Challenge Motivasi
Oleh. Dewi Khoirul
Bertabur harta tidak menjamin manusia bahagia benarkah hal itu? Padahal di era modern saat ini, di tengah gempuran dahsyat sistem kapitalisme, harta menjadi topik utama. Demi harta manusia rela mengorbankan agama, demi harta manusia rela mengorbankan harga dirinya, demi harta pula manusia rela bertaruh nyawa.
Namun, manusia tak juga sadar bahwa dengan terus berjalannya sistem kapitalisme di tengah-tengah kehidupan, menjadikan manusia hanya memandang bahwa kebahagiaan itu jika terpenuhi kebutuhan jasmaninya, sehingga berbagai macam cara dilakukan demi terpenuhi kebahagiaan yang mereka maksudkan, termasuk mengejar harta kekayaan ini yang mereka pandang bisa menjadikannya hidup bahagia. Dan jika harta yang dimaksudkan tidak segera ia dapatkan, sementara pemahaman agama yang sangat minim, maka tak ayal lagi harga diri bisa terjual, agama bisa digadaikan, dan tindakan kriminal bisa dilakukan.
Betapa malang pemikiran manusia yang telah teracuni oleh kapitalisme, dia akan tersesat dari kebenaran, karena tidak mampu berpikir secara jernih dan mendalam. Jika kebahagiaan sekadar terpenuhinya kebutuhan
jasadiah, tapi dengan cara melakukan tindak kriminal, tentu bukan kebahagiaan yang akan didapat tapi malah penyesalan, kegelisahan, dan kacaunya pemikiran. Jadi, bergelimangnya harta tidak menjamin manusia bisa bahagia.
Sungguh, hanya Islam yang bisa menghantarkan manusia mencapai kebahagian hakiki, karena standar kebahagiaan dalam islam adalah jika manusia mendapatkan keridaan Allah sang pencipta dan pengatur manusia. Islam mengarahkan umatnya agar senantiasa memiliki keimanan yang kokoh demi meraih derajat takwa, sehingga ringan dalam menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Dengan berbekal keimanan tersebut, manusia akan menjalani hari-hari dalam kehidupannya penuh dengan semangat dan keyakinan.
Dia akan tetap bersyukur dalam keadaan apapun, baik kaya ataupun miskin, susah ataupun senang asalkan tetap mendapatkan keridaan Allah dia akan bahagia
Karena mereka sadari hidup di dunia hanya sementara, hanya sampai batas usia, tak ada gunanya menumpuk harta, toh akan kita tinggalkan jua.
Sebagaimana Allah terangkan dalam Al-Qur'an surah An-Nur bahwasanya Allah akan berikan kemenangan jika manusia itu bertakwa kepada Allah. Inilah kebahagiaan yang hakiki.
Allah berfirman :
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
“Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan” (QS. An-Nur (24) : 52).
Tidakkah kita menginginkan kebahagiaan yang hakiki?
Wallahualam bissawab. [My]
Baca juga:
0 Comments: