Oleh. Dhevi Firdausi, ST.
(Kontributor SSCQmedia.Com)
SSCQmedia.Com—Kota Surabaya mendadak masuk headline di banyak akun sosial media. Tapi, kali ini bukan karena prestasinya. Masyarakat di kota pahlawan ini mendadak digemparkan dengan penemuan jutaan narkoba oleh Polda Jatim. Seperti dikutip dari laman SuaraSurabaya.net, 20 Mei 2025, yang menyatakan bahwa pabrik narkoba di Surabaya yang sudah memproduksi 6.780.000 butir berjenis pil Carnophen dan berlogo LL dibongkar kepolisian Polda Jawa Timur. Lokasinya berada di kawasan Perumahan Kertajaya Indah Timur Gg.9 No.47, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Kota yang dulu terkenal sebagai kota pahlawan, sekarang berubah menjadi1 produsen jutaan narkoba.
Sementara gudang penyimpanan narkoba tersebut terdapat di wilayah Masjid Ampel. Jadi, setiap ribuan narkoba selesai diproduksi, kemudian dibawa ke Ampel untuk disimpan sementara waktu disana, sebelum diedarkan. Hal ini sangat disayangkan, mengingat Ampel Surabaya identik dengan kawasan religius. Terdapat makam Sunan Ampel di sana, yang selalu ramai dikunjungi warga untuk ziarah. Masyarakat di wilayah tersebut sebagian besar juga keturunan Arab dan tentu beragama Islam. Ditemukannya gudang penyimpanan narkoba di wilayah ini sungguh di luar dugaan.
Pabrik di Surabaya tersebut sudah memproduksi lebih dari 6 juta butir narkoba. Banyaknya jumlah produksi menunjukkan bahwa jumlah permintaan konsumen juga sangat tinggi. Besarnya jumlah transaksi narkoba juga menggambarkan betapa marak peredarannya.
Bisnis narkoba memang menggiurkan, karena keuntungan yang didapatkan sangat besar. Apalagi di masa sekarang, masyarakat banyak yang menjadi korban PHK. Di sisi lain, kebutuhan pokok terus melonjak naik harganya. Bagi yang tidak kuat iman, akan dengan mudah mengambil bisnis narkoba ini sebagai jalan keluar dari kemiskinan.
Maraknya peredaran narkoba ini sangat memprihatikan. Sejatinya, semua orang tahu bahwa benda tersebut merusak badan dan diharamkan dalam Islam. Namun, masih banyak orang yang melanggarnya. Ini tidak terlepas dari pengaruh paham sekularisme.
Sekularisme adalah prinsip hidup dari negara barat, dan negara besar yang mengembannya seperti AS dan Inggris, mereka sengaja memisahkan agama dari kehidupan meski mayoritas penduduknya beragama Nasrani. Menurut mereka, agama tidak boleh ikut campur dalam mengatur kehidupan sosial masyarakat, agama hanya berlaku di rumah ibadah saja.
Sekularisme mempengaruhi masyarakat untuk terjun dalam gaya hidup bebas. Mereka bebas melakukan apapun, tanpa peduli standar halal-haram, termasuk dalam mencari uang. Misalnya, bisnis narkoba pun mereka jalani, untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari, meski melanggar larangan illahi Rabbi.
Negara yang menerapkan sistem sekuler kapitalis biasanya akan mencetak masyarakat berkarakter materialistik dan liberal. Mereka menganggap uang adalah sumber kebahagiaan hidup. Segala sesuatu diukur atas pertimbangan untung dan rugi, bukan standar halal dan haram.
Dari pola pikir seperti ini, maka bisnis narkoba dianggap sangat menguntungkan. Meskipun ada aturan yang melarang peredarannya, tapi faktanya bisnis tersebut tetap dipertahankan. Penindakan hukum juga terlihat hanya setengah hati, karena gembong narkoba jarang tersentuh. Kondisi ini membuat peredarannya semakin sulit untuk diberantas.
Kita sebagai umat Islam, memiliki pedoman kehidupan, berupa Al-Qur'an dan Sunah Rasul. Dengan kedua pedoman ini kita bisa mengetahui halal-haram. Aturan Islam yang ada di dalam Al-Qur'an sangat sempurna, mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Di dalam Islam, narkoba merupakan barang haram, negara wajib berperan aktif mencegah serta memberantasnya, demi melindungi rakyat. Islam menetapkan sanksi tegas berupa ta'zir bagi pengguna narkoba, serta hukuman bagi pengedar dan produsennya. Hukuman ta'zir merupakan sanksi yang ditetapkan oleh negara, untuk perbuatan pelanggaran syariat yang tidak secara spesifik diatur dalam Al-Qur'an maupun hadis.
Negara wajib memberikan pendidikan Islam bagi rakyatnya. Pendidikan di dalam Khilafah tidak dipungut biaya alias gratis. Meskipun gratis, tapi memiliki sarana dan prasarana pendidikan berkualitas. Kurikulum pendidikan fokus untuk membentuk kepribadian Islam para siswa. Akidah Islam ditanamkan sejak usia dini, karena akidah ini merupakan pondasi terbentuknya kepribadian Islam. Sebelum anak mencapai usia baligh, mereka sudah dipahamkan tentang syariat Islam. Karena ketika sudah baligh, mereka akan dihisab amal perbuatannya oleh Allah SWT. Dengan pola pikir dan pola sikap yang islami, maka kelak akan terwujud tatanan masyarakat yang mampu menjauhi narkoba dan perbuatan maksiat lainnya.
Sistem Islam mencetak masyarakat yang memiliki kepribadian Islam. Kita bisa melihatnya dari kualitas para sahabat Rasulullah, mereka pada umumnya berusia muda. Para sahabat, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan lain-lain merupakan teladan hidup kita, agar selamat di dunia dan akhirat. Mereka adalah ahli surga, senantiasa ada dalam ketakwaan, jauh dari kemaksiatan.
Selain para sahabat Rasulullah, terdapat pula para pemuda pada masa kejayaan Islam. Ilmuwan muslim seperti Ibnu Sina (ahli kedokteran), Al-Khawarizmi (ahli matematika), Ibnu Firnas (ahli pesawat terbang), dan lain-lain, yang memberikan contoh untuk kita. Mereka tidak hanya ahli dalam satu bidang ilmu saja, tapi juga hafidz Al-Qur'an, serta ahli bahasa Arab.
Demikianlah Islam, ketika diterapkan secara sempurna, akan membentuk peradaban masyarakat mulia, jauh dari kemaksiatan. [ry]
Baca juga:
0 Comments: