Headlines
Loading...
Oeh. Ratty S Leman

"Di Indonesia ini banyak sebutan untuk orang yang berhaji", kata Titi teman dekat Rara. 

"O ya?" Terangkat alis Rara.

"Banyak orang yang dapat menunaikan ibadah haji tanpa mengeluarkan uang sepersen pun, namanya 'haji abidin' (atas biaya dinas)" celetuk Titi.

"Ha..ha..ha..." Tawa mereka berdua.

"Ada haji kosasih" lanjut Titi.

"Apa tu?" sambut Rara

"Kosasih artinya ongkos dikasih," jawab Titi

Rara tertawa, "Aku dong."

Titi melanjutkan candanya, "Banyak juga orang yang terpaksa menjual tanahnya karena ingin sekali berangkat haji. Orang menyebutnya dengan 'haji wahyu' yang artinya sawahnya payu alias laku."

Meledak tawa mereka berdua di siang hari itu.

***
Berhaji memang membutuhkan biaya yang sangat besar maka Allah mewajibkan bagi yang mampu. Mampu finansial, mampu fisik dan sebagainya. "Dan wajib melaksanakan haji karena Allah atas orang-orang yang mempunyai kemungkinan untuk sampai ke sana. Dan barangsiapa tidak mau beriman, maka bahwasanya Allah itu Maha Kaya dari segala alam" (QS Al Imran 97).

Bagi kita yang belum mampu dan belum diijinkan Allah tidak usah bersedih. Allah bisa dijumpai di mana saja di setiap sudut ruang dan waktu, di mana saja kita mau, sambil berdiri atau duduk atau bahkan saat berbaring. 

Allah senantiasa menemani kita jika kita mau senantiasa terhubung dengan langit, meskipun tidak sedang di Tanah Suci. Betapa banyak orang yang pergi ke Tanah Suci tapi tak berhasil menemukan Dia Yang Maha Agung.  Beliau tidak sudi ditemui mereka karena beberapa sebab. Bisa jadi hati mereka kotor, uang mereka tak bersih, atau seribu macam sebab lainnya. Alangkah kasiannya hati ditolak mentah-mentah oleh yang memiliki hidup.

Alhamdulillah bagi Rara sendiri, keinginan untuk berhaji itu disambut Allah. Dia tak perlu membutuhkan uang yang banyak untuk sampai pada keinginan. Tidak perlu menunggu lama sampai uang itu cukup. Ternyata Allah yang mencukupkannya. Hanya dengan dua juta rupiah, Allah kabulkan harapannya, mengizinkannya menunaikan niat berhaji melalui pihak-pihak lain yang digerakkan untuk membantu. 

Ada pelajaran berharga yang dapat Rara petik dari pengalaman ini. Yang terpenting menurutnya adalah niat yang kuat yang senantiasa dirawat dengan baik. Jika Allah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin dan menghalanginya. Sekali Allah bilang "Kun Fayakun" maka segala kehendak-Nya terjadilah. Tanpa bisa ditunda-tunda.

Rara mengingat kembali bahwa dia dapat membayar ongkos haji bukan karena kemampuannya semata tapi Allah yang memampukan. Tabungannya hanya terkumpul dua juta rupiah. Kalau dipikir-pikir mana cukup uang itu? Namun tampaknya Allah berkehendak lain. "Terimakasih Ya Allah, karena kehendak-Mu hamba dapat membayar ongkos ke Tanah Suci. Hanya dengan dua juta rupiah," bisik Rara terharu.

***

Rara kembali merenung. Kekuatan doa ternyata bisa mewujudkan harapannya. Tapi dia sendiri juga heran. Dari sekian banyak doa, doa agar dapat ke Baitullah bukanlah termasuk doa khusus yang diucapkannya berhari-hari sampai istilahnya 'nyinyir'.  Setelah dia ingat-ingat ternyata doa ini memang pernah dia panjatkan saat hari Arofah 2 tahun sebelumnya. Tapi ya sepertinya hanya saat itu saja berdoanya. Masalahnya doa agar dapat pergi ke Baitullah adalah doa kemewahan baginya. Cukup Dengan Dua Juta

Minggu, 2 Oktober 2022

Baca juga:

0 Comments: