Challenge Motivasi
Oleh. Arik Rahmawati
Kematian itu pasti datang. Siapa pun orangnya pasti akan merasakan yang namanya mati. Mau orang kaya atau miskin, tua atau muda, laki-laki atau perempuan pasti akan merasakan mati. Mati tak bisa dihindari meski kita berlindung di dalam benteng yang kokoh sekali pun. Hal ini sudah dijelaskan oleh Allah Swt. di dalam firman-Nya di surat An-Nisa ayat 78 sebagai berikut:
"Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh.” (QS An-Nisa: 78).
Dari ayat di atas menunjukkan bahwa kematian itu pasti akan datang. Tak perduli kita sedang apa, ada di mana, bersama siapa, dan usia berapa. Kalau Allah Swt. sudah berkehendak, maka matilah kita tanpa Allah menunggu persetujuan kita. Allah-lah yang berkuasa menghidupkan dan mematikan kita. Tidak ada daya dan upaya melainkan Allah.
Allah-lah yang memegang nyawa kita. Tidak ada yang tahu kapan usia kita akan berakhir. Apakah kita sudah siap atau belum, apakah kita lagi sehat atau sakit, apakah kita sedang berharap mati atau tidak, apakah kita lagi senang atau susah itu semua tak pernah mempengaruhi kedatangan ajal menjadi lebih cepat atau lambat.
Kadang kita menyaksikan di TV seseorang yang sedang menyampaikan khutbah lalu meninggal dan ada juga pemberitaan di media sosial bahwa ada seseorang yang meninggal saat sedot lemak atau meninggal saat membuat konten hiburan. Semua itu membuktikan bahwa dalam kondisi apa pun, siap tidak siap, ajal akan terus mengintai kita.
Setelah manusia itu mati, maka semua tinggal kenangan. Semua akan menjadi sejarah. Seterkenal apa pun seseorang, maka dia akan dilupakan. Mungkin seminggu dua minggu orang-orang masih mengingat kita, namun setelah itu semua akan sibuk melanjutkan kehidupan masing-masing. Tinggallah kita sendirian di alam kubur. Tak ada yang berarti kecuali amal sholeh selama kita hidup di dunia. Secinta apa pun kita dengan pasangan, namun tetap akan ditinggalkan.
Kematian adalah misteri. Tak ada yang tahu kapan ajal itu tiba. Namun kita bisa melihat manusia hari ini banyak yang terlena oleh hiruk-pikuk dunia. Kebanyakan manusia hari ini suka menunda-nunda suatu amal kebaikan. Manusia merasa terlena serta panjang angan-angan. Merasa hidupnya masih lama, masih muda, masih sehat, masih segar dan masih panjang. Menunda taubat ketika masih merasa muda. Menunda bayar utang karena merasa hidupnya masih lama. Inilah ironi manusia hari ini. Untuk itu baginda nabi mengingatkan umatnya bahwa orang yang paling cerdas adalah orang yang banyak mengingat kematian.
Jadi yang terpenting bagi kita adalah mempersiapkan kematian yang indah. Kita hendaknya mempersiapkan akidah yang lurus serta jernih, menjalankan ketaatan kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, menjauhi larangan-Nya serta mempersiapkan amal saleh yang banyak dengan senantiasa di dasarkan pada Al-Qur’an dan As-Sunah sebagai wahyu dari zat pencipta manusia. [Hz]
Baca juga:
0 Comments: