang itu Rara berkesempatan menjenguknya di rumah kontrakannya yang sempit. Mak Tris protes, "Mengapa masih gadis kok sudah mau berangkat haji. Nanti saja kalau sudah tua. Gak _ilok_ ."

"Kata siapa gak _ilok_?" tanya Rara.

"Ya, kata orang-orang tua dulu" jawab Mak Tris membela diri.

Agaknya beliau takut terjadi apa-apa dengan Rara. Akhirnya Rara menjelaskan panjang lebar agar beliau tidak khawatir. "Ibadah haji itu sebaiknya justru dilakukan saat usia masih muda. Karena ibadah ini memerlukan kekuatan dan ketahanan fisik yang prima."

Hampir satu jam mereka ngobrol hingga akhirnya Mak Tris luluh juga. Alhamdulillah beliau berkenan memberi restu kepada Rara. "Ya sudah, kalau itu sudah menjadi niatmu. Semoga selamat dan bisa pulang berkumpul lagi. Sehat dan tidak terjadi apa-apa."

"Nah, gitu dong. Aamiin.. Ya Rabbal Alamin" sahut Rara gembira.

"Gunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu", begitu petikan sebuah hadist. Tidak mustahil jika para sahabat Rasulullah dan para pejuang-pejuang Islam rata-rata berusia muda. 

Kalaupun akhirnya ajal harus tiba saat menunaikan ibadah haji, bukankah itu mati syahid? Mati syahid itu idaman setiap muslim. 

Setiap saat kita diperintahkan untuk dzikir maut (mengingat kematian), agar kita waspada dalam menjalani kehidupan. Dzikir maut menyebabkan kita tidak takut mati asal di jalan Allah. Kematian tidak akan datang tanpa adanya ketetapan ajal. Kalau kita takut mati, jangan-jangan kita lengah tidak pernah dzikir maut tapi dzikir hayat (mengingat hidup). Terkena penyakit al wahn yakni cinta dunia takut mati.

Baca juga:

0 Comments: