Headlines
Loading...
Challenge Motivasi

Oleh. Neni Arini 

Hidup di dunia ini hanyalah sementara. Dunia dan segala isinya adalah tempat persinggahan yang kita pijaki hanya sesaat.  Bagi hamba yang bertakwa dan hidup dalam kebenaran ketika menjalaninya maka akan berada dalam keselamatan. Untuk itu pahamilah, hidup itu untuk apa, mau kemana, dan dari manakah kita.

Allah berfirman dalam surah Al-Hadid ayat 20:

"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu."

Pada ayat di atas menggambarkan tentang kehidupan dunia yang hanyalah permainan dan tipuan. Mengingatkan diri akan jebakan-jebakan dunia yang akan melalaikan diri kita.

Sesungguhnya dunia ini
adalah tempatnya ujian dan cobaan, sehingga dunia pun sekadar menjadi sarana untuk menyeleksi siapa di antara kita yang layak lulus dan meraih keridaan-Nya.

Dunia bukanlah tujuan akhir dari kehidupan yang kita miliki. Dunia akan bernilai kebaikan ketika berada di tangan orang-orang yang baik. Begitupun sebaliknya dunia akan menjadi sebuah kehancuran ketika berada di tangan orang-orang yang kafir dan sangat membenci Allah.

Hakikat hidup bagi seorang muslim adalah tempat mencari bekal untuk kelak kembali menghadap Allah. Sungguh sangat rugi bagi orang-orang yang menjadikan dunia ini adalah tujuan hidupnya. Menjadikan potensi diri yang dimilikinya untuk berbuat kemaksiatan. Berbangga diri bahwa seolah-olah akan hidup abadi di dalamnya, tanpa terpikir bahwa kelak akan menghadap Allah dan dimintai pertanggungjawaban.

Kematian akan datang tanpa kita tahu waktu, dimana, dan saat sedang apa kita dijemput oleh-Nya. Jadi, janganlah menjadi manusia yang panjang angan, yang terlalu yakin bahwa dirinya akan hidup lebih lama lagi.

Untuk itu, luruskan dari semua aktivitas yang akan kita kerjakan. Jagalah keistikamahan dalam beramal. Jangan sampai kita menjadi orang yang beramal tanpa tahu arah tujuannya untuk apa. Jangan sampai kita bekerja keras meraih harta dunia, namun tidak memperhatikan tujuan penggunaannya untuk apa. Jadikan  harta dunia sebagai bekal beribadah, menolong sesama hamba Allah, dan menegakkan agama-Nya.

Jangan pernah menumpuk harta untuk kepentingan pribadi. Karena di balik harta yang kita miliki ada harta orang lain yang dititipkan kepada kita. Jangan mencari harta dunia dengan melalaikan Allah, tidak berpikir akan halal haram, dan menzalimi sesama. Jangan sampai kecintaan kita pada dunia menghalangi kita dari bersedekah dan berzakat. Ingatlah, bahwa kelak Allah akan bertanya kepada kita tentang semua itu!

Jalani hidup dengan penuh kesabaran untuk menyelaraskan hidup dalam menghadapi ujian yang Allah berikan. Jadikan kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat. 

Hidup ini adalah sementara, maka perlunya kesungguhan kita dalam beramal. Tidak ada lagi kata santai, mengandai-andai, panjang angan-angan apalagi malas karena kita tidak hidup untuk selamanya. Bergeraklah sekarang, bertindaklah sekarang, dan berlomba-lombalah dalam kebaikan.

Wallahualam bissawab. [An]

Baca juga:

0 Comments: