Challenge Motivasi
Oleh. Tini Ummu Faris
Merdeka! Itulah yang pertama ada di benak masyarakat saat memasuki bulan Agustus. Agustus, diperingati bulan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Berbagai macam kegiatan sudah mulai dirancang. Di jalan-jalan pun sudah mulai terlihat semarak memeriahkan hari kemerdekaan yang jatuh pada 17 Agustus.
Sahabat, apa yang ada di benak tentang merdeka? Yakinkah sampai saat ini merasakan nikmatnya kemerdekaan? 79 tahun Indonesia merdeka. Benar, kita sudah terbebas dari penjajahan secara fisik. Namun, sudahkah kita terlepas dari penjajahan yang lain? Benarkah kita sudah merdeka? Perekonomian masih carut marut, harga barang kian melambung tinggi, lapangan pekerjaan tak seimbang dengan jumlah tenaga kerjanya. Pendidikan dan kesehatan menjadi komoditas yang mahal. Seakan terpampang spanduk besar, orang miskin dilarang sakit, orang miskin dilarang sekolah tinggi. Belum lagi bila kita tengok masalah Palestina dan negeri-negeri muslim yang masih terjajah. Kita akan lebih banyak merenung, beginikah negeri yang sudah merdeka?.
Sahabat, inikah yang namanya merdeka? Jika kita rasakan lebih dalam, justru semakin terkungkung. Kemerdekaan semu. Merdeka secara fisik tapi belum merdeka secara hakiki. Aturan yang dipakai saat ini yang tak akan pernah bisa membuat kita merdeka. Malah sebaliknya, makin membuat manusia terjauh dari aturan-Nya. Sekularisme, tak akan pernah bisa membuat kita merdeka.
Sahabat, sadarkah selama ini kita dikelabui dengan diiming-imingi "merdeka"? Setiap tahun diperingati bahkan secara besar-besaran, tetapi hanya seremonial semata. Berkata di lisan merdeka, tetapi pada faktanya tidak sama sekali. Miris!
Sahabat, sudah saatnya kita terbangun dari mimpi panjang dan bangkit untuk bisa merdeka yang sebenarnya. Kita baru bisa merdeka saat tak lagi menghamba pada aturan manusia. Kita baru bisa merdeka saat kita jalankan semua syariat-Nya dengan totalitas tanpa kekangan dari siapapun. Dalam surah Az-Zariyat ayat 56 kita diingatkan bahwa tugas kita adalah beribadah kepada Allah. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 208 pun kita diperintahkan agar berIslam secara kafah (menyeluruh). Selama sistem yang diterapkan bukan Islam, kita tidak bisa menjalankan seluruh syariat-Nya. Ini makin menegaskan bahwa sejatinya saat ini kita belum merdeka.
Kemerdekaan yang selama ini dibanggakan dan rayakan hanyalah semu. Dalam surah Az-Zariyat ayat 56 kita diingatkan bahwa tugas kita adalah beribadah kepada Allah. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 208 pun kita diperintahkan agar berIslam secara kafah (menyeluruh). Selama sistem yang diterapkan bukan Islam, kita tidak bisa menjalankan seluruh syariat-Nya. Ini makin menegaskan bahwa sejatinya saat ini kita belum merdeka. Kemerdekaan yang selama ini banggakan dan rayakan hanyalah semu.
Wallahualam bissawab. [YS]
Baca juga:
0 Comments: